Postingan ini akan menceritakan kebodohan masa SMA Jaka Nangrub ketika ia harus berjibaku dengan pelajaran, minimnya kecerdasan, dan juga masalah dengan guru, berikut kisah lengkapnya.
Kelas XI adalah kelas di mana Jaka Nangrub mengalami kehancuran bidang akademik, selama di kelas XI, Nangrub harus berjibaku dengan segala bentuk Remidi alias "Ujian Ulangan" dan juga pelecehan terhadap beberapa guru (wis goblok bejat pisan), sebenarnya menghina para guru tersebut tidak dilakukan dengan sengaja oleh Jaka Nangrub, namun "Insting Aneh" telah menggiring dirinya untuk terus berbuat hal - hal aneh dan tolol.
Bukannya memperbaiki keadaan saat kelas XI, Jaka Nangrub malah masuk dalam lembah kebodohan, pilihannya untuk duduk di barisan kursi paling belakang bersama dengan ketiga temannya Adit, Amal, dan Amel telah membuat dirinya semakin terpuruk dalam jurang kebodohan.
Sebetulnya kasihan mereka, gara – gara terlalu dekat dengan Jaka Nangrub menyebabkan mereka terjangkiti "Virus Bodoh", contohnya si Adit, dia sebenarnya adalah anak yang pintar terbukti saat ini ia terdaftar di FKG (Fakultas Kedokteran Gigi) sebagai tukang sapu eh... mahasiswa melalui Jalur SPMB, jalur dengan cara paling sulit, dan dengan kesempatan paling kecil, tapi ketika sekelas dan sebangku dengan Jaka Nangrub segala potensi akademiknya mandeg, pelajaran Bahasa Inggris adalah keahliannya, jadi kalo nyontek ulangan terutama bahasa inggris Jaka Nangrub selalu mengandalkan manusia yang satu ini.
Si Amal dan Amel yang duduk dekat dengan Jaka Nangrub juga termasuk yang Suspect Virus "Virus Bodoh Jaka Nangrub" karena kerap kali mendapat gangguan ketika menerima pelajaran dari guru, Amal dan Amel juga dua orang siswa yang menjadi objek hina – hinaan oleh Jaka Nangrub, yang membuat bingung kenapa mereka betah saja duduk berada dekat dengan Jaka Nangrub tak pernah sekalipun tersirat dari mulut mereka ingin pindah tempat duduk, pindah kelas, apalagi pindah sekolah.
Bercerita tentang pelecehan terhadap guru, sempat beberapa kali dilakukan oleh Jaka Nangrub,sebenarnya hal itu dilakukan tanpa unsur kesengajaan sama sekali, bayangkan saja Jaka Nangrub pernah memanggil seorang guru dengan cara "BERSIUL" ,persis kayak manggil burung kutilang untuk kawin terbang (bukan kawin lari), jadi gini ceritanya.
Selesai jam istirahat, pelajaran kimia kembali dimulai yang artinya jam - jam membosankan akan berlangsung kembali, bu Arni menulis sesuatu di papan tulis sambil berkata "ada yang mau bertanya?", Damar mengangkang eh... mengangkat tangan, Damar adalah teman sekelas Jaka Nangrub yang duduk disebelah kanan bangku Jaka Nangrub dan Adit.
Damar tetap mengangkat tangan sambil berusaha memanggil – manggil bu Arni namun karena saat itu Kondisi bu Arni menghadap ke papan tulis dan suasana kelas agak gaduh maka bu Arni tidak menggubris Damar sama sekali, setelah beberapa kali dipanggil dia tidak juga menoleh, maka dengan segala "Insting Aneh" yang ada Jaka Nangrub membantu Damar untuk memanggil bu Arni dengan bersiul keras
SUIT...SUIT...
Bagaikan hyena Afrika kelaparan mencari kijang di padang savana, mata bu Arni yang indah memburu mencari murid kurang ajar yang berani bersiul padanya
kemudian matanya tertumbuk pada seorang anak dalam kelas yang mengacungkan tangan,otak cerdasnyanya langsung membuat hipotesa, "tidak salah lagi bocah ini (Damar) yang bersiul memanggilku". dan Bu Arni berteriak dalam kelas.
DAMAR, TIDAK SOPAN KAMU !!!, KAMU YANG BERSIUL TADI YA?
Deni menenangkan bu Arni dengan berucap "Anak - anak Sos bu, yang ramai tadi pakai siul –siul juga!", ternyata kata – kata itu manjur untuk menenangkan hati bu Arni, dia jadi tenang, lalu Damar kembali mengajukan pertanyaan yang tadi tercekat di tenggorokannya. dan Jaka Nangrub selamat dari Bu Arni.(maafkan aku Damar, maafkan aku Bu Arni!!!)
Adalagi kejadian bejat yang lain yaitu menuliskan nama pada lembar Jawaban ulangan dengan "Aksara Jawa" kalau dilihat sekilas maka lembar jawaban itu akan terlihat seperti wasiat dari raja syalendra daripada kertas ulangan, tulisannya tentu saja "Anang Rubyanto Asnar",waktu itu ujian Biologi dijaga oleh Bu Supartinah
Kertas ulangan dengan dengan nama bertuliskan Aksara Jawa, jawaban ngawur plus gak bermutu diserahkan pada bu Supartini, kemudian Jaka Nangrub kembali ke tempat duduknya, tiba – tiba Bu Supartinah memanggil dengan keras
Bu Supartinah : ANANG RUBYANTO ASNAR
Jaka Nangrub : saya bu.
Bu Supartinah : Ke sini kamu !.
"Mampus deh aku" kata Jaka nangrub dalam hati
Jaka Nangrub : ada apa bu?
Bu Supartinah : Ini bukan pelajaran Bahasa Jawa ya !!!, ini pelajaran biologi, ubah nama mu ini ke bahasai Indonesia, kalau tidak tidak saya terima ulanganmu.
Untung aja waktu itu si Jaka Nangrub Cuma disuruh merubah nama yang aksara Jawa menjadi tulisan Indonesia, coba kalau gurunya agak gila mungkin bu Supartinah akan berkata
Bu Supartinah : Anang Rubyanto Asnar
Jaka Nangrub : Saya bu.
Bu Supartinah : ke sini Kamu !.
Jaka Nangrub : Ada apa bu?
Bisa mati berdiri jaka Nangrub tuh, la wong kemampuan menulis aksara jawanya ya cuma namanya itu saja, itupun dia gak tahu pasti tertulis dengan benar atau tidak. Ya salam..., tambah hina lagi karena ujian Biologi itu berakhir dengan nilainya jelek pula , haduh.... Udah goblok sok bergaya pula.
Satu lagi hal bodoh yang dilakukan oleh Jaka Nangrub, apakah itu? Teman – teman pembaca sekalian,dengan bejatnya Jaka Nangrub menulis di kertas ujiannya sebuah surat yang ditulis dengan huruf terbalik saat ujian semester dua yang juga berarti ujian kenaikan kelas
Bagaimanakah tulisan terbalik yang ditulis oleh Jaka Nangrub tersebut, berikut contohnya:
"keleJ ailiN ayaS ireB nagnaJ" : "Jangan Beri saya nilai jelek"
Jaka Nangrub berhasil menulis "Surat dengan aksara terbalik" pada beberapa orang guru,satu lembar jawaban berisi rata – rata sebanyak 5 baris, lumayan kan, Isinya adalah mengiba untuk diluluskan darik kelas XI dengan catatan nanti kelas XII akan belajar dengan baik, sebenarnya Jaka Nangrub gak terlalu berharap guru – gurunya itu paham, ternyata guru – guru yang itu dapat memahami semua tulisan – tulisan si Jaka Nangrub
Berawal ketika Jaka Nangrub menunggu di jemput sama si Mama di depan bioskop Mitra, ketika menunggu ia bertemu dengan guru Bahasa Indonesianya yaitu Bu Siti Muntini, Nangrub menebar senyum dan menyapa, dan bu Siti membalas dengan berkata, "Suratmu sudah aku baca nang", sontak jaka Nangrub berkeringat dingin, dan bu Siti hilang berlalu bersama dengan bemo yang menghantarkan ia pulang ke rumahnya.
Tak Cuma bu Siti ternyata, Bu Arni yang sebelumnya juga pernah menjadi objek pelecehan martabat oleh Jaka Nangrub juga bisa memahami arti dari tulisan terbalik yang ada di lembar Jawaban milik Jaka Nangrub tersebut, walhasil di kertas Ujian jaka nangrub ketika di kembalikan ada tambahan catatan,yang ditulis pada baris paling bawah
Bertuliskan
"NGGEDABRUS tok!!!"
(arti: BESAR OMONG DOANG !!!)
Pusing Jaka Nangrub mempertanggung jawabkan kebodohan – kebodohannya, untungnya ia berhasil juga naik kelas XII tentu saja setelah Remidi sana – sini dan waktu penerimaan rapor ternyata jaka Nangrub bukanlah siswa dengan Rangking terbawah, Wow, berarti ada yang lebih goblok dong dari Jaka Nangrub?, pasti mengenaskan hidupnya, bayangkan saja gimana rasanya lebih bodoh dari Jaka Nangrub, kayaknya bodohnya itu udah paling ujung, kalau di kurvakan mendekati nilai tak hingga gitu.
Siapakah siswa yang lebih bodoh dari Jaka Nangrub tersebut, apakah ia manusia?, ternyata yang rangkingnya berada paling bawah itu bukan karena dia bodoh tapi itu adalah murid yang pada tengah semester meninggalkan SMAN 6 Surabaya untuk sekolah di Yogyakarta. Hahaha, Jaka Nangrub tetap juara satu dari bawah.
Saya menghimbau kepada para pembaca untuk tidak melakukan perbuatan – perbuatan bodoh diatas
Yaitu : Bersiul untuk memanggil Guru, menuliskan aksara Jawa pada lembar Jawaban, dan menulis dengan tulisan terbalik.
aynnaitahreP satA hisaK amireT