Sabtu, 27 November 2010

Jodoh Untuk Anakku

Judul postingan kali ini mirip kayak Sinetron – sinetron gak bermutu khas Statsiun Televisi Swasta Indonesia, tapi cerita yang akan saya ceritakan kali ini tidak akan METAL (MELOW TOTAL) sama sekali, postingan kali ini akan menceritakan perasaan hati seorang ibu yang penasaran dengan orientasi sexual anaknya, berikut kisahnya.

Sebagai orang tua Jaka Nangrub menghadapi ketegangan – ketegangan dalam hidup sudah menjadi makanan sehari – hari, sebut saja prestasi belajar Jaka Nangrub mulai dari SD hingga SMA selalu berhasil membuat kedua orangtuanya, terutama Mama melatih otot jantungnya lebih keras, mungkin kalau dada mama dilihat dengan kacamata tembus pandang Doraemon akan terlihat otot – otot jantung yang tidak kalah kekar dan besar dibandingkan dengan otot –otot bintang Film sekaligus Gibernur California, "Arnold Suasanasegar", otot – otot yang menyembul kayak donat tusuk.

Dan sejak Jaka Nangrub berkuliah Mama juga harus menghadapi ketegangan lain, ketegangan apalagi yang dibuat oleh Jaka Nangrub, yak ... salah satunya adalah ketegangan mengenai orientasi seksual anaknya, mengingat sampai dengan saat ini Jaka Nangrub hanya berhasil menunjukkan minat dan tidak menunjukkan bakat dalam mendapatkan kekasih hati. Dan kekhawatiran itu kian hari – kian meningkat seiring dengan lamanya Jaka Nangrub menJomblo.

Pernah juga mama dibuat berbunga – bunga hatinya karena mengira Jaka Nangrub telah memiliki kekasih hati, berikut kisahnya.

Seperti biasa di Sore hari Jaka Nangrub duduk sendiri dikamar mengahadap keLaptop, dan ketika itu tiba – tiba muncul tamu tidak diundang yang masuk menerobos pintu tanpa permisi sekilas jika dilihat benda itu berwarna hitam dan bulat persis seperti meriam yang menghantam kapal dalam film "Pirates Caribean" benda apakah itu gerangan ? tentu saja Adiknya yang di sini namanya kita samarkan menjadi "Anti", Anti menerobos masuk dan langsung terjun menghujam kasur milik Jaka Nangrub. Ternyata dia ngadem di kamar si Jaka Nangrub, dan dia mulai berkata

Anti : eh Mas, tadi lho mama ngira Foto Perempuan yang ada di Wallpaper Laptopmu itu pacarmu !

Jaka Nangrub : Iya tha???, hahaha

Memang kala itu Jaka Nangrub sedang mengidolakan seorang model bintang iklan Ponds yang bernama "Natasha Rizky Pradita", ia Pajang Foto sang gadis muda belia dalam Laptopnya dan ia tambahkan balon kata – kata yang bertuliskan "Mas Robi Belajar yang Rajin ya !!!", harapannya sih agar menjadi motivasi untuk mengerjakan tugas – tugas kuliah yang menumpuk dan sudah beberap waktu diterlantarkan.

esok harinya Jaka Nangrub seperti biasa bersalaman dengan orang tua dan pamit terlebih dahulu sebelum berangkat menuntut ilmu, kemudian iseng – iseng ia bertanya

Jaka Nangrub : Ma, mama kira foto perempuan yang ada di Laptopku itu Pacarku tha?

Si Mama : Iya Rob, Mama kaget tuh, waktu lagi nyapu kamarmu terus liat kearah laptopmu, lho !!!, perempuan dari mana ini, cantik bener kayak orang Jepang, terus turun mama kebawah, tak panggil adekmu, "dek, pacarnya mas robi lho cantik kayak orang jepang" , adekmu gak percaya "masak ah?, gak mungkin !!!" kata Anti, terus mama bilang "iya itu lho fotonya di pajang di Laptop", "ealah itu bukan pacarnya mas Robi ma, itu sih Artis aja" kata Anti. Mama sangking kagetnya sampai gak jadi nyapu kamarmu, sapu dan cikraknya mama tinggal di kamarmu. Lagian kamu kan akhir – akhir ini sering keluar rumah waktu malam dengan alasan rapat, tak pikir yo perempuan ini yang selama beberapa hari terakhir membuat anakku keluar rumah malam hari dan pulang larut malam.

Sumpah mendengarkan cerita itu Jaka Nangrub ketawa – tawa sendiri sambil mukul – mukul kasur, "ya Allah kau menganugerahi ibu yang maha lugu padaku" kata Jaka Nangrub dalam hati.

Padahal Jaka Nangrub keluar malam memang untuk rapat di kampus karena mau ada acara, la kok kebetulan sekali semua kondisinya itu mendukung untuk membuat dugaan seperti itu ya? Pertama ada Foto cewek di Laptop yang tulisanya "mas Robi belajar yang rajin ya !!!", kedua Sering keluar malam dan pulang larut malam dengan alasan rapat. Masyallah setidaknya kejadian itu sudah melambungkan harapan Mama mengenai kebenaran orientasi seksual anaknya "Untung anakku masih normal, majang foto cewek di Laptop" mungkin begitu pikir Mama

Tapi Asa dan harapan itu kemudian hampir sirna ketika Mendengar Kabar Anaknya GAY baca Postingan "Jaka Nangrub BerGAYa", kejadian itu juga salah satu kejadian yang membuat shock si Mama.

Dan beberapa bulan terakhir ini kekhawatiran Mama semakin nampak dari setiap pembicaraan yang dilakukannya dengan Jaka Nangrub gini contohnya, tiba – tiba sebelum Sholat Maghrib di Mulai Mama tiba – tiba berkata

Mama : Rob, kamu gak pengen Punya pacar tha ?

Jaka Nangrub yang sedang pakai sarung pun agak kaget, kemudian menghampiri ibunya tersebut dan dia rangkul lalu Jaka Nangrub berkata

Jaka Nangrub : Ma, percayalah Anakmu ini nggak homo kok.

Kemudian Mama sambil tersenyum berkata

Mama : Pokoknya nanti kalo kamu punya pacar harus siap putus.

Kemudian Jaka Nangrubpun memulai Sholat, dalam Sholatnya ia merenungi kata – kata yang diucapkan oleh ibunya "Pokoknya nanti kalo kamu punya pacar harus siap putus", jika diresapi lagi kata – kata ini memiliki makna "Nak, percayalah kamu pasti kesulitan dalam menjalin hubungan pacaran, dan putus cinta adalah keniscyaan dalam hubunganmu, maka nanti jika kamu berpacaran persiapkan mentalmu sekuat mungkin, karena hubunganmu pasti tidak akan berjalan lancar" begitulah kira – kira jika kalimat pendek ibu Jaka Nangrub itu di intepretasikan dalam otak Jaka Nangrub.

Pernah juga kala itu ketika sedang menempuh perjalanan pulang dari ruamh salah satu teman Mama, Jaka Nangrub bercerita

Jaka Nangrub : Ma, kemaren itu lo si Damar nelpon temenku si Eko, terus dia bilang gini "Aku sama Anang mau kerumahmu", eh si Ekonya gak paham – paham, "Anang siapa seh" kata Eko, terus Damar Ngomong "Anang, masak kamu gakm inget Anang", "Anang yang mana sih" kata Eko, terus Damar bilang "Anang MAHO(MAHO: MANUSIA HOMO)". Eh baru paham si Eko.

Mama : ehm... Makanya kamu buktikan kalo kamu nggak MAHO (MANUSIA HOMO).

Terdiamlah si Jaka Nangrub, sambil ketawa sendiri dan berkata dalam hati "hahaha, mama sudah benar – benar khawatir dengan kenormalan orientasi seksual anaknya"

Dan yang paling gila sih waktu si Mama mau berangkat Umroh, sebelum berangkat mama bertanya pada Anak – anaknya "Minta Do'a apa disana?"

Mama : Rob kamu minta di Do'a in apa?

Jaka Nangrub : ehm ... apa ya, oh ini aja ma, Do'ain supaya Pacarku Perempuan.

Kemudian berangkatlah Mama dan Papa Umroh ke Tanah Arab

Pulang dari Umroh mama berkata pada Jaka Nangrub

Mama : Rob Do'a mu sudah tak sampaikan di depan Ka'bah

Jaka Nangrub : Do'a yang mana ma???

Mama : itu Lho Do'a mu yang minta dapet Pacar Perempuan, Mama yo kudu ngguyu kok waktu di depan Ka'bah doa "Ya Allah semoga Pacarnya Robi Perempuan"

Sekali lagi Jaka Nangrub dibuat tertawa terpingkalpingkalsambilmakansandal oleh keluguan si Mama. Do'a Gak bermutu macam apa itu yang dibawa jauh – jauh dari dataran "Jamrud Khatulistiwa" ke "Tanah Suci Mekah", perjalanan nun jauh dan menghabiskan banyak uang itu membawa Do'a Minta Pacar Perempuan, ya sudah kewajiban lah kalo laki – laki ya pasangannya perempuan, gak usah pake Do'a Kalo kayak gitu. Untung aja Orang – orang Arab itu gak tahu Do'a Mama, mungkin kalo mereka tahu, mereka akan berkata "Nih bu, kalo mau Anaknya dapat pacar perempuan, onta saya ini juga kebetulan masih Jomblo, bawa aja barangkali cocok sama anak ibu dan bisa segera lanjut kepelaminan, kita jadi besan deh" dan mama akan pulang Haji dengan membawakan seekor unta betina sebagai pacar untuk anaknya.

Ya seperti itulah kira – kira kisah tentang rintihan hati orang tua yang mengkhawatirkan kenormalan orientasi seksual anaknya semoga cerita kali ini menghibur dan menjadi inspirasi bagi para pembaca untuk tetap hidup normal

NB : Do'a "Minta pacar Perempuan" tidak ada di "Buku Tuntunan Doa" manapun percayalah.


 

Senin, 15 November 2010

Senandung Masa SD part 2


Tampaknya Blog ini sudah seringkali menunjukkan kebodohan – kebodohan yang dilakukan oleh Jaka Nangrub, maka tulisan kali ini akan mengungkapkan sisa kecerdasan yang bisa dilakukan oleh Jaka Nangrub , apakah benar Jaka Nangrub memiliki sisa kecerdasan, apakah tulisan ini hanya kebohongan belaka, apakah para pembaca dibohongi langsung aja baca cerita berikut

Sejak TK Jaka Nangrub sudah harus berkutat dengan beratnya menuntut ilmu, sampai – sampai mama mengkursuskan anaknya itu kepada salah satu pendidik yang terkenal dikotanya (baca: Rantau Prapat, Sumatra Utara *masih bingung? Cari sendiri di Google Earth*), di tempat kursus Jaka nangrub tidak hanya bertemu dengan makhluk – makhluk yang senasib (baca: gak bisa ngikuti pelajaran di kelas) tapi juga manusia – manusia cerdas doyan belajar, anak TK hingga SD bercampur baur jadi satu belajar secara sporadis menanyakan kesulitan – kesulitan dalam pelajaran pada pengajar yang tersedia, kalau kalian bertanya gimana wujud pengajarnya maka akan aku deskripsikan bentuknya, tubuh besar, dengan wajah khas oriental rambut dikeriting warna kecokalatan di cat sendiri dan tentunya dengan wajah yang maha garang, terkadang Jaka nangrub berpikir "Ini tempat kursus atau kamp militer sih ?", ruangan seluas garasi isi dua mobil menampung lebih dari 20 anak, tentu saja seperti kelakuan anak – anak SD pada umumnya semua ramai, blingsatan, kesetanan, mengahafalkan catatan, mengerjakan soal – soal semua jadi satu dalam ruangan itu, semua larut dalam kegiatan belajar, terus dimana letak militernya? Ya itu gurunya yang tidak segan – segan untuk berteriak – teriak layaknya komandan, mengajarkan dengan sabar kemudian seketika akan murka jika yang diajarkan tak kunjung dapat terserap oleh "Prajurit". Kadang – kadang Jaka Nangrub sering minta bolos gak ikut kursus dengan berbagai alasan, namanya juga anak – anak.

