Blog ini mengisahkan tentang kejadian - kejadian lucu dan unik dari JAKA (Jomblo sAmpai seKArang) Nangub (aNANG RUByanto), motto penulis : SAYA SENGSARA, ANDA TERTAWA. selamat membaca.
Minggu, 22 Agustus 2010
Jaka Tarub dan Jaka Nangrub Epilog
Pernahkah kalian mendengar kisah tentang Jaka Tarub?, itu lho kisah tentang pemuda miskin merantau di kota yang setelah kaya durhaka pada ibunya terus di kutuk jadi rocker (baca: Batu), JAMBAN !!! iku lak ceritane Malin Kundang seh..., okeh yang benar adalah dongeng "Jaka Tarub" berkisah tentang seorang pemuda tampan yang secara tidak sengaja menemukan tujuh bidadari khayangan tengah mandi di kolam, mengapa para bidadari harus mandi di kolam yang ada di bumi?, konon katanya saat itu perusahaan PDAMK (Perusahaan Daerah Air Minum Kayangan) kesulitan menyediakan air bersih karena ada salah satu "kathok kolor"(baca: celana kolor) dari dewa yang tidak bertanggung jawab nyemplung di salah satu bak penampungan PDAMK, maka tercemarilah air seluruh kayangan dengan bakteri dan virus yang bersarang pada selangkangan sang dewa.
Melihat kecantikan para bidadari yang seperti personel "Girls Generation" (Girl Band asal Korea, favorit Jaka Tarub) timbul keinginan Jaka Tarub untuk memperisteri salah satu dari tujuh bidadari itu maka dengan perasaan berani malu ia curi salah satu "selendang terbang" milik para bidadari, harapannya seorang bidadari tidak bisa terbang ke khayangan dan menetap di bumi, licik nian si Jaka Tarub!,setelah berhasil mencuri tanpa di lihat para bidadari ia sembunyikan "selendang terbang" milik bidadari itu dalam celana panjang corak army miliknya. Setelah para bidadari kayangan mandi dan gosok gigi maka mereka segera berpakaian, mereka kenakan baju warna putih bersih dan rok panjang warna abu – abu dan tidak lupa dasi dan juga topi berlambang Tut Wuri Handayani, lho ini Jaka Tarub ngintip bidadari atau anak SMA mandi hah?, ehm... ternyata kebetulan Bidadari kayangan yang saat itu sedang mandi adalah para BBG alias Bidadari Baru Gede, "pantesan kok ada miniset diantara pakaian – pakaian tadi" pikir Jaka Tarub. Di antara tujuh bidadari itu tampak seorang bidadari kebingungan mencari – cari sesuatu tentu saja bidadari itu adalah bidadari yang selendang terbangnya di curi oleh Jaka Tarub, keenam bidadari yang telah berpakaian rapih satu persatu terbang menuju ke khayangan, tinggallah satu bidadari yang masih sibuk mencari selendangnya "Jembat !!!, tak deleh kene lo selendang terbang iku mau, nang endi yo ?, sing nyolong nggak selamet pokoke sial tujuh turunan !!!", Jaka Tarub yang sedari tadi bersembunyi diantara semak belukar mulai merinding "Masyaallah kelakuan bidadari jaman sekarang,mukanya imut kayak anak sekolahan asalnya sih dari khayangan tapi mulutnya dari selokan !!!" pikir Jaka Tarub.
Jaka Tarub akhirnya keluar dari persembunyiannya diantara semak – semak tempat para binatang berkembang biak itu, ia memberanikan diri mendekati sang bidadari yang sedang menangis tersedu – sedu dan mulai menghantamkan tinjunya pada batu – batu kali yang keras sebagai pelampiasan kekesalannya, pemandangan yang cukup menakutkan memang namun karena kecantikan paras dan kemolekan sang bidadari serta balutan baju seragam SMA membuat Jaka Tarub nggak kukuh untuk menggebet sang bidadari.
Jaka Tarub : Mbak ..., lagi ngapain? (dengan nada lembut dan pura – pura tidak tahu apa yang terjadi)
Bidadari : Siapa kamu !!! (dengan nada takut, karena baru pertama kali bertemu dengan manusia)
Jaka Tarub : Saya Jaka Tarub mbak, lha embak ini siapa kok nangis sendiri di hutan?
Bidadari : ngapaian kamu kesini, kamu pemerkosa ya?
