sudah lama tidak ada kejadian bodoh yang berhasil terlacak oleh "radar kebodohan" akhir - akhir ini, tapi pagi ini ada kebodohan super heboh yang dilakukan oleh adik Jaka Nangrub kebodohan macam apakah itu mari kita simak ceritanya.
Seperti yang telah diceritakan sebelumnya adik Jaka Nangrub yang kita sebut saja "si Gembul" sudah mulai berkuliah di Unair Jurusan Akuntansi, meskipun sudah kuliah bukan berarti dia bisa hidup dengan mandiri, sehubungan dengan umurnya yang masih 16 tahun maka ia belum berhak untuk mengendarai kendaraan bermotor sekelas Sepeda Motor, Mobil, atau Dokar sekalipun (emang dokar bermotor?). sehingga sebagai seorang yang tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor maka satu - satu nya cara ia bisa bermobilisasi di tengah padatnya arus lalulintas Surabaya adalah dengan nebeng alias numpang, salah satu temannya yang paling sering ia mintai tolong adalah MARSELI (anggap saja bukan nama sebenarnya), ia adalah teman sekelas si Gembul tatkala SMA , konon katanya MARSELI adalah Singkatan dari MARET, SELASA, LEGI, hari kelahirannya, asik gak tuh ?, bisa jadi referensi bagi kalian yang ingin cari nama kira - kira apa namanya ya kalo lahirnya JANUARI, RABU, PAHING ? JERAPAH kali ya?
Oke lanjut, Marseli alias Seli ini yang secara berkala setiap pagi di telpon oleh si Gembul untuk dimintai nebeng, kebetulan rumahnya Seli memang nggak terlalu jauh, tapi kalo di suruh jalan gak mau juga. biasanya si Gembul akan datang dulu kerumah si Seli, baru berangkat bareng, gimana caranya si Gembul ke rumah Seli ? yang jelas ia nggak akan membiarkan dirinya sendiri menanggung beban dengan berjalan kaki, maka dengan semena - mena ia akan menyuruh masnya yang tampan, sabar, penyayang,20 tahun, setia, islam, cacat mental, lemah iman, gak pake saos, di bungkus gak pake lama (iki opo tho? tuku cap cay opo kontak jodoh), ya si gembul akan dengan semena - mena, seenaknya sendiri, dan terkadang memaksa, agar Jaka Nangrub mau mengantarkan tubuh bulatnya ke rumah Seli, kadang - kadang kalo si Nangrub lagi males nganter, maka gembul akan memanggil Mama dengan mengucap Mantra "Ma, Mas Robi gak mau nganter aku ma !!!", karena si Mama juga gak mau nganter juga, maka berkolaborasilah Mama, Papa dan si Gembul untuk membuat Jaka Nangrub menyalakan si Kama Supra dan mengantarkan Gembul hingga ke Rumah Seli, kadang - kadang sangking semena - menanya dia bisa bilang gini ke Jaka Nangrub "Mas, besok tolong aku anterin ke rumah Seli ya jam 6 tepat jangan telat !!!" dia anggap ini adalah kalimat minta Tolong karena ada satu kata tolong disana, tapi kalo dari Intonasinya lebih mirip kalimat perintah.
"Nebeng Untuk Nebeng" itu lah yang dilakukan si Gembul di Pagi hari , kalo Ahli Biologi mungkin akan mengatakan ini dengan istilah "MULTIPARASITISME", hampir setiap pagi ada 2 orang sial yang harus menerima kendaraanya diduduki oleh onggokan daging seberat 67,5 kg (gak tahu pastinya sih, kira - kira segini lah), yaitu Jaka Nangrub dan Seli. kadang gak habis pikir kenapa si Seli kok mau - maunya nebengi si Gembul, ntah belajar Hipnotis dimana si Gembul, sehingga bisa membuat Seli terus menerus mau dimintai tolong. untungnya si Gembul selalu menelopon dahulu sebelum akan nebeng Seli, setidaknya dengan sedikit kebaikan hati yang ada di hatinya, si Gembul memberikan kesempatan bagi Seli untuk berdoa, minta maaf ke orang tua kalo ada salah, beribadah sebanyak - banyaknya selagi bisa (La kok kayak mau didatengi Izrail gitu ?).
nah seperti biasa pagi ini si Gembul akan berangkat kuliah, semua sudah siap tinggal berangkat, si mama sudah mulai nyuruh - nyuruh Jaka Nagrub untuk mengantarkan adiknya itu, dengan berat hati Nangrub bersiap - siap, si Gembul datang menghampiri Telepon dan mulai Menelepon Seli, Nangrub duduk di depan TV sambil liat berita
Si Gembul : Halo, ini Seli ya?, aku bisa nebeng kamu kan ! (kalimat yang mengintimidasi)
Suara Di Seberang Telepon : bukan ini mamanya Seli !!! (rekaan)
S G : heh jangan Bohong, ini Seli kan, suaranya gini kok !!!
S D ST : bukan ini mamanya Seli (masih rekaan)
S G : ah masak sih, gak percaya, jangan bohong kamu Sel !!!
dan ntah apa yang telah di katakan oleh orang di seberang telepon kemudian sesaat kemudian si Gembul mulai menyadari bahwa Orang di Sebarang telepon memang MAMA si SELI adanya !!!.
S G : Lho ini bener mamanya Seli ya? (kikuk)
Gendeng tho.... Ibunya Orang di marah - marahin, pagi - pagi lagi, mimpi apa tuh Ibunya si Seli semalam. mungkin si Seli
ternyata setelah berhasil memarahi Ibunda dari Seli, tidak menyurutkan niat dari si Gembul untuk nebeng ke Seli, ia tetap bangga dengan kepala mendongak dan Helm yang agak Kedodoran mendatangi rumah Seli dan minta di Tebengi, wah benar - benar orang yang teguh pendiriannya makhluk Gembul yang satu ini.
oke bagi teman - teman pembaca sekalian saya harap kalian bisa mengambil pelajaran dari sini
"Jangan pernah menebeng pohon sembarangan, Hutan adalah Paru - Paru Dunia"
nantikan cerita bodoh lainnya, sampai jumpa !!!