Berkebalikan dengan Jaka Nangrub , mas Dana, kakak kandung Jaka Nangrub adalah orang yang sangat menguasai ilmu pengetahuan, bahkan tak jarang kecerdasannya dia adu dengan guru – guru, banyak guru yang takjub dengan kecerdasan dan kerajinannya dalam belajar. Ada seorang guru dari tanah jawa yang begitu membanggakan mas Dana atas segaka prestasi belajarnya, selain itu mungkin karena hubungan etnis juga kali ya (baca: sama – sama dari Jawa),namanya Ibu TITIN (ingat ya TITIN jangan di plesetin), nah begitu mengetahui bahwa Jaka Nangrub adalah adik kandung dari mas Dana, bu Titin girang bukan main, karena apa? Tentu saja karena dia berharap akan mengajar anak yang juga se excelent mas Dana. Dulu, waktu mas Dana di ajar bu Titin, guru ini kerap kali meminjam catatan pada mas Dana mungkin maksudnya jadi contoh buat anak – anak lain agar meniru kerajinan dari mas Dana, karena bu Titin menganggap Jaka Nangrub sama pintarnya dengan Mas Dana maka pernah satu kali Ibu Titin meminjam catatan pada Jaka Nangrub, tapi ya itu Cuma sekali habis itu kapok dia, buku catatan acak – acakan kaya kertas buat mbungkus sayur di pasar, bukannya berisi catatan malah berisi gambar – gambar robot, Dragon Ball, Power Ranger dan sebagainya. (maaf bu, kami tidak bisa disamakan !!!)

Jaka Nangrub mengikuti kursus dan melompat dari satu tempat kursus ke tempat kursus yang lain, walaupun sebetulnya tidak signifikan untuk mendongkrak kemampuan belajarnya, namun dari sekian banyak kursus yang diikuti oleh Jaka Nangrub, tempat kursus yang paling membuahkan hasil adalah kursus yang ia ikuti ketika menginjak kelas 6 SD, dimana anak – anak SD sudah berada pada tingkatan paling senior, masih terukir jelas nama guru yang berhasil mendidik Jaka Nangrub dengan sepenuh hati, paru – paru, jantung, limpa, dan ginjal, namanya adalah ibu MANURUNG, guru matematika dari suku batak, manurung sendir adalah nama marganya. Dengan tangan dinginnya Nilai – nilai Jaka Nangrub menanjak dengan signifikan, kursus kali ini memang berbeda konsep Bu Manurung kala itu hanya mengajar dua orang manusia saja yaitu Jaka Nangrub dan satu lagi Bona (sekarang jadi mahasiswa Teknik Elektro ITB),pelajaran di berikan secara Privat di rumah Bona, Bona ini anaknya lebih pintar dari Jaka Nangrub tapi tulisannya acakadut gak karu – karuan, bu Manurung paling Frustasi jika disuruh untuk menafsirkan setiap "sandi rumput", "Hirogliph", "aksara Batak" yang tertulis pada buku catatan milik Bona, kadang – kadang dibantingnya buku catatan si Bona untuk menunjukkan rasa frustasinya sambil berkata "TULISAN APANYA INI ???, MACAM CAKAR AYAM PUN KU LIHAT" dengan aksen Bataknya.

Karena sudah kelas 6 SD maka itu artinya setelah itu akan ada Ujian Kelulusan bertajuk EBTANAS, kata EBTANAS sendiri sering menjadi momok bagi pelajar, tak terkecuali pelajar Sekolah Dasar, nilai EBTANAS ini yang akan menentukan kelulusan dan di SMP mana kamu akan berlabuh. Kegiatan belajar mengajarpun meningkat percaya – gak percaya anak masih SD kelas 6 sudah padat jadwal dari Jam 7 pagi sampai jam 7 malam non stop terisi dengan Ilmu pengetahuan Anak SD, stopnya paling kalo BAB(buang Air besar) itupun biasanya BAB sambil baca buku, EDAN..., oh iya ada satu kebiasaan Jaka Nangrub yang aneh ketika SD yaitu membawa semua buku pelajaran dalam satu tas ransel, hal ini dilakukan karena seringkali Jaka Nagrub lupa jadwal dan meninggalkan salah satun buku, atau mungkin semuanya, daripada repot – repot bawa aja semua begitulah pikiran Jaka Nangrub, berat tas dengan isi seluruh pelajaran bisa mencapai 5 kg, tapi ya kadang – kadang masih ada juga buku yang tertinggal (hadeh...). Jadi gini agenda belajar Jaka Nangrub setiap hari Senin ampe Sabtu jam 7 sampai jam 12 belajar di sekolah, jam 1 sampai jam 4 kursus di sekolah, jam 4 sampai jam 7 malam bahkan lebih belajar dengan Ibu Manurung di rumah Bona, jadi setiap hari rute belajar Jaka Nangrub adalah RUMAH – SEKOLAH (naik Mobil) – Rumah Bona (Jalan Kaki 0,5 km sambil bawa tas 5 kg) – Pulang.

Belajar rajin setiap hari guna menghadapi Ebtanas itulah yang dilakukan Jaka Nangrub dan Bona, suka duka belajar dilalui bersama, dan pada suatu hari guru masuk dan mengumumkan bahwa untuk mengahadapi Ebtanas akan di adakan "try-out" dari depdiknas, Try out ini begruna untuk memberikan gambaran pada para siswa suasana ketika menghadapi ujian Ebtanas, semua dibuat semirip mungkin dengan suasana Ebtanas termasuk LJK (Lembar Jawaban Komputer), isi pada lembaran inilah yang paling menentukan nasib anak – anak SD kala itu, salah tulis sedikit hancurlah masa depan. Semua murid bersiap mengikuti try – out tak terkecuali Jaka Nangrub dan Bona, belajar semakin di tingkatkan untuk mendapatkan nilai terbaik di Try – Out, karena nilai baik di Try – Out akan meningkatkan kepercayaan diri ketika menghadapi Soal – soal Ebtanas yang sesungguhnya. Selain belajar untuk mengerjakan soal – soal Jaka Nangrub juga berlatih untuk menghitamkan lingaran – lingkaran yang ada pada LJK tersebut.

Akhirnya hari yang di janjikan itu tiba semua sibuk dengan dirnya masing – masing, hari ini semua anak SD akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama di Dunia (lho iki Try Out opo wis nang Akhirat heh?), semua gugup mengahadapai soal – soal pada lembar soal, dengan persiapan yang matang selama ini Jaka Nangrub berhasil menjawab semua soal yang ada bahkan Jaka Nangrub juga menjawab Soal – soal yang tidak ada, sangking siapnya. LJK diserahkan dan tinggal berdoa saja pada Alloh YME semoga semua berjalan dengan benar sesuai harapan.

Akhirnya setelah beberapa minggu menunggu hasil Try Out ditampilkan, kertas putih berisi nilai setiap mata pelajaran tepampang pada kertas putih berukuran A4 tersebut, semua melihat dengan antusias, sebagian girang, sebgaian puas dan sebagian kecewa, termasuk kegolongan manakah Jaka Nangrub apakah ia termasuk dalam golongan orang – orang kafir yang merugi? Dan betapa terkejutnya Jaka Nangrub ketika ia membaca bahwa setiap nilai pada setiap nilai mata pelajaran berisi angka 0 dan lainnya angka... gak ada Cuma ada ngka nol artinya nilai Jaka Nangrub untuk setiap mata pelajaran adalah "nol bin kosong bin zero", apakah bu Manurung telah gagal mendidik Jaka Nangrub, apakah memang otak Jaka Nangrub kedap pelajaran dan ilmu pengetahuan ?. Jaka Nangrub mencoba mencario – cari nama lian barangkali ada orang yang senasib dengannya biasa sikap setan, selalu mencari teman, ternyata cuma dia yang nilainya "NOL MUTLAK" Jaka Nangrub berusaha TEGAR. Dan surat panggilan ke orangtua pun dilayangkan, Mama dipanggil sekolah. Mungkin oleh pihak sekolah disuruh untuk segera memindahkan anaknya pada sekolah lain, daripada menurunkan BONAFIDITAS dari sekolah yang bersangkutan. Pulangnya mama menunggu didepan gerbang sambil memamerkan muka sebal yang ditahan, Jaka Nangrub menghampiri sambil mempersiapkan diri caci maki macam apa yang akan ia terima. Mama menghampiri Jaka Nangrub dan merangkul anaknya itu sambil berkata



"Rob, Bisa – bisanya kamu salah nulis nama !!!"

"Hah, ada apa ini ?masak? Perasaan aku sudah menuliskan nama dengan benar", pikir Jaka Nangrub

Mama : kamu tulis gimana nanamu di LJK ?

Jaka Nangrub : ya namaku lah

Mama : gimana tulisannya ?

Jaka Nangrub : ya biasa lah "ANANG ROBIANTO ASNAR"

Mama : MASYAALLAH, nak namamu itu ngejanya "ANANG RUBYANTO ASNAR"

Jaka Nangrub : ah masak? La terus mama kok kalo manggil aku ROBI bukan RUBY ?



Jadi setelah sekaian tahun dilahirkan dimuka bumi Jaka Nangrub baru mengetahui nama yang sebenarnya setelah kelas 6 SD, kelas 6 SD baru bisa menuliskan nama dengan benar , kebodohan macam apa ini ?, jangan - jangan Jaka Nangrub bukan hanya tidak bisa menuliskan namanya dengan benar, tapi juga tidak bisa menggambarkan jenis kelaminnya dengan benar.

Pantesan aja nilainya TRY OUT Jaka Nangrub gak keluar lha wong namanya salah tulis, ya gak tedaftarlah, Pukulan keras hasil TRY OUT ini yang kemudian membuat Orang – orang seperti bu Manurung dan Mama keranjingan untuk mengajari Jaka Nangrub lebih keras lagi, setiap hari berdoa pada Alloh YME agar EBTANAS nanti berakhir indah.

Akhirnya hari EBTANAS tiba, hari itu ilmu yang dikenyam selama duduk dibangku sekolah dasar dipertaruhkan, asal kalian tahu pembaca yang budiman, Jaka Nangrub tidak benar – benar bisa menjawab semua pertanyaan pada soal EBTANAS, beberapa soal ia kerjakan dengan asal – asalan dengan bantuan penghapus, penghapus membantu ujian gimana cerianya tuh ?, oke gini EBTANAS kan soalnya Pilihan Berganda antara A sampai D jadi penghapus putih yang tak berdosa merek Steadler itu oleh Jaka Nangrub di coret dengan huruf A – D di masing – masing sisi, lalu ia lemparkan ke udara kayak Dadu, jika menunjukkkan sisi "A" maka ia hitamkan Jawaban "A" pada lembar jawaban begitu seterusnya untuk soal – soal yang tidak bisa ia Jawab. Jadi tidak hanya ilmu SD yang ia gunakan, Ilmu Judi selama jadi bandar Togel juga ia terapkan dalam mengerjakan soal – soal EBTANAS, dan secara mengejutkan hasilnya luarbiasa Jaka Nangrub menjadi


MURID DENGAN NILAI EBTANAS TERTINGGI DI SEKOLAH DENGAN PEROLEHAN 46,65 dari 5 MATA PELAJARAN

Artinya nilai rata – rata 9 untuk setiap mata pelajaran, edan tho?, Bona berada di urutan ke dua dengan perolehan 46,60 , beda tipis tho ?. itu lah rasanya menjadi orang paling beruntung se dunia dengan modal penghapus mampu mendapatkan nilai terbaik se Sekolah, rasanya kalau ANDY F NOYA tahu, bakal di ikutkan dalam acara KICK ANDY paling si Jaka Nangrub, sebagai Orang - Orang paling beruntung di Indonesia hahahaha.