Jaka Tarub : bukan mbak, saya ini tadi jalan – jalan la kok denger ada perempuan nangis dari arah sungai ini, makanya saya kesini, ada yang bisa saya bantu? (dengan nada bicara sopan dan santun)
Melihat sikap sopan santun dari Jaka Tarub, bidadari itu mulai tenang dan jinak, dengan malu – malu ia memperkenalkan diri
Bidadari : Nama saya "Ratna Wangi", singkatan dari "Bidadari Cantik Masih Perawan Dan Sedang Sendiri".
Jaka Tarub : Oalah..., mbak ini bidadari to!, pantesan kok cantik (ngegombal), kita cocok lho mbak Jaka Tarub itu juga singkatan Jaka itu singkatan dari "Jomblo Sampai Sekarang", Tarub itu nama asli saya pemberian orang tua saya
Bidadari : Ah Gombal... laki – laki.
Jaka Tarub membuktikan kata – katanya dengan mengeluarkan KTR (Kartu Tanda Rakyat) dari dalam dompetnya, tertulis di dalam KTR tersebut nama "Tarub", dan pada Status Kawin terisi "Jomblo". bukti yang kuat ini membuat Ratna Wangi mau tidak mau mempercayai Jaka Tarub.
Jaka Tarub : Bener to mbak! aku nggak nggombal !, btw mbak kok bisa – bisanya bidadari khayangan nyasar ke sini (Jaka Tarub bertanya bagaikan membawakan acara Kick Andy, acara talk show favoritnya).
Pertanyaan itu dijawab Ratna Wangi dengan aura melankolis persis seperti di Film – film produksi Bollywood, mulailah ia bercerita bagaimana kondisi PDAMK hingga ia kehilangan "selendang terbangnya", Jaka Tarub pun mendengarkan dengan seksama cerita dari "Ratna Wangi" sampai awan mendung tiba – tiba muncul, hawa dingin mulai berhembus di dalam hutan, hujan akan segera membasahi bumi, dengan gentle Jaka Tarub menawarkan tempat tinggal di rumahnya, Ratna Wangi tidak punya pilihan lain, "dari pada kehujanan, kedinginan dan bertemu dengan makhluk – makhluk bumi yang aneh mendingan aku ikut si Jaka Tarub deh" pikir Ratna Wangi.
"Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, berbeda – beda tetapi tetap satu jua" adalah ungkapan paling ngawur untuk menjelaskan "cinta datang karena terbiasa", kebaikan hati Jaka Tarub telah membius Ratna Wangi dalam cinta yang memabukkan, strategi pencitraan ala pemimpin negerinya ia aplikasikan untuk membuat Ratna Wangi jatuh dalam pelukannya, akhirnya setelah sebulan tinggal bersama, Ratna Wangi mau diperisteri oleh Jaka Tarub, pernikahan itu dilakukan sederhana dengan panduan dari uztadz dadakan yang biasa mengawinkan saudagar dari negeri Arab dengan neng geulis dari puncak, dengan mas kawin seperangkat alat mandi dibayar semampunya pernikahan mereka sah. Bulan madu pun mereka lakukan secara sederhana dengan paket wisata bertajuk "Ekowisata" dimana kandang sapi tetangga menjadi kamar hotelnya.
seminggu berlalu, pengantin baru itu menikmati segala"hal baru" bagai dunia milik berdua, dan makhluk lain menyewa. Pada minggu berikutnya Jaka Tarub mulai meninggalkan pencitraan baik yang ia biasa tampilkan di depan isterinya semasa pacaran dulu, Jaka Tarub tidak pernah bekerja kerjaannya di rumah cuma Facebook-an, Twitter-an, nge-Blog, dan buka – buka situs porno yang katanya akan di blokir oleh kerajaannya. Selama ini Jaka Tarub mengaku bekerja sebagai pegawai di istana tapi ternyata ia tidak berangakt kerja melainkan bermain – main dihutan. Ratna Wangi Cuma bisa mengelus dada melihat kelakuan suaminya tersebut sambil mengerjakan pekerjaan – pekerjaan rumah sebagai ibu rumah tangga, untung saja Ratna Wangi masih memiliki kekuatan khayangan sehingga ia bisa merubah sebatang padi menjadi nasi plus ayam goreng dan minuman yang merupakan Paket Hemat untuk berdua dari KFC (Khayangan Fried Chiken). Namun seiring berjalannya waktu batangan padi yang tersedia di dalam lumbung milik Jaka Tarub menipis, mau tak mau Ratna Wangi harus berusaha mencari pekerjaan untuk menafkahi keluarga.
