Blog ini mengisahkan tentang kejadian - kejadian lucu dan unik dari JAKA (Jomblo sAmpai seKArang) Nangub (aNANG RUByanto), motto penulis : SAYA SENGSARA, ANDA TERTAWA. selamat membaca.
Minggu, 22 Agustus 2010
Jaka Tarub dan Jaka Nangrub Epilog
Pernahkah kalian mendengar kisah tentang Jaka Tarub?, itu lho kisah tentang pemuda miskin merantau di kota yang setelah kaya durhaka pada ibunya terus di kutuk jadi rocker (baca: Batu), JAMBAN !!! iku lak ceritane Malin Kundang seh..., okeh yang benar adalah dongeng "Jaka Tarub" berkisah tentang seorang pemuda tampan yang secara tidak sengaja menemukan tujuh bidadari khayangan tengah mandi di kolam, mengapa para bidadari harus mandi di kolam yang ada di bumi?, konon katanya saat itu perusahaan PDAMK (Perusahaan Daerah Air Minum Kayangan) kesulitan menyediakan air bersih karena ada salah satu "kathok kolor"(baca: celana kolor) dari dewa yang tidak bertanggung jawab nyemplung di salah satu bak penampungan PDAMK, maka tercemarilah air seluruh kayangan dengan bakteri dan virus yang bersarang pada selangkangan sang dewa.
Melihat kecantikan para bidadari yang seperti personel "Girls Generation" (Girl Band asal Korea, favorit Jaka Tarub) timbul keinginan Jaka Tarub untuk memperisteri salah satu dari tujuh bidadari itu maka dengan perasaan berani malu ia curi salah satu "selendang terbang" milik para bidadari, harapannya seorang bidadari tidak bisa terbang ke khayangan dan menetap di bumi, licik nian si Jaka Tarub!,setelah berhasil mencuri tanpa di lihat para bidadari ia sembunyikan "selendang terbang" milik bidadari itu dalam celana panjang corak army miliknya. Setelah para bidadari kayangan mandi dan gosok gigi maka mereka segera berpakaian, mereka kenakan baju warna putih bersih dan rok panjang warna abu – abu dan tidak lupa dasi dan juga topi berlambang Tut Wuri Handayani, lho ini Jaka Tarub ngintip bidadari atau anak SMA mandi hah?, ehm... ternyata kebetulan Bidadari kayangan yang saat itu sedang mandi adalah para BBG alias Bidadari Baru Gede, "pantesan kok ada miniset diantara pakaian – pakaian tadi" pikir Jaka Tarub. Di antara tujuh bidadari itu tampak seorang bidadari kebingungan mencari – cari sesuatu tentu saja bidadari itu adalah bidadari yang selendang terbangnya di curi oleh Jaka Tarub, keenam bidadari yang telah berpakaian rapih satu persatu terbang menuju ke khayangan, tinggallah satu bidadari yang masih sibuk mencari selendangnya "Jembat !!!, tak deleh kene lo selendang terbang iku mau, nang endi yo ?, sing nyolong nggak selamet pokoke sial tujuh turunan !!!", Jaka Tarub yang sedari tadi bersembunyi diantara semak belukar mulai merinding "Masyaallah kelakuan bidadari jaman sekarang,mukanya imut kayak anak sekolahan asalnya sih dari khayangan tapi mulutnya dari selokan !!!" pikir Jaka Tarub.
Jaka Tarub akhirnya keluar dari persembunyiannya diantara semak – semak tempat para binatang berkembang biak itu, ia memberanikan diri mendekati sang bidadari yang sedang menangis tersedu – sedu dan mulai menghantamkan tinjunya pada batu – batu kali yang keras sebagai pelampiasan kekesalannya, pemandangan yang cukup menakutkan memang namun karena kecantikan paras dan kemolekan sang bidadari serta balutan baju seragam SMA membuat Jaka Tarub nggak kukuh untuk menggebet sang bidadari.
Jaka Tarub : Mbak ..., lagi ngapain? (dengan nada lembut dan pura – pura tidak tahu apa yang terjadi)
Bidadari : Siapa kamu !!! (dengan nada takut, karena baru pertama kali bertemu dengan manusia)
Jaka Tarub : Saya Jaka Tarub mbak, lha embak ini siapa kok nangis sendiri di hutan?
Bidadari : ngapaian kamu kesini, kamu pemerkosa ya?