Teman – teman itulah sekelumit kisah dimana keberuntungan bisa mengubah hidup seseorang, semoga menghibur...



Selasa, 28 September 2010

Si Gembul Tukang Nebeng

sudah lama tidak ada kejadian bodoh yang berhasil terlacak oleh "radar kebodohan" akhir - akhir ini, tapi pagi ini ada kebodohan super heboh yang dilakukan oleh adik Jaka Nangrub kebodohan macam apakah itu mari kita simak ceritanya.

Seperti yang telah diceritakan sebelumnya adik Jaka Nangrub yang kita sebut saja "si Gembul" sudah mulai berkuliah di Unair Jurusan Akuntansi, meskipun sudah kuliah bukan berarti dia bisa hidup dengan mandiri, sehubungan dengan umurnya yang masih 16 tahun maka ia belum berhak untuk mengendarai kendaraan bermotor sekelas Sepeda Motor, Mobil, atau Dokar sekalipun (emang dokar bermotor?). sehingga sebagai seorang yang tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor maka satu - satu nya cara ia bisa bermobilisasi di tengah padatnya arus lalulintas Surabaya adalah dengan nebeng alias numpang, salah satu temannya yang paling sering ia mintai tolong adalah MARSELI (anggap saja bukan nama sebenarnya), ia adalah teman sekelas si Gembul tatkala SMA , konon katanya MARSELI adalah Singkatan dari MARET, SELASA, LEGI, hari kelahirannya, asik gak tuh ?, bisa jadi referensi bagi kalian yang ingin cari nama kira - kira apa namanya ya kalo lahirnya JANUARI, RABU, PAHING ?  JERAPAH kali ya? 

Oke lanjut, Marseli alias Seli ini yang secara berkala setiap pagi di telpon oleh si Gembul untuk dimintai nebeng, kebetulan rumahnya Seli memang nggak terlalu jauh, tapi kalo di suruh jalan gak mau juga. biasanya si Gembul akan datang dulu kerumah si Seli, baru berangkat bareng, gimana caranya si Gembul ke rumah Seli ? yang jelas ia nggak akan membiarkan dirinya sendiri menanggung beban dengan berjalan kaki, maka dengan semena - mena ia akan menyuruh masnya yang tampan, sabar, penyayang,20 tahun, setia, islam, cacat mental, lemah iman, gak pake saos, di bungkus gak pake lama (iki opo tho? tuku cap cay opo kontak jodoh), ya si gembul akan dengan semena - mena, seenaknya sendiri, dan terkadang memaksa, agar Jaka Nangrub mau mengantarkan tubuh bulatnya ke rumah Seli, kadang - kadang kalo si Nangrub lagi males nganter, maka gembul akan memanggil Mama dengan mengucap Mantra "Ma, Mas Robi gak mau nganter aku ma !!!", karena si Mama juga gak mau nganter juga, maka berkolaborasilah Mama, Papa dan si Gembul untuk membuat Jaka Nangrub menyalakan si Kama Supra dan mengantarkan Gembul hingga ke Rumah Seli, kadang - kadang sangking semena - menanya dia bisa bilang gini ke Jaka Nangrub "Mas, besok tolong aku anterin ke rumah Seli ya jam 6 tepat jangan telat !!!" dia anggap ini adalah kalimat minta Tolong karena ada satu kata tolong disana, tapi kalo dari Intonasinya lebih  mirip kalimat perintah.

"Nebeng Untuk Nebeng" itu lah yang dilakukan si Gembul di Pagi hari , kalo Ahli Biologi mungkin akan mengatakan ini dengan istilah "MULTIPARASITISME", hampir setiap pagi ada 2 orang sial yang harus menerima kendaraanya diduduki oleh onggokan daging seberat 67,5 kg (gak tahu pastinya sih, kira - kira segini lah), yaitu Jaka Nangrub dan Seli. kadang  gak habis pikir kenapa si Seli kok mau - maunya nebengi si Gembul, ntah belajar Hipnotis dimana si Gembul, sehingga bisa membuat Seli terus menerus mau dimintai tolong. untungnya si Gembul selalu menelopon dahulu sebelum akan nebeng Seli, setidaknya dengan sedikit kebaikan hati yang ada di hatinya, si Gembul memberikan kesempatan bagi Seli untuk berdoa, minta maaf ke orang tua kalo ada salah, beribadah sebanyak - banyaknya selagi bisa (La kok kayak mau didatengi Izrail gitu ?). 

nah seperti biasa pagi ini si Gembul akan berangkat kuliah, semua sudah siap tinggal berangkat, si mama sudah mulai nyuruh - nyuruh Jaka Nagrub untuk mengantarkan adiknya itu, dengan berat hati Nangrub bersiap - siap,  si Gembul datang menghampiri Telepon dan mulai Menelepon Seli, Nangrub duduk di depan TV sambil liat berita  

Si Gembul : Halo, ini Seli ya?, aku bisa nebeng kamu kan ! (kalimat yang mengintimidasi)

Suara Di Seberang Telepon : bukan ini mamanya Seli !!! (rekaan)

S G : heh jangan Bohong, ini Seli kan, suaranya gini kok !!!

S D ST : bukan ini mamanya Seli (masih rekaan)

S G : ah masak sih, gak percaya, jangan bohong kamu Sel !!!

dan ntah apa yang telah di katakan oleh orang di seberang telepon kemudian sesaat kemudian si Gembul mulai menyadari bahwa Orang di Sebarang telepon memang MAMA si SELI adanya !!!.

S G : Lho ini bener mamanya Seli ya? (kikuk)

Gendeng tho.... Ibunya Orang di marah - marahin, pagi - pagi lagi, mimpi apa tuh Ibunya si Seli semalam. mungkin si Seli 

ternyata setelah berhasil memarahi Ibunda dari Seli,  tidak menyurutkan niat dari si Gembul untuk nebeng ke Seli, ia tetap bangga dengan kepala mendongak dan Helm yang agak Kedodoran mendatangi rumah Seli dan minta di Tebengi, wah benar - benar orang yang teguh pendiriannya makhluk Gembul yang satu ini.

oke bagi teman - teman pembaca sekalian saya harap kalian bisa mengambil pelajaran dari sini

"Jangan pernah menebeng pohon sembarangan, Hutan adalah Paru - Paru Dunia" 

nantikan cerita bodoh lainnya, sampai jumpa !!!


    

Rabu, 08 September 2010

Gembul berkuliah

sudah lama tidak menulis membuat saya merasa berdosa, baiklah saya akan mulai menulis lagi karena kebetulan ada beberapa hal yang sepertinya patut untuk kalian ketahui tentang keadaan keluarga Jaka Nangrub.

Jadi ini beritanya Adik dari Jaka Nangrub yang kita sebut saja "si Gembul" bukan nama sebenarnya akhirnya di terima dengan sangat terpaksa sebagai mahasiswa Universitas Airlangga (Unair)*plok.... plok.... plok....*(si Gembul ngegampar muka Nangrub).
Sebenarnya si Gembul menargetkan UI sebagai tempat ia akan menuntut ilmu, namun memang kehendak tuhan memang lebih tinggi daripada kehendak setan (baca: si Gembul), "Kun Faya Kun" jadilah si Gembul masuk ke Unair.
kenapa si Gembul ingin kuliah di UI ? pertama sih dia suka karena nonton Soe Hok Gie (teman - teman ini bukan artis Korea percayalah !), terus ngeliat Jas Almamater UI yang berwarna kuning kayak Partai Lambang Pohon Beringin kok keren. maka ia cita - citakan lah kuliah di Depok tempat UI bersarang.
sangking seriusnya pengen masuk UI si gembul sampai nanya keluarga sial mana di Jakarta yang kira - kira mau nampung dia untuk tinggal selama belajar nanti, juga membeli berbagai aksesori dari UI seperti stiker - stiker, kalah banyak kali anak UI kalo masalah jumlah stiker almamater.
Nasi sudah menjadi bubur tidak bisa dikenyam lagi, si Gembul sudah kadung nyebur akhirnya menyelam lagi (opo tho rek iki?).
di Unair si Gembul memilih untuk masuk ke dalam fakultas yang telah memberikan keudua orang tuanya gelar sarjana yaitu fakultas Ekonomi jurusannya Akuntansi, belum sampai ia kenyam pendidikan ilmu ekonomi di bangku kuliah otaknya yang memang sensitif terhadap uang sudah mulai berpikir kejadiannya ketika makan berbuka puasa begini kejadiannya.

si Gembul : grauk... grauk.... nyam.... nyam....slurp.... nyam.. grauk... grauk... burp....

Jaka Nangrub : .... (makan sama mbajak sawah mirip banget nih si gembul)


selesai ia makan ia berkata pada nangrub 


si Gembul : mas, kamu tahu nggak harga ikan bandeng ini?

Jaka Nangrub : nggak !, napa emang?

si Gembul : ini harganya tiga ribu perak mas !

Jaka Nangrub : terus...

si Gembul : nah gini mas, aku kalo naik Lyn (baca : Angkot) dari sekolah ke rumah kan bayarnya tiga ribu tuh.

Jaka Nangrub : ya, lalu?

si Gembul : nah mas kira - kira kamu milih mana naik angkot mbayar tiga ribu perak atau kamu milih

"Jalan Kaki sambil makan bandeng"?

pertanyaan paling sarap untuk menemani makan malam. andaikata si Gembul menanyakan pertanyaan macam ini di samping makam Sir Adam Smith si Bapak Ekonomi, bakal hidup lagi kali dia untuk memberikan hadiah Nobel ekonomi.

Gimana mikirnya coba, masak ongkos angkot di tuker ama ikan Bandeng, andaikan orang - orang pada milih ikan bandeng dari pada naik angkot maka Jakarta tidak akan lagi macet seperti sekarang, karena seluruh masyarakat Jakarta akan makan ikan bandeng sambil jalan kaki menuju kantor.

Dik semoga di Jurusan Ekonomi Akuntansi kamu sukses menjadi ekonom sekelas "Adnan Buyung Nasution" (ngawur, iku lak pengacara le)       

Minggu, 22 Agustus 2010

Jaka Tarub dan Jaka Nangrub Epilog


Pernahkah kalian mendengar kisah tentang Jaka Tarub?, itu lho kisah tentang pemuda miskin merantau di kota yang setelah kaya durhaka pada ibunya terus di kutuk jadi rocker (baca: Batu), JAMBAN !!! iku lak ceritane Malin Kundang seh..., okeh yang benar adalah dongeng "Jaka Tarub" berkisah tentang seorang pemuda tampan yang secara tidak sengaja menemukan tujuh bidadari khayangan tengah mandi di kolam, mengapa para bidadari harus mandi di kolam yang ada di bumi?, konon katanya saat itu perusahaan PDAMK (Perusahaan Daerah Air Minum Kayangan) kesulitan menyediakan air bersih karena ada salah satu "kathok kolor"(baca: celana kolor) dari dewa yang tidak bertanggung jawab nyemplung di salah satu bak penampungan PDAMK, maka tercemarilah air seluruh kayangan dengan bakteri dan virus yang bersarang pada selangkangan sang dewa.