Ijasah SMAK (Sekolah Menengah Atas Khayangan) ternyata sudah tidak laku lagi di dunia manusia ini, ijasahnya paling mentok membawa dia pada pekerjaan SPG (Sales Promotion Girl), menyesallah Ratna Wangi, "kenapa aku dulu gak masuk SMKK (Sekolah Menengah Kejuruan Khayangan), kalo aku punya keterampilan aku pasti lebih bernilai dibandingkan sekolah di sekolah yang prestisius tapi gak dapet keahlian apapun" sesal Ratna Wangi.
Keadaan menjadi semakin keruh ketika Ratna Wangi mengandung, kandungannya lemah karena usia perkawinan yang masih muda dan makan makanan Junkfood dari KFC (Khayangan Fried Chiken) setiap hari, belum genap 9 bulan Ratna Wangi mengandung bayinya lahir yang kemudian di beri nama "Jaka Nangrub" Jaka diambil dari nama Ayahnya sedangkan Nangrub adalah gabungan dari Ratna Wangi dan Tarub. Wajahnya tampan namun ada sedikit kelainan otak yang menyebabkan mentalnya terganggu sedikit, lagi – lagi karena usia perkawinan yang muda dan juga makanan yang tidak sehat, Ratna Wangi semakin dirundung kesedihan "ngapain aku nggak ikut program KB yang dicanangkan kerajaan?" sesal Ratna Wangi.
Sekarang Jaka Tarub punya mainan baru sekarang selain ngenet, Jaka Tarub juga rajin bermain – main dengan anaknya si Jaka Nangrub, intensitas ngenetnya jadi berkurang satu hingga dua jam lumayan bisa menghemat pembayaran listrik yang terus naik dari zaman ke zaman. Suatu hari ketika Jaka Tarub dan Jaka Nangrub bermain – main tanpa sengaja Jaka Tarub mengeluarkan "selendang terbang" milik isterinya, ia pilin kain selendang itu hingga padat lalu ia kibaskan dengan cepat pada pohon sehingga menimbulkan bunyi *ctar...*, Jaka Tarub memperlihatkan kemampuannya dalam menimbulkan bunyi yang keras dengan selendang, permainan seledang usai tatkala secara mengejutkan terdengar teriakan keras "ITUKAN SELENDANG TERBANGKU !!!", ternyata Ratna Wangi melihat kejadian itu. Timbullah percekcokan diantara mereka terkait "selendang terbang" itu, pertikaian keluarga yang berlarut – larut itu akhirnya tidak bisa mencapai proses damai hingga harus di selesaikan dengan cara perceraian, Jaka Tarub yang tidak tahu diri berniat mempertahankan pernikahan mereka namun "Ratna Wangi" sudah kehilangan rasa cinta akibat perbuatan Jaka Tarub yang mencuri "selendang terbang"nya. Jaka Tarub menjadikan "Hotman London Hutapea" sebagai kuasa hukum, Hotman London ini terkenal sebagai Pengacara handal yang kala itu tengah menangani kasus Video porno salah satu "penghibur kerajaan" yang bernama Cut Nyanyi. Ratna Wangi juga tidak mau kalah dengan menjadikan "OB Kaligus" sebagai kuasa hukumnya, OB Kaligus ini pengacara yang cukup senior dan juga menangani kasus yang mirip dengan kasus Hotman London bedanya klien dari OB Kaligus adalah "Arul Puterpan" dan kekasihnya "Lupa Maya".
Perceraian Jaka Tarub dan Ratna Wangi ini menjadi sorotan publik karena melibatkan Manusia dan Bidadari khayangan, bahkan setiap sore wajah mereka dapat di jumpai pada acara "Insrot Investigasi" yang pembawa acaranya membawakan acara dengan gaya berlebihan. Pengadilan akhirnya mengabulkan gugatan cerai Ratna Wangi dan berhak atas "Selendang Terbang" dan hak Asuh Jaka Nangrub. Dengan bekal seadanya Ratna Wangi membawa Jaka Nangrub terbang pulang ke Khayangan.
Tinggalah Jaka Tarub sendiri, namun kesedihannya tidak berlangsung lama karena tersiar kabar dari khayangan kalau PDAMK lagi – lagi mengalami kesulitan memasok air bersih untuk penduduk khayangan " Isteri baru aku datang" khayal Jaka Nangrub.