Jaka Tarub : bukan mbak, saya ini tadi jalan – jalan la kok denger ada perempuan nangis dari arah sungai ini, makanya saya kesini, ada yang bisa saya bantu? (dengan nada bicara sopan dan santun)
Melihat sikap sopan santun dari Jaka Tarub, bidadari itu mulai tenang dan jinak, dengan malu – malu ia memperkenalkan diri
Bidadari : Nama saya "Ratna Wangi", singkatan dari "Bidadari Cantik Masih Perawan Dan Sedang Sendiri".
Jaka Tarub : Oalah..., mbak ini bidadari to!, pantesan kok cantik (ngegombal), kita cocok lho mbak Jaka Tarub itu juga singkatan Jaka itu singkatan dari "Jomblo Sampai Sekarang", Tarub itu nama asli saya pemberian orang tua saya
Bidadari : Ah Gombal... laki – laki.
Jaka Tarub membuktikan kata – katanya dengan mengeluarkan KTR (Kartu Tanda Rakyat) dari dalam dompetnya, tertulis di dalam KTR tersebut nama "Tarub", dan pada Status Kawin terisi "Jomblo". bukti yang kuat ini membuat Ratna Wangi mau tidak mau mempercayai Jaka Tarub.
Jaka Tarub : Bener to mbak! aku nggak nggombal !, btw mbak kok bisa – bisanya bidadari khayangan nyasar ke sini (Jaka Tarub bertanya bagaikan membawakan acara Kick Andy, acara talk show favoritnya).
Pertanyaan itu dijawab Ratna Wangi dengan aura melankolis persis seperti di Film – film produksi Bollywood, mulailah ia bercerita bagaimana kondisi PDAMK hingga ia kehilangan "selendang terbangnya", Jaka Tarub pun mendengarkan dengan seksama cerita dari "Ratna Wangi" sampai awan mendung tiba – tiba muncul, hawa dingin mulai berhembus di dalam hutan, hujan akan segera membasahi bumi, dengan gentle Jaka Tarub menawarkan tempat tinggal di rumahnya, Ratna Wangi tidak punya pilihan lain, "dari pada kehujanan, kedinginan dan bertemu dengan makhluk – makhluk bumi yang aneh mendingan aku ikut si Jaka Tarub deh" pikir Ratna Wangi.
"Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, berbeda – beda tetapi tetap satu jua" adalah ungkapan paling ngawur untuk menjelaskan "cinta datang karena terbiasa", kebaikan hati Jaka Tarub telah membius Ratna Wangi dalam cinta yang memabukkan, strategi pencitraan ala pemimpin negerinya ia aplikasikan untuk membuat Ratna Wangi jatuh dalam pelukannya, akhirnya setelah sebulan tinggal bersama, Ratna Wangi mau diperisteri oleh Jaka Tarub, pernikahan itu dilakukan sederhana dengan panduan dari uztadz dadakan yang biasa mengawinkan saudagar dari negeri Arab dengan neng geulis dari puncak, dengan mas kawin seperangkat alat mandi dibayar semampunya pernikahan mereka sah. Bulan madu pun mereka lakukan secara sederhana dengan paket wisata bertajuk "Ekowisata" dimana kandang sapi tetangga menjadi kamar hotelnya.
seminggu berlalu, pengantin baru itu menikmati segala"hal baru" bagai dunia milik berdua, dan makhluk lain menyewa. Pada minggu berikutnya Jaka Tarub mulai meninggalkan pencitraan baik yang ia biasa tampilkan di depan isterinya semasa pacaran dulu, Jaka Tarub tidak pernah bekerja kerjaannya di rumah cuma Facebook-an, Twitter-an, nge-Blog, dan buka – buka situs porno yang katanya akan di blokir oleh kerajaannya. Selama ini Jaka Tarub mengaku bekerja sebagai pegawai di istana tapi ternyata ia tidak berangakt kerja melainkan bermain – main dihutan. Ratna Wangi Cuma bisa mengelus dada melihat kelakuan suaminya tersebut sambil mengerjakan pekerjaan – pekerjaan rumah sebagai ibu rumah tangga, untung saja Ratna Wangi masih memiliki kekuatan khayangan sehingga ia bisa merubah sebatang padi menjadi nasi plus ayam goreng dan minuman yang merupakan Paket Hemat untuk berdua dari KFC (Khayangan Fried Chiken). Namun seiring berjalannya waktu batangan padi yang tersedia di dalam lumbung milik Jaka Tarub menipis, mau tak mau Ratna Wangi harus berusaha mencari pekerjaan untuk menafkahi keluarga.