Melihat kecantikan para bidadari yang seperti personel "Girls Generation" (Girl Band asal Korea, favorit Jaka Tarub) timbul keinginan Jaka Tarub untuk memperisteri salah satu dari tujuh bidadari itu maka dengan perasaan berani malu ia curi salah satu "selendang terbang" milik para bidadari, harapannya seorang bidadari tidak bisa terbang ke khayangan dan menetap di bumi, licik nian si Jaka Tarub!,setelah berhasil mencuri tanpa di lihat para bidadari ia sembunyikan "selendang terbang" milik bidadari itu dalam celana panjang corak army miliknya. Setelah para bidadari kayangan mandi dan gosok gigi maka mereka segera berpakaian, mereka kenakan baju warna putih bersih dan rok panjang warna abu – abu dan tidak lupa dasi dan juga topi berlambang Tut Wuri Handayani, lho ini Jaka Tarub ngintip bidadari atau anak SMA mandi hah?, ehm... ternyata kebetulan Bidadari kayangan yang saat itu sedang mandi adalah para BBG alias Bidadari Baru Gede, "pantesan kok ada miniset diantara pakaian – pakaian tadi" pikir Jaka Tarub. Di antara tujuh bidadari itu tampak seorang bidadari kebingungan mencari – cari sesuatu tentu saja bidadari itu adalah bidadari yang selendang terbangnya di curi oleh Jaka Tarub, keenam bidadari yang telah berpakaian rapih satu persatu terbang menuju ke khayangan, tinggallah satu bidadari yang masih sibuk mencari selendangnya "Jembat !!!, tak deleh kene lo selendang terbang iku mau, nang endi yo ?, sing nyolong nggak selamet pokoke sial tujuh turunan !!!", Jaka Tarub yang sedari tadi bersembunyi diantara semak belukar mulai merinding "Masyaallah kelakuan bidadari jaman sekarang,mukanya imut kayak anak sekolahan asalnya sih dari khayangan tapi mulutnya dari selokan !!!" pikir Jaka Tarub.

Jaka Tarub akhirnya keluar dari persembunyiannya diantara semak – semak tempat para binatang berkembang biak itu, ia memberanikan diri mendekati sang bidadari yang sedang menangis tersedu – sedu dan mulai menghantamkan tinjunya pada batu – batu kali yang keras sebagai pelampiasan kekesalannya, pemandangan yang cukup menakutkan memang namun karena kecantikan paras dan kemolekan sang bidadari serta balutan baju seragam SMA membuat Jaka Tarub nggak kukuh untuk menggebet sang bidadari.



Jaka Tarub : Mbak ..., lagi ngapain? (dengan nada lembut dan pura – pura tidak tahu apa yang terjadi)

Bidadari : Siapa kamu !!! (dengan nada takut, karena baru pertama kali bertemu dengan manusia)

Jaka Tarub : Saya Jaka Tarub mbak, lha embak ini siapa kok nangis sendiri di hutan?

Bidadari : ngapaian kamu kesini, kamu pemerkosa ya?

Jaka Tarub : bukan mbak, saya ini tadi jalan – jalan la kok denger ada perempuan nangis dari arah sungai ini, makanya saya kesini, ada yang bisa saya bantu? (dengan nada bicara sopan dan santun)



Melihat sikap sopan santun dari Jaka Tarub, bidadari itu mulai tenang dan jinak, dengan malu – malu ia memperkenalkan diri



Bidadari : Nama saya "Ratna Wangi", singkatan dari "Bidadari Cantik Masih Perawan Dan Sedang Sendiri".

Jaka Tarub : Oalah..., mbak ini bidadari to!, pantesan kok cantik (ngegombal), kita cocok lho mbak Jaka Tarub itu juga singkatan Jaka itu singkatan dari "Jomblo Sampai Sekarang", Tarub itu nama asli saya pemberian orang tua saya

Bidadari : Ah Gombal... laki – laki.

Jaka Tarub membuktikan kata – katanya dengan mengeluarkan KTR (Kartu Tanda Rakyat) dari dalam dompetnya, tertulis di dalam KTR tersebut nama "Tarub", dan pada Status Kawin terisi "Jomblo". bukti yang kuat ini membuat Ratna Wangi mau tidak mau mempercayai Jaka Tarub.

Jaka Tarub : Bener to mbak! aku nggak nggombal !, btw mbak kok bisa – bisanya bidadari khayangan nyasar ke sini (Jaka Tarub bertanya bagaikan membawakan acara Kick Andy, acara talk show favoritnya).

Pertanyaan itu dijawab Ratna Wangi dengan aura melankolis persis seperti di Film – film produksi Bollywood, mulailah ia bercerita bagaimana kondisi PDAMK hingga ia kehilangan "selendang terbangnya", Jaka Tarub pun mendengarkan dengan seksama cerita dari "Ratna Wangi" sampai awan mendung tiba – tiba muncul, hawa dingin mulai berhembus di dalam hutan, hujan akan segera membasahi bumi, dengan gentle Jaka Tarub menawarkan tempat tinggal di rumahnya, Ratna Wangi tidak punya pilihan lain, "dari pada kehujanan, kedinginan dan bertemu dengan makhluk – makhluk bumi yang aneh mendingan aku ikut si Jaka Tarub deh" pikir Ratna Wangi.

"Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, berbeda – beda tetapi tetap satu jua" adalah ungkapan paling ngawur untuk menjelaskan "cinta datang karena terbiasa", kebaikan hati Jaka Tarub telah membius Ratna Wangi dalam cinta yang memabukkan, strategi pencitraan ala pemimpin negerinya ia aplikasikan untuk membuat Ratna Wangi jatuh dalam pelukannya, akhirnya setelah sebulan tinggal bersama, Ratna Wangi mau diperisteri oleh Jaka Tarub, pernikahan itu dilakukan sederhana dengan panduan dari uztadz dadakan yang biasa mengawinkan saudagar dari negeri Arab dengan neng geulis dari puncak, dengan mas kawin seperangkat alat mandi dibayar semampunya pernikahan mereka sah. Bulan madu pun mereka lakukan secara sederhana dengan paket wisata bertajuk "Ekowisata" dimana kandang sapi tetangga menjadi kamar hotelnya.

seminggu berlalu, pengantin baru itu menikmati segala"hal baru" bagai dunia milik berdua, dan makhluk lain menyewa. Pada minggu berikutnya Jaka Tarub mulai meninggalkan pencitraan baik yang ia biasa tampilkan di depan isterinya semasa pacaran dulu, Jaka Tarub tidak pernah bekerja kerjaannya di rumah cuma Facebook-an, Twitter-an, nge-Blog, dan buka – buka situs porno yang katanya akan di blokir oleh kerajaannya. Selama ini Jaka Tarub mengaku bekerja sebagai pegawai di istana tapi ternyata ia tidak berangakt kerja melainkan bermain – main dihutan. Ratna Wangi Cuma bisa mengelus dada melihat kelakuan suaminya tersebut sambil mengerjakan pekerjaan – pekerjaan rumah sebagai ibu rumah tangga, untung saja Ratna Wangi masih memiliki kekuatan khayangan sehingga ia bisa merubah sebatang padi menjadi nasi plus ayam goreng dan minuman yang merupakan Paket Hemat untuk berdua dari KFC (Khayangan Fried Chiken). Namun seiring berjalannya waktu batangan padi yang tersedia di dalam lumbung milik Jaka Tarub menipis, mau tak mau Ratna Wangi harus berusaha mencari pekerjaan untuk menafkahi keluarga.

Ijasah SMAK (Sekolah Menengah Atas Khayangan) ternyata sudah tidak laku lagi di dunia manusia ini, ijasahnya paling mentok membawa dia pada pekerjaan SPG (Sales Promotion Girl), menyesallah Ratna Wangi, "kenapa aku dulu gak masuk SMKK (Sekolah Menengah Kejuruan Khayangan), kalo aku punya keterampilan aku pasti lebih bernilai dibandingkan sekolah di sekolah yang prestisius tapi gak dapet keahlian apapun" sesal Ratna Wangi.

Keadaan menjadi semakin keruh ketika Ratna Wangi mengandung, kandungannya lemah karena usia perkawinan yang masih muda dan makan makanan Junkfood dari KFC (Khayangan Fried Chiken) setiap hari, belum genap 9 bulan Ratna Wangi mengandung bayinya lahir yang kemudian di beri nama "Jaka Nangrub" Jaka diambil dari nama Ayahnya sedangkan Nangrub adalah gabungan dari Ratna Wangi dan Tarub. Wajahnya tampan namun ada sedikit kelainan otak yang menyebabkan mentalnya terganggu sedikit, lagi – lagi karena usia perkawinan yang muda dan juga makanan yang tidak sehat, Ratna Wangi semakin dirundung kesedihan "ngapain aku nggak ikut program KB yang dicanangkan kerajaan?" sesal Ratna Wangi.

Sekarang Jaka Tarub punya mainan baru sekarang selain ngenet, Jaka Tarub juga rajin bermain – main dengan anaknya si Jaka Nangrub, intensitas ngenetnya jadi berkurang satu hingga dua jam lumayan bisa menghemat pembayaran listrik yang terus naik dari zaman ke zaman. Suatu hari ketika Jaka Tarub dan Jaka Nangrub bermain – main tanpa sengaja Jaka Tarub mengeluarkan "selendang terbang" milik isterinya, ia pilin kain selendang itu hingga padat lalu ia kibaskan dengan cepat pada pohon sehingga menimbulkan bunyi *ctar...*, Jaka Tarub memperlihatkan kemampuannya dalam menimbulkan bunyi yang keras dengan selendang, permainan seledang usai tatkala secara mengejutkan terdengar teriakan keras "ITUKAN SELENDANG TERBANGKU !!!", ternyata Ratna Wangi melihat kejadian itu. Timbullah percekcokan diantara mereka terkait "selendang terbang" itu, pertikaian keluarga yang berlarut – larut itu akhirnya tidak bisa mencapai proses damai hingga harus di selesaikan dengan cara perceraian, Jaka Tarub yang tidak tahu diri berniat mempertahankan pernikahan mereka namun "Ratna Wangi" sudah kehilangan rasa cinta akibat perbuatan Jaka Tarub yang mencuri "selendang terbang"nya. Jaka Tarub menjadikan "Hotman London Hutapea" sebagai kuasa hukum, Hotman London ini terkenal sebagai Pengacara handal yang kala itu tengah menangani kasus Video porno salah satu "penghibur kerajaan" yang bernama Cut Nyanyi. Ratna Wangi juga tidak mau kalah dengan menjadikan "OB Kaligus" sebagai kuasa hukumnya, OB Kaligus ini pengacara yang cukup senior dan juga menangani kasus yang mirip dengan kasus Hotman London bedanya klien dari OB Kaligus adalah "Arul Puterpan" dan kekasihnya "Lupa Maya".

Perceraian Jaka Tarub dan Ratna Wangi ini menjadi sorotan publik karena melibatkan Manusia dan Bidadari khayangan, bahkan setiap sore wajah mereka dapat di jumpai pada acara "Insrot Investigasi" yang pembawa acaranya membawakan acara dengan gaya berlebihan. Pengadilan akhirnya mengabulkan gugatan cerai Ratna Wangi dan berhak atas "Selendang Terbang" dan hak Asuh Jaka Nangrub. Dengan bekal seadanya Ratna Wangi membawa Jaka Nangrub terbang pulang ke Khayangan.

Tinggalah Jaka Tarub sendiri, namun kesedihannya tidak berlangsung lama karena tersiar kabar dari khayangan kalau PDAMK lagi – lagi mengalami kesulitan memasok air bersih untuk penduduk khayangan " Isteri baru aku datang" khayal Jaka Nangrub.

Apakah yang terjadi dengan Jaka Nangrub setelah itu? Apakah ia mengacau khayangan dan dihukum di gunung lima jari ? baca kelanjutan ceritanya ya. 

Kamis, 19 Agustus 2010

Cinta Terlarang.

Mengerjakan tugas secara berkelompok adalah satu hal yang pasti di Jurusan PWK bin Perencanaan Wilayah Dan Kota bin Tata Kota bin Planologi. Biasanya teman yang menjadi kelompok dalam mengerjakan tugas ini selalu sama dari tugas satu ke tugas yang lain, agar semua tugas bisa dibagi tanpa menghilangkan kepentingan dari tiap kelompok. (paham gak?, kalo gak paham, gak usah dipahami gak penting juga kok!).

Postingan kali ini tidak menceritakan bagaimana Kami mengerjakan tugas, tapi tentang cinta terlarang (wew kayak judul lagu tuh), begini kisahnya.

Ada satu waktu ketika itu dimana Jaka Nangrub memiliki kelompok tugas yang terdiri dari empat anggota (termasuk Nangrub di dalamnya), ke empat Anggota kelompok tersebut adalah Mr.Fantastic, Invicible Woman, Human Torch, dan the Thing (Lho Fantastic Four ta iki ?), ini anggota kelompok yang sebenarnya dengan nama yang disamarkan. Jaka Nangrub (pasti lah), "Adi" (Bukan nama sebenarnya), "Woro" (bukan nama sebenarnya), dan "Dana" (Bukan Dana sebenarnya). (Trauma banget pakai nama asli nang?), ketika itu mereka menginjak semester 4, dan kala itu Jaka Nangrub telah berusia 19 tahun.

Karena rumah Jaka Nangrub adalah rumah yang paling mudah dijangkau, punya ruang luas dan pembantu di perumahannya cantik – cantik (opo hubungan'e !!!), maka rumah Jaka Nangrub secara tidak formal ditetapkan sebagai tempat berkumpul untuk mengerjakan tugas – tugas.

Adi adalah mahasiswa yang terkenal sebagai seorang Playboy Kelas Cupang ,konon katanya telah berhasil memikat hati wanita sejumlah dengan usia nya, jika usianya "X" tahun maka dia telah berhasil memacari sejumlah "X" wanita (kalau di rata – rata berarti 1 tahun hidup untuk 1 perempuan), kondisi yang sangat bertentangan dengan Jaka Nangrub.(sudah jangan menyesali nasib terus).

Ketika sedang mengerjakan tugas – tugas Kuliah di rumah Jaka Nangrub tak Jarang Adi menelpon dengan mesra wanita yang tengah menjadi incarannya. Dan Jaka Nangrub dan teman – temannya yang lain hanya bisa mendengarkan dengan takjub kemesraan yang mereka umbar. Konon katanya wanita incaran Adi adalah dara Cantik yang berasal dari Ibukota negara Indonesia, sebut saja "Nindi" bukan nama sebenarnya yang dikemudian hari benar – benar menjadi pacarnya.

Kemesraan yang di umbar Adi selama mengerjakan tugas, tak jarang dibagi – bagikan pada teman – teman jomblonya yang malang, misalnya dengan memberikan kami para Jomblo kesepian kesempatan untuk bicara dengan Pacarnya tersebut, kalau di dengar – dengarkan dari suaranya yang seksi dan mendesah – desah, kayaknya benar kabar burung yang beredar bahwa cewek ini Yahoot punya (Baca: Cantik banget). Percakapan yang terjadi di telepon antara Nindi dan Jaka Nangrub beserta temannya di telepon pertama kali adalah perkenalan diri, dengan perasaan takut – takut kayak dapet telpon dari Presiden karena masuk dalam nominasi "Penduduk Paling Jomblo Tahun Ini".

Nindi: Halo, Aku Nindi.

Jaka Nangrub : Halo Aku, Anang Rubyanto, 19 tahun,Jomblo, Kuliah di PWK, NRP 3607.100.046

Nindi : oh ini Nang to!, Kamu yang rumahnya dipake jadi Basecamp (baca: Tempat berkumpul untuk mengerjakan tugas) itu ya?

Jaka Nangrub: Iya, kok Kamu tahu sih?

Nindi : Tahu dong Adi kan sering cerita!

Jaka Nangrub : Terus Adi cerita Apalagi?

Nindi : Adi sering Minta makan di Rumahmu, sering niduri kamarmu, terus Kamu itu udah Jomblo selama 19 tahun kan,terus pacarmu yang sekarang Gagang Pintu kamarmu sendiri.

Jaka Nangrub : udah – udah... cukup...!, kayaknya Adi sudah cerita terlalu banyak tentang aku. dan aku tegaskan "Gagang Pintu" bukan Pacarku.

Dari cerita yang di umbar oleh Adi, konon dara muda belia yang menjadi kekasihnya tersebut sudah mapan dengan pekerjaan yang tetap di salah satu kantor pemerintahan, dan juga memiliki banyak teman – teman wanita cantik model – model majalah . dan tentu saja dengan usia yang lebih tua dari lelaki yang menjadi teman kami. Kalo gak salah udah 20-an (Sudah siap kawin lah).

Mengetahui bahwa ia memiliki teman – teman yang maha maknyus, maka kami para Jomblo – Jomblo kesepian memanfaatkan kesempatan itu untuk "memesan" satu temannya biar ia yang carikan sesuai dengan kriteria yang kita berikan (udah kayak mau beli Laptop aja). Jaka Nangrub dan Dana adalah satu dari sekian mahasiswa yang belum pernah mengenyam manisnya percintaan sama sekali sehingga jika ditanya,"Kamu mau cewek yang gimana? ", mereka Cuma menjawab "Bernafas dan Ada Lobangnya", maka tidak salah kalau kemudian Jaka Nangrub mendapat paket tumbuhan "Kantong Semar" dari Jakarta (nggak lah,Nindi Gak pernah mengirim Kantong Semar ke Surabaya!).

Woro yang lebih berpengalaman dalam urusan percintaan karena pernah berpacaran beberapa kali dan sudah memiliki kriteria wanita yang menjadi pilihannya menjawab dengan tegas "Yang Wajahnya Oriental, Halal (Agama Islam), dan tidak Pedas" (Kayak pesen Makanan aja).

Selain menawarkan teman – teman modelnya yang berada di Ibukota, Nindi juga kerap kali menanyakan masalah percintaan dengan Kami (Nangrub, Woro, dan Dana), berkaitan dengan hubungan percintaannya dengan teman kami Adi, kadang – kadang merasa di pecundangi juga berada dalam permainan cinta dua insan ini. Namun entah kenapa kami mau saja menanggapinya. Woro yang lebih berpengalaman dalam percintaan memberikan nasihat – nasihat dan pandangannya tentang cinta seadanya, berdasarkan pengalaman yang dialaminya selama ini. Sedangkan Jaka Nangrub yang paling buta soal Cinta, tak bisa berkata apa – apa malahan sering di beri nasihat oleh Nindi,dari semua lelaki itu yang paling tertarik berbicara Cinta adalah Dana, Pria ULTRAMELANKOLIS ini selalu menjawab pertanyaan – pertanyaan tentang hubungan percintaan dengan jawaban – jawaban serius, kadang – kadang terlalu dramatis, disadur dari lagu – lagu Dewa yang menjadi salah satu kegemarannya. Padahal pria yang satu ini sama saja nasibnya dengan Nangrub, belum punya pacar sama sekali, paling keras Cuma "ngejar – ngejar" doang dengan hasil nihil. jawabannya Bahkan seolah – oleh dia adalah Pria yang paling penuh dengan pengalaman tentang Cinta, kadang – kadang sangking Intimnya sampai obrolan yeng terjadi antara Nindi dan Dana dilakukan terpisah dari ruangan tempat temannya yang lain berada. Padahal pacarnya ada lo gimana sih perempuan ini?.

Kadang – kadang si Nindi juga dengan usilnya menggoda kami Jojoba (Jomblo –Jomblo Berbahaya), misalnya dia bilang kalo dia mau putus dengan Adi dan akan Memilih salah satu dari kami. Jujur saja walaupun mengharapkan juga, tapi Jaka Nangrub memiliki firasat buruk tentang perempuan yang satu ini, suatu ketika pernah Nindi berencana datang ke Surabaya untuk menjumpai teman – teman hina dari kekasihnya tersebut beserta dengan teman – teman cantiknya, yang kemudian akan di Lanjutkan ke Bali (wow). (tapi gak pernah terjadi sama sekali).

Pada suatu ketika Dana datang ke Rumah Jaka Nangrub seperti biasa Cuma untuk numpang bernafas dan mengganggu hidup dari temannya ini. Dana mengeluarkan handphone lalu mulai berbicara dengan nada mesra layaknya tengah berbicara dengan wanita, Jaka Nangrub sih Bodo amat, gak peduli. Terus telepon di tutup dan Dana mulai bicara tentang Nindi. Nangrub langsung mencium bau tak sedap dari pengkhianatan hubungan pertemanan sepertinya. Jaka nangrub yang tidak pernah memperdulikan perilaku seseorang membiarkan saja kelakuan temannya tersebut, selama tidak mengganggu hidupnya Jaka Nangrub tak kan peduli.

Beberapa minggu kemudian Dana datang lagi ke rumah dengan perilaku yang belum banyak berubah (menelpon wanita dengan mesra), di tutupnya telepon kemudian ia berkata pada Jaka Nangrub "Nang sekarang Aku dan Nindi telah bersama (baca :Resmi Berpacaran)!", dengan wajah malu – malu namun penuh kemenangan persis kayak wajah Kera sakti yang baru dilepaskan dari Gunung Lima Jari oleh Tong Sam Cong. (Asem!!! piye to? temen dewe di tikam dari belakang!!!)

Jaka nangrub pun Cuma bisa mengingatkan kepada tamannya tersebut "hati – hati ya, jangan sampai karena hubungan ini terus hubungan kerja kelompok menjadi buruk dan mempengaruhi nilai" selebihnya  nangrub tidak akan melarang karena ia tahu bahwasannya tidak ada keinginan yang lebih kuat dibandingkan dengan keinginan seorang "Jomblo gelap mata untuk mendapatkan Pacar".

Hari – hari berikutnya dilalui Jaka Nangrub dengan penyiksaan mental besar – besaran, bagaimana tidak, Jaka Nangrub harus berjam – jam meladeni cerita cinta dari temannya yang memang baru menikmati masa Pacaran untuk yang pertama kalinya(Padahal belum pernah bertemu mereka ini, Cuma ngobrol lewat telepon aja).pembicaraan Dana kepada Nangrub seolah – olah mengaatakan "Hahaha aku dah dapet pacar, kamu belum !!!selamat menjomblo selamanya, HAHAHAHAHAHA !!!".

Dana : Nang tahu nggak kalo Nindi ini bapaknya Perancis lo, ini bapak yang kedua bagi dia (baca : bapak tiri)

Jaka Nangrub : Hem... (sambil mengerjakan kegiatan yang lain pura – pura sibuk)

Dana : Nang, dia itu lo katanya sering keliling Eropa kamu tahu naggak?

Jaka Nangrub : hem... (Mau orang Perancis kek, mau Israel lah, Zimbabwe, gak ngurus aku cak!)

Pertanyaan – pertanyaan gak penting seputar Nindi pun berputar – putar membayangi Nangrub *Tidak......*

Penderitaan tidak berakhir sampai disitu terkadang dengan wajah kebapakaannya itu (baca : Om – Om),Dana bercerita 

Dana : "Nang kayaknya semester depan Kami bakal menikah deh!"

Jaka Nangrub : "ehk..." (menahan diri untuk memuntahkan empedunya).

Dana :"tahu nggak kita udah berencana bakal punya beberapa anak"

Jaka Nangrub: hah?(beranak pegasus pun aku gak peduli )

Dana : "Nang dia lagi sakit lo, merintih – rintih gitu di telepon"

Jaka Nangrub : (Hei siapa yang peduli, mati juga nggak ngurus aku)

Dana : "Nang, minggu depan dia bakal datang ke Surabaya lo! Khusus menemui aku"

Jaka Nangrub : EKH... HMK...(nahan muntah, empedunya udah sampai di mulut)

Pembicaraannya seolah – olah sudah hubungan yang serius, padahal baru ngobrol lewat telepon beberapa minggu. Dan Nangrub dalam ketersiksaan mental yang amat sangat tersebut mencoba berpikir jernih dan menganalisa.

Dalam pikiran Nangrub "Gak mungkin orang senorak Dana yang tengah menjomblo lebih lama dari aku mendapatkan dara cantik maha maknyus hanya dengan beberapa kali percakapan lewat telepon, kemungkinaannya satu Dana sedang dipermainakan oleh perempuan ini. Ntah itu sebenarnya dia nggak cantik atau bisa juga dia bukan perempuan sama sekali."

Bagaimana kelanjutan kisahnya, apakah Dana berhasil bertemu dengan Nindi di Surabaya, Apakah Nindi Cantik, apakah Mereka akan benar – benar menikah simak di Postingan lanjutannya ya!.

Kamis, 22 Juli 2010

Jurus Siulan Maut, Aksara Jawa & Aksara Kebalik


Postingan ini akan menceritakan kebodohan masa SMA Jaka Nangrub ketika ia harus berjibaku dengan pelajaran, minimnya kecerdasan, dan juga masalah dengan guru, berikut kisah lengkapnya.



Kelas XI adalah kelas di mana Jaka Nangrub mengalami kehancuran bidang akademik, selama di kelas XI, Nangrub harus berjibaku dengan segala bentuk Remidi alias "Ujian Ulangan" dan juga pelecehan terhadap beberapa guru (wis goblok bejat pisan), sebenarnya menghina para guru tersebut tidak dilakukan dengan sengaja oleh Jaka Nangrub, namun "Insting Aneh" telah menggiring dirinya untuk terus berbuat hal - hal aneh dan tolol.



Bukannya memperbaiki keadaan saat kelas XI, Jaka Nangrub malah masuk dalam lembah kebodohan, pilihannya untuk duduk di barisan kursi paling belakang bersama dengan ketiga temannya Adit, Amal, dan Amel telah membuat dirinya semakin terpuruk dalam jurang kebodohan.



Sebetulnya kasihan mereka, gara – gara terlalu dekat dengan Jaka Nangrub menyebabkan mereka terjangkiti "Virus Bodoh", contohnya si Adit, dia sebenarnya adalah anak yang pintar terbukti saat ini ia terdaftar di FKG (Fakultas Kedokteran Gigi) sebagai tukang sapu eh... mahasiswa melalui Jalur SPMB, jalur dengan cara paling sulit, dan dengan kesempatan paling kecil, tapi ketika sekelas dan sebangku dengan Jaka Nangrub segala potensi akademiknya mandeg, pelajaran Bahasa Inggris adalah keahliannya, jadi kalo nyontek ulangan terutama bahasa inggris Jaka Nangrub selalu mengandalkan manusia yang satu ini.

Si Amal dan Amel yang duduk dekat dengan Jaka Nangrub juga termasuk yang Suspect Virus "Virus Bodoh Jaka Nangrub" karena kerap kali mendapat gangguan ketika menerima pelajaran dari guru, Amal dan Amel juga dua orang siswa yang menjadi objek hina – hinaan oleh Jaka Nangrub, yang membuat bingung kenapa mereka betah saja duduk berada dekat dengan Jaka Nangrub tak pernah sekalipun tersirat dari mulut mereka ingin pindah tempat duduk, pindah kelas, apalagi pindah sekolah.



Bercerita tentang pelecehan terhadap guru, sempat beberapa kali dilakukan oleh Jaka Nangrub,sebenarnya hal itu dilakukan tanpa unsur kesengajaan sama sekali, bayangkan saja Jaka Nangrub pernah memanggil seorang guru dengan cara "BERSIUL" ,persis kayak manggil burung kutilang untuk kawin terbang (bukan kawin lari), jadi gini ceritanya.


 
Saat itu pelajaran Kimia sedang berlangsung, materi disampaikan oleh Ibu Arni, ini salah satu guru yang cantik dan suaranya paling seksi di SMAN 6 saat itu, materi disampaikan panjang lebar, kemudian terjadi diskusi yang agak rumit tentang pelajaran kimia yang diajarkan saat itu, sehingga diskusi antara murid dan guru tak dapat terelakkan.namun diskusi panas itu segera berakhir setelah bunyi bel istirahat berbunyi. Yess...



Selesai jam istirahat, pelajaran kimia kembali dimulai yang artinya jam - jam membosankan akan berlangsung kembali, bu Arni menulis sesuatu di papan tulis sambil berkata "ada yang mau bertanya?", Damar mengangkang eh... mengangkat tangan, Damar adalah teman sekelas Jaka Nangrub yang duduk disebelah kanan bangku Jaka Nangrub dan Adit.



Damar tetap mengangkat tangan sambil berusaha memanggil – manggil bu Arni namun karena saat itu Kondisi bu Arni menghadap ke papan tulis dan suasana kelas agak gaduh maka bu Arni tidak menggubris Damar sama sekali, setelah beberapa kali dipanggil dia tidak juga menoleh, maka dengan segala "Insting Aneh" yang ada Jaka Nangrub membantu Damar untuk memanggil bu Arni dengan bersiul keras


 
SUIT...SUIT...

 
Ternyata suara siulan keras Jaka Nangrub berhasil menarik perhatian Bu Arni dan memaksanya menoleh mencari sumber suara,



Bagaikan hyena Afrika kelaparan mencari kijang di padang savana, mata bu Arni yang indah memburu mencari murid kurang ajar yang berani bersiul padanya

kemudian matanya tertumbuk pada seorang anak dalam kelas yang mengacungkan tangan,otak cerdasnyanya langsung membuat hipotesa, "tidak salah lagi bocah ini (Damar) yang bersiul memanggilku". dan Bu Arni berteriak dalam kelas.


 
DAMAR, TIDAK SOPAN KAMU !!!, KAMU YANG BERSIUL TADI YA?

 
Damar yang polos kebingungan sambil berkata "Bukan saya bu, Sumpah !!!" jarinya yang tadi hanya telunjuk bertambah satu jadi dua perlambang ia bersumpah, Bu Arni yang berang gak mau tahu, baginya ini pelecehan besar, Jaka Nangrub yang menjadi pelaku, terdiam tegang, tak berdaya, mampus udah nilai -nilainya jelek sekarang malah menghina guru,(matek kon nang, kapan kapokmu !!!), suasana kelas yang tadinya ramai kayak pasar ikan mendadak jadi hening, kemudian terjadi perdebatan yang lebih sengit daripada perdebatan mata pelajaran Kimia yang tadi di bicarakan, tentu saja dengan pelaku Damar dan bu Arni yang saling ngotot, untungnya Deni, teman sebangku Damar kemudian berkilah bahwa yang bersiul itu anak- anak kelas Sosial yang tepat berada di belakang kelas tempat mereka belajar (kelas Jaka Nangrub berada sebenarnya adalah aula yang disulap menjadi 3 kelas, kelas XI IPA 6, XI IPA 7,dan XI IPS, pemisahnya hanya pintu kayu yang kayak garasi).

Deni menenangkan bu Arni dengan berucap "Anak - anak Sos bu, yang ramai tadi pakai siul –siul juga!", ternyata kata – kata itu manjur untuk menenangkan hati bu Arni, dia jadi tenang, lalu Damar kembali mengajukan pertanyaan yang tadi tercekat di tenggorokannya. dan Jaka Nangrub selamat dari Bu Arni.(maafkan aku Damar, maafkan aku Bu Arni!!!)



Adalagi kejadian bejat yang lain yaitu menuliskan nama pada lembar Jawaban ulangan dengan "Aksara Jawa" kalau dilihat sekilas maka lembar jawaban itu akan terlihat seperti wasiat dari raja syalendra daripada kertas ulangan, tulisannya tentu saja "Anang Rubyanto Asnar",waktu itu ujian Biologi dijaga oleh Bu Supartinah

 
Kertas ulangan dengan dengan nama bertuliskan Aksara Jawa, jawaban ngawur plus gak bermutu diserahkan pada bu Supartini, kemudian Jaka Nangrub kembali ke tempat duduknya, tiba – tiba Bu Supartinah memanggil dengan keras

 
Bu Supartinah : ANANG RUBYANTO ASNAR

 
Jaka Nangrub : saya bu.

 
Bu Supartinah : Ke sini kamu !.

 
"Mampus deh aku" kata Jaka nangrub dalam hati

 
Jaka Nangrub : ada apa bu?

 
Bu Supartinah : Ini bukan pelajaran Bahasa Jawa ya !!!, ini pelajaran biologi, ubah nama mu ini ke bahasai Indonesia, kalau tidak tidak saya terima ulanganmu.

 
Untung aja waktu itu si Jaka Nangrub Cuma disuruh merubah nama yang aksara Jawa menjadi tulisan Indonesia, coba kalau gurunya agak gila mungkin bu Supartinah akan berkata

 
Bu Supartinah : Anang Rubyanto Asnar

 
Jaka Nangrub : Saya bu.

 
Bu Supartinah : ke sini Kamu !.

 
Jaka Nangrub : Ada apa bu?

 
Bu Supartini : kalau kamu suka bahasa Jawa sekalian aja jangan nanggung – nanggung, karena saya mengapresiasi usahamu untuk mempertahankan warisan budaya Jawa, maka saya perintahkan kamu untuk mengubah seluruh jawaban dalam lembar ulanganmu ini kedalam aksara jawa semua, KALAU NGGAK, NGGAK AKAN SAYA TERIMA, gimana?



Bisa mati berdiri jaka Nangrub tuh, la wong kemampuan menulis aksara jawanya ya cuma namanya itu saja, itupun dia gak tahu pasti tertulis dengan benar atau tidak. Ya salam..., tambah hina lagi karena ujian Biologi itu berakhir dengan nilainya jelek pula , haduh.... Udah goblok sok bergaya pula.



Satu lagi hal bodoh yang dilakukan oleh Jaka Nangrub, apakah itu? Teman – teman pembaca sekalian,dengan bejatnya Jaka Nangrub menulis di kertas ujiannya sebuah surat yang ditulis dengan huruf terbalik saat ujian semester dua yang juga berarti ujian kenaikan kelas



Bagaimanakah tulisan terbalik yang ditulis oleh Jaka Nangrub tersebut, berikut contohnya:



"keleJ ailiN ayaS ireB nagnaJ" : "Jangan Beri saya nilai jelek"


Jaka Nangrub berhasil menulis "Surat dengan aksara terbalik" pada beberapa orang guru,satu lembar jawaban berisi rata – rata sebanyak 5 baris, lumayan kan, Isinya adalah mengiba untuk diluluskan darik kelas XI dengan catatan nanti kelas XII akan belajar dengan baik, sebenarnya Jaka Nangrub gak terlalu berharap guru – gurunya itu paham, ternyata guru – guru yang itu dapat memahami semua tulisan – tulisan si Jaka Nangrub



Berawal ketika Jaka Nangrub menunggu di jemput sama si Mama di depan bioskop Mitra, ketika menunggu ia bertemu dengan guru Bahasa Indonesianya yaitu Bu Siti Muntini, Nangrub menebar senyum dan menyapa, dan bu Siti membalas dengan berkata, "Suratmu sudah aku baca nang", sontak jaka Nangrub berkeringat dingin, dan bu Siti hilang berlalu bersama dengan bemo yang menghantarkan ia pulang ke rumahnya.



Tak Cuma bu Siti ternyata, Bu Arni yang sebelumnya juga pernah menjadi objek pelecehan martabat oleh Jaka Nangrub juga bisa memahami arti dari tulisan terbalik yang ada di lembar Jawaban milik Jaka Nangrub tersebut, walhasil di kertas Ujian jaka nangrub ketika di kembalikan ada tambahan catatan,yang ditulis pada baris paling bawah



Bertuliskan

"NGGEDABRUS tok!!!"
(arti: BESAR OMONG DOANG !!!)


Pusing Jaka Nangrub mempertanggung jawabkan kebodohan – kebodohannya, untungnya ia berhasil juga naik kelas XII tentu saja setelah Remidi sana – sini dan waktu penerimaan rapor ternyata jaka Nangrub bukanlah siswa dengan Rangking terbawah, Wow, berarti ada yang lebih goblok dong dari Jaka Nangrub?, pasti mengenaskan hidupnya, bayangkan saja gimana rasanya lebih bodoh dari Jaka Nangrub, kayaknya bodohnya itu udah paling ujung, kalau di kurvakan mendekati nilai tak hingga gitu.

Siapakah siswa yang lebih bodoh dari Jaka Nangrub tersebut, apakah ia manusia?, ternyata yang rangkingnya berada paling bawah itu bukan karena dia bodoh tapi itu adalah murid yang pada tengah semester meninggalkan SMAN 6 Surabaya untuk sekolah di Yogyakarta. Hahaha, Jaka Nangrub tetap juara satu dari bawah.



Saya menghimbau kepada para pembaca untuk tidak melakukan perbuatan – perbuatan bodoh diatas

Yaitu : Bersiul untuk memanggil Guru, menuliskan aksara Jawa pada lembar Jawaban, dan menulis dengan tulisan terbalik.



aynnaitahreP satA hisaK amireT

Rabu, 21 Juli 2010

Jaka Nangrub mencari Jurus!!!


Postingan kali ini akan membahas bagaimana Jaka Nangrub harus berjibaku dengan kebodohan, dan berusaha untuk naik ke kelas XI, ketika ia masih sekolah di SMAN 6 Surabaya.

Jaka Nangrub adalah salah satu murid yang terkenal dikalangan guru, tentu saja bukan karena ia cerdas atau berprestasi di bidang akademik, melainkan karena ia sangat rajin mengikuti "Ujian Ulang" yang memiliki bahasa latin "Remidius Akibatus Nilai Jelekus".


Dengan mengikuti "Ujian Ulang" bukan berarti Jaka Nangrub adalah siswa yang gila mengerjakan soal – soal ujian sehingga merasa tidak puas dengan satu kali ujian,sehingga ia memuaskan dirinya dengan meminta ujian – ujian lagi. "Ujian Ulang" diberikan kepada siswa karena guru yang merasa tidak puas dengan nilai yang terpampang di lembar jawaban siswa yang bersangkutan.


Sudah tidak tehitung jari lagi jumlah Remidi yang harus dilalui Jaka Nangrub pokoknya jari tangan plus jari kakimiliknya sudah tak sanggup lagi untuk dijadikan alat bantu menghitung, andai kata waktu SMA ada kelompok FBR (FANS BERAT REMIDI), sudah barang tentu Jaka Nangrub akan didapuk sebagai pemimpinnya, ibarat kerajaan "Remidi" Jaka Nangrub sebagai Rajanya. Orang tua Jaka Nangrub harus meningkatkan kecerdasan anaknya itu dengan mengirimkan anaknya itu ke LBB lokal, trus ada Guru les privat dipanggil ke rumah, guru ngaji bantuan spiritual, sampai - sampai ikut LBB di Bandung selama kurang lebih 1 minggu selama libur semester 1 kelas X, pake nginep di rumah guru lesnya gitu, mungkin istilahnya "HOMESTAY", selain disediakan pelajaran disana juga disediakan akomodasi dan makan.nama LBB nya tuh "Genius Klub".(baiknya Jaka Nangrub masuk "MORRON CLUB")


Namun karena kebebalan otak Jaka Nangrub untuk diisi dengan pengetahuan yang bermanfaat, sehingga selama "homestay" di Bandung yang ia dapatkan hanya makan - makan, cuci mata ngeliat eneng – eneng geulis Bandung, nggodain anak guru les (sekali lagi,anak guru les, bukan pembantunya!), ilmu yang berhasil didapatkan juga sedikit.

Tiap hari yang ada dipikiran Nangrub hanyalah "Neng geulis macam apalagi yang akan kutemui esok hari?"(utekmu wedok tok cak !, sinawu lah !) iri hati menjangkiti Jaka Nangrub tatkala melihat anak sang tentor yang masih kecil sekitar 3 tahun dibelai – belai dengan mesra oleh siswi SMA Bandung yang konon katanya turunan para bidadari khayangan yang suka kayang (opo seh?), sedangkan Jaka Nangrub,tak ada satupun diantara gadis – gadis itu yang tertarik untuk memberikan belaiannya. (Mengkhayal terus nang!!!).


Semua usaha telah agar Jaka Nangrub dapat masuk Jurusan IPA di kelas XI saat itu, kedua orang tua Jaka Nangrub sudah takut setengah mati jangankan untuk masuk kelas IPA, untuk naik kelas saja sepertinya butuh mukjizat, sampai pada akhirnya Jaka Nangrub diakhir perjuangannya untuk naik kelas membuat perjanjian tak tertulis dengan tuhan,



"Ya Alloh kalo aku naik kelas dan masuk IPA, aku berjanji akan berjalan kaki dari sekolah sampai rumah".

 
Saat itu Jaka Nangrub sekeluarga masih tinggal di Raya Darmo, rumah dinas, tepat di samping Mc Donald. jaraknya kurang lebih 10.000 JJN (Jengkal Jaka Nangrub), dengan asumsi 1 jengkal = 20 cm, jarak sekolah rumah = 2km (gak penting!!!!!). nazar yang dilakukannya ini kurang lebih berjarak 3 bulan sebelum Penerimaan rapor.


Saat itu yang mengambil rapor adalah si Papa, tersiar kabar bahwa dari kelas Jaka Nangrub setidaknya ada 2 orang siswa yang lulus dan masuk ke Jurusan IPS, perasaan takut menjamahi Jaka Nangrub.


Apakah Jaka Nangrub termasuk dalam golongan dua orang itu?

Ternyata eh ternyata pada saat pembagian rapor, Jaka Nangrub dinyatakan lulus kelas X dengan Predikat "Memalukan", dan masuk kejurusan IPA. Jaka Nangrub senang bukan main mencak – mencak senang,kayak tikus kebanyakan makan sabun, Jaka Nangrub juga gak tahu itu hasil keringatnya sendiri, atau ada hasil keringat pembantunya juga (hubungannya apa sama pembantu?).


Ternyata rumor teman sekelas Jaka nangrub yang masuk ke jurusan IPS itu benar, yang satu perempuan karena memang tertarik masuk jurusan IPS sedangkan yang satu lagi karena sial, sangat mungkin rapornya tertukar dengan Jaka Nangrub, "siapa peduli?, yang penting masuk IPA" pikir Jaka Nangrub


Naik kelas XI rasanya kayak lulus SMA, Jaka Nangrub menyalami teman – teman sekelasnya. Tak hentinya ia mengucap syukur dan berterimakasih pada pak Dahlan guru Biologi yang konon katanya merangkap pakar kecantikan rambut


Teringatlah Jaka Nangrub akan janjinya pada Alloh SWT yaitu berjalan dari sekolah sampai rumah, yang jadi masalah adalah sebelum aku nerima rapor kurang lebih sebulan sebelumnya, orang tuaku memutuskan untuk pindah rumah ke Jalan Klampis Anom III no.9 daerah Surabaya Timur, karena rumah yang di jalan Raya Darmo akan dijadikan sebagai kantor cabang oleh Bank Mandiri, sehingga jika dihitung ulang jarak yang harus ditempuh Jaka Nangrub dalam nazar itu berubah dari yang tadinya cuma 10.000 JJM menjadi 6,5 Km atau sama dengan 32.500 JJM. Tiga kali lipat lebih jauh coy !


Mungkin Alloh sengaja memberi lebih banyak cobaan pada Jaka Nangrub, mungkin nazarnya memang kurang, kalau 2 Km Cuma bisa lulus kelas X, 4 Km untuk masuk ke jurusan IPS, dan harga yang harus dibayar untuk naik kelas XI dan masuk jurusan IPA adalah 6 Km.


Saat itu Jaka Nangrub cuma bisa memandang langit sambil memohon pada Allah,



"Ya Alloh aku kan nazarnya di rumah Darmo jadi aku jalan ampe Rumah Darmo aja ya, ya Alloh Pliss !!!"


Tanpa menunggu persetujuan dari Tuhan, Jaka Nangrub memutuskan untuk berjalan dari sekolah hingga rumahnya yang di Darmo, mungkin akan Impas jika Jaka Nangrub berjalan dengan gaya nungging seperti Ayam betina Ambeien pengen bertelor, Nangrub cuma berpikir tuhan maha pemaaf.


Setelah Nazar dilaksanakan Euforia dilanjutkan dengan bermain bersama dengan ERVAN ADITYA P bin Chafid, dan RIKY bin Irzon di Game Station setempat.


Ternyata kondisi kecerdasan Jaka Nangrub saat Kelas XI IPA gak lebih baik dari kelas X, malah tambah ancur lebur seancur – ancurnya paling ancur dalam 3 tahun bersekolah di bangku SMA, mungkin Allah masih dendam karena Jaka Nangrub cuma menjalankan 1/3 nazar doang.tuhan diajak Kompromi sudah gila kamu nang !

Untung aja Jaka Nangrub dulu nazarnya gak terlalu aneh - aneh, coba kalo dia nazar gini



"Kalo aku masuk IPA, aku bakal bertelur di pagi hari sambil berkokok ",


sudah jadi Maskot KFC, atau Restoran "Ayam Goreng Nyonya Suharti" kali dia sekarang



terima kasih untuk Galih yang memintaku mengangkat cerita ini di Blog


 

Senin, 19 Juli 2010

Siksaan Satu Semester


Postingan kali ini akan menceritakan tentang kebodohan yang dilakukan Jaka Nangrub ketika melewati hari – hari pertama di bangku perkuliahan, berikut kisah lengkapnya.

Ospek yang dilaksanakan di ITS umumnya cuma diadakan selama 4 hari, tapi pada kenyataannya senior dengan senang hati telah meluangkan waktunya untuk melaksanakan ospek untuk mahasiswa baru selama 1 semester alias 6 bulan (Argh...), bahkan kalau diperlukan senior tidak segan – segan untuk memberi perpanjangan waktu hingga satu tahun tergantung situasi kondisi (terdengar teriakan hore dari kejauhan, tapi yang jelas itu bukan teriakan mahasiswa baru).