Apakah yang terjadi dengan Jaka Nangrub setelah itu? Apakah ia mengacau khayangan dan dihukum di gunung lima jari ? baca kelanjutan ceritanya ya.
Kamis, 19 Agustus 2010
Cinta Terlarang.
Mengerjakan tugas secara berkelompok adalah satu hal yang pasti di Jurusan PWK bin Perencanaan Wilayah Dan Kota bin Tata Kota bin Planologi. Biasanya teman yang menjadi kelompok dalam mengerjakan tugas ini selalu sama dari tugas satu ke tugas yang lain, agar semua tugas bisa dibagi tanpa menghilangkan kepentingan dari tiap kelompok. (paham gak?, kalo gak paham, gak usah dipahami gak penting juga kok!).
Postingan kali ini tidak menceritakan bagaimana Kami mengerjakan tugas, tapi tentang cinta terlarang (wew kayak judul lagu tuh), begini kisahnya.
Ada satu waktu ketika itu dimana Jaka Nangrub memiliki kelompok tugas yang terdiri dari empat anggota (termasuk Nangrub di dalamnya), ke empat Anggota kelompok tersebut adalah Mr.Fantastic, Invicible Woman, Human Torch, dan the Thing (Lho Fantastic Four ta iki ?), ini anggota kelompok yang sebenarnya dengan nama yang disamarkan. Jaka Nangrub (pasti lah), "Adi" (Bukan nama sebenarnya), "Woro" (bukan nama sebenarnya), dan "Dana" (Bukan Dana sebenarnya). (Trauma banget pakai nama asli nang?), ketika itu mereka menginjak semester 4, dan kala itu Jaka Nangrub telah berusia 19 tahun.
Karena rumah Jaka Nangrub adalah rumah yang paling mudah dijangkau, punya ruang luas dan pembantu di perumahannya cantik – cantik (opo hubungan'e !!!), maka rumah Jaka Nangrub secara tidak formal ditetapkan sebagai tempat berkumpul untuk mengerjakan tugas – tugas.
Adi adalah mahasiswa yang terkenal sebagai seorang Playboy Kelas Cupang ,konon katanya telah berhasil memikat hati wanita sejumlah dengan usia nya, jika usianya "X" tahun maka dia telah berhasil memacari sejumlah "X" wanita (kalau di rata – rata berarti 1 tahun hidup untuk 1 perempuan), kondisi yang sangat bertentangan dengan Jaka Nangrub.(sudah jangan menyesali nasib terus).
Ketika sedang mengerjakan tugas – tugas Kuliah di rumah Jaka Nangrub tak Jarang Adi menelpon dengan mesra wanita yang tengah menjadi incarannya. Dan Jaka Nangrub dan teman – temannya yang lain hanya bisa mendengarkan dengan takjub kemesraan yang mereka umbar. Konon katanya wanita incaran Adi adalah dara Cantik yang berasal dari Ibukota negara Indonesia, sebut saja "Nindi" bukan nama sebenarnya yang dikemudian hari benar – benar menjadi pacarnya.
Kemesraan yang di umbar Adi selama mengerjakan tugas, tak jarang dibagi – bagikan pada teman – teman jomblonya yang malang, misalnya dengan memberikan kami para Jomblo kesepian kesempatan untuk bicara dengan Pacarnya tersebut, kalau di dengar – dengarkan dari suaranya yang seksi dan mendesah – desah, kayaknya benar kabar burung yang beredar bahwa cewek ini Yahoot punya (Baca: Cantik banget). Percakapan yang terjadi di telepon antara Nindi dan Jaka Nangrub beserta temannya di telepon pertama kali adalah perkenalan diri, dengan perasaan takut – takut kayak dapet telpon dari Presiden karena masuk dalam nominasi "Penduduk Paling Jomblo Tahun Ini".
Nindi: Halo, Aku Nindi.
Jaka Nangrub : Halo Aku, Anang Rubyanto, 19 tahun,Jomblo, Kuliah di PWK, NRP 3607.100.046
Nindi : oh ini Nang to!, Kamu yang rumahnya dipake jadi Basecamp (baca: Tempat berkumpul untuk mengerjakan tugas) itu ya?
Jaka Nangrub: Iya, kok Kamu tahu sih?
Nindi : Tahu dong Adi kan sering cerita!
Jaka Nangrub : Terus Adi cerita Apalagi?
Nindi : Adi sering Minta makan di Rumahmu, sering niduri kamarmu, terus Kamu itu udah Jomblo selama 19 tahun kan,terus pacarmu yang sekarang Gagang Pintu kamarmu sendiri.
Jaka Nangrub : udah – udah... cukup...!, kayaknya Adi sudah cerita terlalu banyak tentang aku. dan aku tegaskan "Gagang Pintu" bukan Pacarku.
Dari cerita yang di umbar oleh Adi, konon dara muda belia yang menjadi kekasihnya tersebut sudah mapan dengan pekerjaan yang tetap di salah satu kantor pemerintahan, dan juga memiliki banyak teman – teman wanita cantik model – model majalah . dan tentu saja dengan usia yang lebih tua dari lelaki yang menjadi teman kami. Kalo gak salah udah 20-an (Sudah siap kawin lah).
Mengetahui bahwa ia memiliki teman – teman yang maha maknyus, maka kami para Jomblo – Jomblo kesepian memanfaatkan kesempatan itu untuk "memesan" satu temannya biar ia yang carikan sesuai dengan kriteria yang kita berikan (udah kayak mau beli Laptop aja). Jaka Nangrub dan Dana adalah satu dari sekian mahasiswa yang belum pernah mengenyam manisnya percintaan sama sekali sehingga jika ditanya,"Kamu mau cewek yang gimana? ", mereka Cuma menjawab "Bernafas dan Ada Lobangnya", maka tidak salah kalau kemudian Jaka Nangrub mendapat paket tumbuhan "Kantong Semar" dari Jakarta (nggak lah,Nindi Gak pernah mengirim Kantong Semar ke Surabaya!).
Woro yang lebih berpengalaman dalam urusan percintaan karena pernah berpacaran beberapa kali dan sudah memiliki kriteria wanita yang menjadi pilihannya menjawab dengan tegas "Yang Wajahnya Oriental, Halal (Agama Islam), dan tidak Pedas" (Kayak pesen Makanan aja).
Selain menawarkan teman – teman modelnya yang berada di Ibukota, Nindi juga kerap kali menanyakan masalah percintaan dengan Kami (Nangrub, Woro, dan Dana), berkaitan dengan hubungan percintaannya dengan teman kami Adi, kadang – kadang merasa di pecundangi juga berada dalam permainan cinta dua insan ini. Namun entah kenapa kami mau saja menanggapinya. Woro yang lebih berpengalaman dalam percintaan memberikan nasihat – nasihat dan pandangannya tentang cinta seadanya, berdasarkan pengalaman yang dialaminya selama ini. Sedangkan Jaka Nangrub yang paling buta soal Cinta, tak bisa berkata apa – apa malahan sering di beri nasihat oleh Nindi,dari semua lelaki itu yang paling tertarik berbicara Cinta adalah Dana, Pria ULTRAMELANKOLIS ini selalu menjawab pertanyaan – pertanyaan tentang hubungan percintaan dengan jawaban – jawaban serius, kadang – kadang terlalu dramatis, disadur dari lagu – lagu Dewa yang menjadi salah satu kegemarannya. Padahal pria yang satu ini sama saja nasibnya dengan Nangrub, belum punya pacar sama sekali, paling keras Cuma "ngejar – ngejar" doang dengan hasil nihil. jawabannya Bahkan seolah – oleh dia adalah Pria yang paling penuh dengan pengalaman tentang Cinta, kadang – kadang sangking Intimnya sampai obrolan yeng terjadi antara Nindi dan Dana dilakukan terpisah dari ruangan tempat temannya yang lain berada. Padahal pacarnya ada lo gimana sih perempuan ini?.
Kadang – kadang si Nindi juga dengan usilnya menggoda kami Jojoba (Jomblo –Jomblo Berbahaya), misalnya dia bilang kalo dia mau putus dengan Adi dan akan Memilih salah satu dari kami. Jujur saja walaupun mengharapkan juga, tapi Jaka Nangrub memiliki firasat buruk tentang perempuan yang satu ini, suatu ketika pernah Nindi berencana datang ke Surabaya untuk menjumpai teman – teman hina dari kekasihnya tersebut beserta dengan teman – teman cantiknya, yang kemudian akan di Lanjutkan ke Bali (wow). (tapi gak pernah terjadi sama sekali).