Ijasah SMAK (Sekolah Menengah Atas Khayangan) ternyata sudah tidak laku lagi di dunia manusia ini, ijasahnya paling mentok membawa dia pada pekerjaan SPG (Sales Promotion Girl), menyesallah Ratna Wangi, "kenapa aku dulu gak masuk SMKK (Sekolah Menengah Kejuruan Khayangan), kalo aku punya keterampilan aku pasti lebih bernilai dibandingkan sekolah di sekolah yang prestisius tapi gak dapet keahlian apapun" sesal Ratna Wangi.
Keadaan menjadi semakin keruh ketika Ratna Wangi mengandung, kandungannya lemah karena usia perkawinan yang masih muda dan makan makanan Junkfood dari KFC (Khayangan Fried Chiken) setiap hari, belum genap 9 bulan Ratna Wangi mengandung bayinya lahir yang kemudian di beri nama "Jaka Nangrub" Jaka diambil dari nama Ayahnya sedangkan Nangrub adalah gabungan dari Ratna Wangi dan Tarub. Wajahnya tampan namun ada sedikit kelainan otak yang menyebabkan mentalnya terganggu sedikit, lagi – lagi karena usia perkawinan yang muda dan juga makanan yang tidak sehat, Ratna Wangi semakin dirundung kesedihan "ngapain aku nggak ikut program KB yang dicanangkan kerajaan?" sesal Ratna Wangi.
Sekarang Jaka Tarub punya mainan baru sekarang selain ngenet, Jaka Tarub juga rajin bermain – main dengan anaknya si Jaka Nangrub, intensitas ngenetnya jadi berkurang satu hingga dua jam lumayan bisa menghemat pembayaran listrik yang terus naik dari zaman ke zaman. Suatu hari ketika Jaka Tarub dan Jaka Nangrub bermain – main tanpa sengaja Jaka Tarub mengeluarkan "selendang terbang" milik isterinya, ia pilin kain selendang itu hingga padat lalu ia kibaskan dengan cepat pada pohon sehingga menimbulkan bunyi *ctar...*, Jaka Tarub memperlihatkan kemampuannya dalam menimbulkan bunyi yang keras dengan selendang, permainan seledang usai tatkala secara mengejutkan terdengar teriakan keras "ITUKAN SELENDANG TERBANGKU !!!", ternyata Ratna Wangi melihat kejadian itu. Timbullah percekcokan diantara mereka terkait "selendang terbang" itu, pertikaian keluarga yang berlarut – larut itu akhirnya tidak bisa mencapai proses damai hingga harus di selesaikan dengan cara perceraian, Jaka Tarub yang tidak tahu diri berniat mempertahankan pernikahan mereka namun "Ratna Wangi" sudah kehilangan rasa cinta akibat perbuatan Jaka Tarub yang mencuri "selendang terbang"nya. Jaka Tarub menjadikan "Hotman London Hutapea" sebagai kuasa hukum, Hotman London ini terkenal sebagai Pengacara handal yang kala itu tengah menangani kasus Video porno salah satu "penghibur kerajaan" yang bernama Cut Nyanyi. Ratna Wangi juga tidak mau kalah dengan menjadikan "OB Kaligus" sebagai kuasa hukumnya, OB Kaligus ini pengacara yang cukup senior dan juga menangani kasus yang mirip dengan kasus Hotman London bedanya klien dari OB Kaligus adalah "Arul Puterpan" dan kekasihnya "Lupa Maya".
Perceraian Jaka Tarub dan Ratna Wangi ini menjadi sorotan publik karena melibatkan Manusia dan Bidadari khayangan, bahkan setiap sore wajah mereka dapat di jumpai pada acara "Insrot Investigasi" yang pembawa acaranya membawakan acara dengan gaya berlebihan. Pengadilan akhirnya mengabulkan gugatan cerai Ratna Wangi dan berhak atas "Selendang Terbang" dan hak Asuh Jaka Nangrub. Dengan bekal seadanya Ratna Wangi membawa Jaka Nangrub terbang pulang ke Khayangan.
Tinggalah Jaka Tarub sendiri, namun kesedihannya tidak berlangsung lama karena tersiar kabar dari khayangan kalau PDAMK lagi – lagi mengalami kesulitan memasok air bersih untuk penduduk khayangan " Isteri baru aku datang" khayal Jaka Nangrub.
Apakah yang terjadi dengan Jaka Nangrub setelah itu? Apakah ia mengacau khayangan dan dihukum di gunung lima jari ? baca kelanjutan ceritanya ya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar