Selasa, 28 September 2010

Si Gembul Tukang Nebeng

sudah lama tidak ada kejadian bodoh yang berhasil terlacak oleh "radar kebodohan" akhir - akhir ini, tapi pagi ini ada kebodohan super heboh yang dilakukan oleh adik Jaka Nangrub kebodohan macam apakah itu mari kita simak ceritanya.

Seperti yang telah diceritakan sebelumnya adik Jaka Nangrub yang kita sebut saja "si Gembul" sudah mulai berkuliah di Unair Jurusan Akuntansi, meskipun sudah kuliah bukan berarti dia bisa hidup dengan mandiri, sehubungan dengan umurnya yang masih 16 tahun maka ia belum berhak untuk mengendarai kendaraan bermotor sekelas Sepeda Motor, Mobil, atau Dokar sekalipun (emang dokar bermotor?). sehingga sebagai seorang yang tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor maka satu - satu nya cara ia bisa bermobilisasi di tengah padatnya arus lalulintas Surabaya adalah dengan nebeng alias numpang, salah satu temannya yang paling sering ia mintai tolong adalah MARSELI (anggap saja bukan nama sebenarnya), ia adalah teman sekelas si Gembul tatkala SMA , konon katanya MARSELI adalah Singkatan dari MARET, SELASA, LEGI, hari kelahirannya, asik gak tuh ?, bisa jadi referensi bagi kalian yang ingin cari nama kira - kira apa namanya ya kalo lahirnya JANUARI, RABU, PAHING ?  JERAPAH kali ya? 

Oke lanjut, Marseli alias Seli ini yang secara berkala setiap pagi di telpon oleh si Gembul untuk dimintai nebeng, kebetulan rumahnya Seli memang nggak terlalu jauh, tapi kalo di suruh jalan gak mau juga. biasanya si Gembul akan datang dulu kerumah si Seli, baru berangkat bareng, gimana caranya si Gembul ke rumah Seli ? yang jelas ia nggak akan membiarkan dirinya sendiri menanggung beban dengan berjalan kaki, maka dengan semena - mena ia akan menyuruh masnya yang tampan, sabar, penyayang,20 tahun, setia, islam, cacat mental, lemah iman, gak pake saos, di bungkus gak pake lama (iki opo tho? tuku cap cay opo kontak jodoh), ya si gembul akan dengan semena - mena, seenaknya sendiri, dan terkadang memaksa, agar Jaka Nangrub mau mengantarkan tubuh bulatnya ke rumah Seli, kadang - kadang kalo si Nangrub lagi males nganter, maka gembul akan memanggil Mama dengan mengucap Mantra "Ma, Mas Robi gak mau nganter aku ma !!!", karena si Mama juga gak mau nganter juga, maka berkolaborasilah Mama, Papa dan si Gembul untuk membuat Jaka Nangrub menyalakan si Kama Supra dan mengantarkan Gembul hingga ke Rumah Seli, kadang - kadang sangking semena - menanya dia bisa bilang gini ke Jaka Nangrub "Mas, besok tolong aku anterin ke rumah Seli ya jam 6 tepat jangan telat !!!" dia anggap ini adalah kalimat minta Tolong karena ada satu kata tolong disana, tapi kalo dari Intonasinya lebih  mirip kalimat perintah.

"Nebeng Untuk Nebeng" itu lah yang dilakukan si Gembul di Pagi hari , kalo Ahli Biologi mungkin akan mengatakan ini dengan istilah "MULTIPARASITISME", hampir setiap pagi ada 2 orang sial yang harus menerima kendaraanya diduduki oleh onggokan daging seberat 67,5 kg (gak tahu pastinya sih, kira - kira segini lah), yaitu Jaka Nangrub dan Seli. kadang  gak habis pikir kenapa si Seli kok mau - maunya nebengi si Gembul, ntah belajar Hipnotis dimana si Gembul, sehingga bisa membuat Seli terus menerus mau dimintai tolong. untungnya si Gembul selalu menelopon dahulu sebelum akan nebeng Seli, setidaknya dengan sedikit kebaikan hati yang ada di hatinya, si Gembul memberikan kesempatan bagi Seli untuk berdoa, minta maaf ke orang tua kalo ada salah, beribadah sebanyak - banyaknya selagi bisa (La kok kayak mau didatengi Izrail gitu ?). 

nah seperti biasa pagi ini si Gembul akan berangkat kuliah, semua sudah siap tinggal berangkat, si mama sudah mulai nyuruh - nyuruh Jaka Nagrub untuk mengantarkan adiknya itu, dengan berat hati Nangrub bersiap - siap,  si Gembul datang menghampiri Telepon dan mulai Menelepon Seli, Nangrub duduk di depan TV sambil liat berita  

Si Gembul : Halo, ini Seli ya?, aku bisa nebeng kamu kan ! (kalimat yang mengintimidasi)

Suara Di Seberang Telepon : bukan ini mamanya Seli !!! (rekaan)

S G : heh jangan Bohong, ini Seli kan, suaranya gini kok !!!

S D ST : bukan ini mamanya Seli (masih rekaan)

S G : ah masak sih, gak percaya, jangan bohong kamu Sel !!!

dan ntah apa yang telah di katakan oleh orang di seberang telepon kemudian sesaat kemudian si Gembul mulai menyadari bahwa Orang di Sebarang telepon memang MAMA si SELI adanya !!!.

S G : Lho ini bener mamanya Seli ya? (kikuk)

Gendeng tho.... Ibunya Orang di marah - marahin, pagi - pagi lagi, mimpi apa tuh Ibunya si Seli semalam. mungkin si Seli 

ternyata setelah berhasil memarahi Ibunda dari Seli,  tidak menyurutkan niat dari si Gembul untuk nebeng ke Seli, ia tetap bangga dengan kepala mendongak dan Helm yang agak Kedodoran mendatangi rumah Seli dan minta di Tebengi, wah benar - benar orang yang teguh pendiriannya makhluk Gembul yang satu ini.

oke bagi teman - teman pembaca sekalian saya harap kalian bisa mengambil pelajaran dari sini

"Jangan pernah menebeng pohon sembarangan, Hutan adalah Paru - Paru Dunia" 

nantikan cerita bodoh lainnya, sampai jumpa !!!


    

Rabu, 08 September 2010

Gembul berkuliah

sudah lama tidak menulis membuat saya merasa berdosa, baiklah saya akan mulai menulis lagi karena kebetulan ada beberapa hal yang sepertinya patut untuk kalian ketahui tentang keadaan keluarga Jaka Nangrub.

Jadi ini beritanya Adik dari Jaka Nangrub yang kita sebut saja "si Gembul" bukan nama sebenarnya akhirnya di terima dengan sangat terpaksa sebagai mahasiswa Universitas Airlangga (Unair)*plok.... plok.... plok....*(si Gembul ngegampar muka Nangrub).
Sebenarnya si Gembul menargetkan UI sebagai tempat ia akan menuntut ilmu, namun memang kehendak tuhan memang lebih tinggi daripada kehendak setan (baca: si Gembul), "Kun Faya Kun" jadilah si Gembul masuk ke Unair.
kenapa si Gembul ingin kuliah di UI ? pertama sih dia suka karena nonton Soe Hok Gie (teman - teman ini bukan artis Korea percayalah !), terus ngeliat Jas Almamater UI yang berwarna kuning kayak Partai Lambang Pohon Beringin kok keren. maka ia cita - citakan lah kuliah di Depok tempat UI bersarang.
sangking seriusnya pengen masuk UI si gembul sampai nanya keluarga sial mana di Jakarta yang kira - kira mau nampung dia untuk tinggal selama belajar nanti, juga membeli berbagai aksesori dari UI seperti stiker - stiker, kalah banyak kali anak UI kalo masalah jumlah stiker almamater.
Nasi sudah menjadi bubur tidak bisa dikenyam lagi, si Gembul sudah kadung nyebur akhirnya menyelam lagi (opo tho rek iki?).
di Unair si Gembul memilih untuk masuk ke dalam fakultas yang telah memberikan keudua orang tuanya gelar sarjana yaitu fakultas Ekonomi jurusannya Akuntansi, belum sampai ia kenyam pendidikan ilmu ekonomi di bangku kuliah otaknya yang memang sensitif terhadap uang sudah mulai berpikir kejadiannya ketika makan berbuka puasa begini kejadiannya.

si Gembul : grauk... grauk.... nyam.... nyam....slurp.... nyam.. grauk... grauk... burp....

Jaka Nangrub : .... (makan sama mbajak sawah mirip banget nih si gembul)


selesai ia makan ia berkata pada nangrub 


si Gembul : mas, kamu tahu nggak harga ikan bandeng ini?

Jaka Nangrub : nggak !, napa emang?

si Gembul : ini harganya tiga ribu perak mas !

Jaka Nangrub : terus...

si Gembul : nah gini mas, aku kalo naik Lyn (baca : Angkot) dari sekolah ke rumah kan bayarnya tiga ribu tuh.

Jaka Nangrub : ya, lalu?

si Gembul : nah mas kira - kira kamu milih mana naik angkot mbayar tiga ribu perak atau kamu milih

"Jalan Kaki sambil makan bandeng"?

pertanyaan paling sarap untuk menemani makan malam. andaikata si Gembul menanyakan pertanyaan macam ini di samping makam Sir Adam Smith si Bapak Ekonomi, bakal hidup lagi kali dia untuk memberikan hadiah Nobel ekonomi.

Gimana mikirnya coba, masak ongkos angkot di tuker ama ikan Bandeng, andaikan orang - orang pada milih ikan bandeng dari pada naik angkot maka Jakarta tidak akan lagi macet seperti sekarang, karena seluruh masyarakat Jakarta akan makan ikan bandeng sambil jalan kaki menuju kantor.

Dik semoga di Jurusan Ekonomi Akuntansi kamu sukses menjadi ekonom sekelas "Adnan Buyung Nasution" (ngawur, iku lak pengacara le)