Kenapa bisa sampai terjadi ospek yang berlarut – larut ?, tentu saja karena memebentuk pola pikir siswa menjadi pola pikir mahasiswa butuh waktu lebih dari 4 hari.katanya sih gitu.

Apa saja yang dilakukan senior selama masa ospek 1 semester tersebut ?ada macam – macam umumnya senior mengajak para junior untuk mengikuti kegiatan – kegiatan kemahasiswaan

Macam – macam "kegiatan kemahasiswaan" adalah : merokok, pacaran, nggodain dosen cantik, demo di rektorat, menyerang "Sie Keamanan Kampus", ini kampus mahasiswa apa kampus maling hah?, tentu saja bukan kegiatan macam itu yang disarankan oleh para senior, kegiatan yang dilakukan oleh para Junior adalah kegiatan yang positif dan bermanfaat diantaranya kegiatan "pelatihan manajemen diri", buka puasa bersama, bakti sosial,akan sangat menyesal jika tidak mengikuti kegiatan kegiatan tersebut, karena mumpung masih jadi mahasiswa baru, tugas – tugas belum banyak, waktu luang banyak, saatnya mencari teman dan pengalaman berharga.

Contohnya mengikuti Pelatihan Manajemen Diri kegiatan ini dilakukan bersama dengan jurusan – jurusan lain se fakultas yang artinya kesempatan untuk berkenalan dengan dara – dara ayu dari berbagai jurusan (otakmu cewek tok, tapi gak pernah dapet nang!!!), ada beberapa teman yang memanfaatkan kesempatan ini, salah satunya adalah Zahar(bukan nama sebenarnya), teman Jaka Nangrub ini secara sadar menggebet teman cewek yang ia kenal dari kegiatan Pelatihan Manajemen Diri, sayangnya berakhir pahit karena si cewek udah punya pacar anak yang sekolah – sekolah militer gitu, karena gerakan yang dilakukan Zahar kerap kali dianggap mengganggu sampai – sampai pacar si cewek yang gahar dengan latar belakang "Militer" nelpon dan mendamprat si Zahar. Nasibmu apes le !!!

Pengalam bakti sosial juga cukup memberi kesan, waktu itu para Mahasiswa Baru PWK melakukan bakti sosial ke "LIPONSOS" udah lupa aku kepanjangannya, yang jelas "SOS" dibelakang adalah singakatan dari Sosial, mesti ae lah mosok Sosis !,

LIPONSOS ini semacam lembaga yang menampung orang – orang yang nggak jelas, ada yang asalnya gak jelas, ada yang otaknya udah gak jelas alias gila,wajahnya juga udah gak jelas,masa depan gak jelas, kesimpulannya adalh lembaga ini pas banget untuk tempat menampung Jaka Nangrub !!!, lho?

Bahkan ada beberapa teman meyakini kalau Jaka Nangrub adalah Alumni lembaga sosial ini (mau gimana lagi memang pas sih?) jadi LIPONSOS intinya berguna sebagai tempat menampung "orang – orang nggak jelas" agar tidak berkeliaran di Kota menciptakan keributan dan menyebar kerusakan, diisi dengan orang yang jelas saja kota surabaya udah ruwet, gimana kalo kota ini diisi orang – orang nggak jelas, bisa karam Surabaya !!!.

Bakti sosial yang dilakukan Jaka Nangrub dkk, saat itu adalah bagi – bagi Biskuat (sekumat macan !!!), dan juga sembako kepada ketua yayasan.tentu saja ketua "LIPONSOS" adalah orang yang paling waras dilingkungan itu, yo mesti lah mosok sing paling gendeng ?.

Saat itu Mahasiswa baru dibagi menjadi dua kelompok golongan Adam & Golongan Hawa untuk membagikan "Biskumat" kenapa harus dibagi menjadi dua golongan kelamin, masuk kelompok manakah Jaka Nangrub?.Lho?.

Ternyata pembagian tempat tinggal (baca: Kurungan) di Liponsos dibagi berdasarkan Jenis Kelamin.

Perasaan takut mulai menghinggapi Jaka Nangrub ketika berada didepan pagar kurungan, sudah tampak di balik gerbang putih itu orang – orang nggak jelas dan nggak waras melambai – lambai padanya, diduga kuat mereka kangen dengan Jaka Nangrub yang konon katanya pernah menjadi pimpinan mereka ! ckckck.....

Pintu gerbang kemudian dibuka oleh petugas laki – laki yang juga baru 75% waras, masih menyisakan 15 % nggak waras dan 10 % abstain (emang'e Pemilu ?). dan adegan selanjutnya dapat ditebak, Maba PWK bercampur dengan penghuni Liponsos, Biskumat mulai dibagikan, sebagian penghuni menerima lalu menyimpannya, sebagian penghuni lagi membuka bungkusnya lalu memakannya, dan sebagian yang lain tampak sangat bernafsu makan hingga memakan biskumat sekaligus dengan bungkusnya. Ya salam...

Sebagian Maba PWK mulai mengajak bicara beberapa penghuni yang waras, diantaranya ada anak dari Jakarta yang ke sasar ke Surabaya, luntang – lantung nggak jelas di jalanan, dijebloskan ke LIPONSOS, Jaka Nangrub hanya memandangi tingkah laku orang – orang beberapa diantaranya tidak mengenakan pakaian sama sekali alias Bugil, ya salam ..., ini to jawabannya kenapa kok para Maba harus dibagi dulu berdasarkan Jenis Kelamin.(nggak perlu di jelaskan lagi kan?).

Selain kagiatan – kegiatan di atas senior juga sangat sumringah jika melaksanakan SIDAK

SIDAK adalah "InspekSI MendaDAK", untuk melakukan kegiatan macam ini ada resep yang harus dilakukan sang senior, baginilah kurang lebih cara membuat sidak:

1)Siapkan ruang untuk menempatkan Maba, jika tidak ada kelas bisa di lakukan di ruang dosen, kamar mandi, bahkan rektorat (cari mati nih senior).

2)Siapkan bahan - bahan kesalahan yang akan di limpahkan pada Maba.

3)Siapkan 58 mahasiswa baru planologi 07 yang masih cengeng dan masih suka netek sama bapaknya

4)Siapkan senior sedikitnya setengah dari jumlah junior untuk masuk kelas dan memberi suasana teror, diutamakan Senior – senior yang depresi nggak lulus – lulus, yang PMS, dan yang habis putus, agar efek amarahnya lebih nyata

5)Campur jadi satu.

6)Sidak siap dilakukan selagi hangat, tambahkan chery diatasnya dan juga daun mint(ini mbuat kue ta cak?).



Macam - macam kesalahan - kesalahan yang dapat dilimpahkan senior pada Maba, mulai dari Maba yang jarang menyapa Senior, gak pernah mbayari SPP senior, gak pernah ngasih senior parsel (senior ato preman kampung nang?), pokoknya macam - macam lah, nah saat berhadapan senior pun Jaka Nangrub tak juga luput melakukan kebodohan.



begini kejadiannya:



Sore itu saat kuliah tengah berlangsung Si Komting mendapatkan SMS dari Senior, yang isinya mengatakan "Adk2 jgn plg dl y qt mo mrah2in klian smua, slm syg seniormu muach !"

Dan saat perkuliahan berakhir Si Komting memberi Pengumuman "teman - teman, setelah kuliah ini, kita jangan pulang dulu ada senior mau masuk" (*musik latar neraka dimainkan*).

Lalu muncullah di hadapan Jaka nangrub dkk senior - senior dengan wajah – wajah gaharnya, ada senior yang tinggi gemuk kayak "Beruang Sirkus" yang lain berbadan tinggi dan suaranya ngebass, yang lain seperti pemimpin kaum dhuafa, bermacam – macam rupa dan wajah, tentu saja tidak semua menampilkan wajah gaharnya, beberapa senior masih menampilkan wajah sopan santun yang sudah disetrika dulu dengan rapika sehingga membuat terkesan Maba – maba wanita.

Senior mulai bicara tentang aksesori yang harus dipakai selama masih menjadi mahasiswa baru di jurusan PWK (istilah Maba baru akan terlepas setelah dianggap lulus oleh senior dari ospek yang diprogramkan oleh mereka), setelah "Topi Bola" Jahanam dulu ditolak, Maba PWK menggunakan kain berwarna coklat yang di ikatkan pada lengan sebagai aksesori. senior merasa tidak senang dengan juniornya yang tidak konsisten menggunakan atribut tersebut, dan sialnya Jaka Nangrub termasuk di dalam mahasiswa yang tidak pakai atribut hari itu. (mampus kau nang !!!).

Para Maba dalam keadaan duduk di bangku masing - masing sambil melihat kebawah (padahal gak ada apa -apa), sedangkan senior memberikan suasana yang tidak nyaman dengan berteriak – teriak, menyeletuk - nyeletuk kayak burung gagak birahi.



Sepintar – pintarnya paus berenang akhirnya kelelep juga, mata senior yang awas melihat Jaka Nangrub tidak menggunakan atribut.



Battle on !!!



Senior :
"MANA ATRIBUTMU HEH !!!"



Jaka Nangrub kaget sesaat, kemudian otaknya mulai memikirkan alasan yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan dari senior tersebut.



Jaka Nangrub : ehm... di ... cuci mas ...



Padahal sebenarnya ia tinggalkan di rumah begitu saja



ternyata pertanyaan senior tidak berhenti disitu kemudian senior bertanya lagi



Senior : "NGAPAIN KAMU CUCI HAH!!!"



Sekali lagi Jaka Nangrub berusaha berpikir cepat dengan menggunakan otaknya yang hanya bermesin "Bajaj"



Jaka Nangrub: ehm... biar... tampak indah mas.



Goblok cak, dimana – mana yang namanya di cuci itu biar bersih atau biar wangi, jawaban macam apa itu.



Jawaban "Tampak Indah " itu membuat para Maba nyaris kehilangan kendali diri, terdengar suara "hmpf..." dari mulut mereka
tanda menahan tawa.

Senior yang tidak ingin kehilangan suasana mencekam melakukan manuver menyerang Jaka Nangrub secara bersama – sama, dengan perkataan.



JANGAN MAIN – MAIN KAMU HEH !!!

 
Dan sekali lagi Jaka Nangrub berkilah dengan menjawab "saya gak main – main mas"

Setelah ceramah dan khotbah yang di tutup dengan sholat 2 rakaat, LHO sholat Jumat ta?, SIDAK sore hari itu selesai.

Ajaibnya waktu Jaka Nangrub cek di rumah dan bertanya pada mama perihal keberadaan aksesori kain coklat busuk yang berbentuk segitiga itu, ternyata oleh mama benar - benar telah di cuci, dengan demikian berarti Jaka Nangrub tidak bohong.

Mungkinkah lidah Jaka Nangrub ajaib?, sehingga yang ia katakan hari itu jadi nyata adanya, andaikata benar sebaiknya ia menjawab ,"itu mas di Cuci ama Gita Gutawa, biar indah", dan ketika diperiksa di rumah ternyata gita Gutawa tengah ditemukan di kamar mandi sedang nyuci kain coklat kumal itu dengan papan cucian (ngayal terus sampai mati !!!).



Demikian kebodohan yang dapat dikisahkan semoga dapat memberikan manfaat bagi yang membaca, dan mendatangkan laknat bagi yang menulis, WOW !!!