Pada suatu ketika Dana datang ke Rumah Jaka Nangrub seperti biasa Cuma untuk numpang bernafas dan mengganggu hidup dari temannya ini. Dana mengeluarkan handphone lalu mulai berbicara dengan nada mesra layaknya tengah berbicara dengan wanita, Jaka Nangrub sih Bodo amat, gak peduli. Terus telepon di tutup dan Dana mulai bicara tentang Nindi. Nangrub langsung mencium bau tak sedap dari pengkhianatan hubungan pertemanan sepertinya. Jaka nangrub yang tidak pernah memperdulikan perilaku seseorang membiarkan saja kelakuan temannya tersebut, selama tidak mengganggu hidupnya Jaka Nangrub tak kan peduli.
Beberapa minggu kemudian Dana datang lagi ke rumah dengan perilaku yang belum banyak berubah (menelpon wanita dengan mesra), di tutupnya telepon kemudian ia berkata pada Jaka Nangrub "Nang sekarang Aku dan Nindi telah bersama (baca :Resmi Berpacaran)!", dengan wajah malu – malu namun penuh kemenangan persis kayak wajah Kera sakti yang baru dilepaskan dari Gunung Lima Jari oleh Tong Sam Cong. (Asem!!! piye to? temen dewe di tikam dari belakang!!!)
Jaka nangrub pun Cuma bisa mengingatkan kepada tamannya tersebut "hati – hati ya, jangan sampai karena hubungan ini terus hubungan kerja kelompok menjadi buruk dan mempengaruhi nilai" selebihnya nangrub tidak akan melarang karena ia tahu bahwasannya tidak ada keinginan yang lebih kuat dibandingkan dengan keinginan seorang "Jomblo gelap mata untuk mendapatkan Pacar".
Hari – hari berikutnya dilalui Jaka Nangrub dengan penyiksaan mental besar – besaran, bagaimana tidak, Jaka Nangrub harus berjam – jam meladeni cerita cinta dari temannya yang memang baru menikmati masa Pacaran untuk yang pertama kalinya(Padahal belum pernah bertemu mereka ini, Cuma ngobrol lewat telepon aja).pembicaraan Dana kepada Nangrub seolah – olah mengaatakan "Hahaha aku dah dapet pacar, kamu belum !!!selamat menjomblo selamanya, HAHAHAHAHAHA !!!".
Dana : Nang tahu nggak kalo Nindi ini bapaknya Perancis lo, ini bapak yang kedua bagi dia (baca : bapak tiri)
Jaka Nangrub : Hem... (sambil mengerjakan kegiatan yang lain pura – pura sibuk)
Dana : Nang, dia itu lo katanya sering keliling Eropa kamu tahu naggak?
Jaka Nangrub : hem... (Mau orang Perancis kek, mau Israel lah, Zimbabwe, gak ngurus aku cak!)
Pertanyaan – pertanyaan gak penting seputar Nindi pun berputar – putar membayangi Nangrub *Tidak......*
Penderitaan tidak berakhir sampai disitu terkadang dengan wajah kebapakaannya itu (baca : Om – Om),Dana bercerita
Dana : "Nang kayaknya semester depan Kami bakal menikah deh!"
Jaka Nangrub : "ehk..." (menahan diri untuk memuntahkan empedunya).
Dana :"tahu nggak kita udah berencana bakal punya beberapa anak"
Jaka Nangrub: hah?(beranak pegasus pun aku gak peduli )
Dana : "Nang dia lagi sakit lo, merintih – rintih gitu di telepon"
Jaka Nangrub : (Hei siapa yang peduli, mati juga nggak ngurus aku)
Dana : "Nang, minggu depan dia bakal datang ke Surabaya lo! Khusus menemui aku"
Jaka Nangrub : EKH... HMK...(nahan muntah, empedunya udah sampai di mulut)
Pembicaraannya seolah – olah sudah hubungan yang serius, padahal baru ngobrol lewat telepon beberapa minggu. Dan Nangrub dalam ketersiksaan mental yang amat sangat tersebut mencoba berpikir jernih dan menganalisa.
Dalam pikiran Nangrub "Gak mungkin orang senorak Dana yang tengah menjomblo lebih lama dari aku mendapatkan dara cantik maha maknyus hanya dengan beberapa kali percakapan lewat telepon, kemungkinaannya satu Dana sedang dipermainakan oleh perempuan ini. Ntah itu sebenarnya dia nggak cantik atau bisa juga dia bukan perempuan sama sekali."
Bagaimana kelanjutan kisahnya, apakah Dana berhasil bertemu dengan Nindi di Surabaya, Apakah Nindi Cantik, apakah Mereka akan benar – benar menikah simak di Postingan lanjutannya ya!.
Langganan:
Postingan (Atom)