Rabu, 08 September 2010

Gembul berkuliah

sudah lama tidak menulis membuat saya merasa berdosa, baiklah saya akan mulai menulis lagi karena kebetulan ada beberapa hal yang sepertinya patut untuk kalian ketahui tentang keadaan keluarga Jaka Nangrub.

Jadi ini beritanya Adik dari Jaka Nangrub yang kita sebut saja "si Gembul" bukan nama sebenarnya akhirnya di terima dengan sangat terpaksa sebagai mahasiswa Universitas Airlangga (Unair)*plok.... plok.... plok....*(si Gembul ngegampar muka Nangrub).
Sebenarnya si Gembul menargetkan UI sebagai tempat ia akan menuntut ilmu, namun memang kehendak tuhan memang lebih tinggi daripada kehendak setan (baca: si Gembul), "Kun Faya Kun" jadilah si Gembul masuk ke Unair.
kenapa si Gembul ingin kuliah di UI ? pertama sih dia suka karena nonton Soe Hok Gie (teman - teman ini bukan artis Korea percayalah !), terus ngeliat Jas Almamater UI yang berwarna kuning kayak Partai Lambang Pohon Beringin kok keren. maka ia cita - citakan lah kuliah di Depok tempat UI bersarang.
sangking seriusnya pengen masuk UI si gembul sampai nanya keluarga sial mana di Jakarta yang kira - kira mau nampung dia untuk tinggal selama belajar nanti, juga membeli berbagai aksesori dari UI seperti stiker - stiker, kalah banyak kali anak UI kalo masalah jumlah stiker almamater.
Nasi sudah menjadi bubur tidak bisa dikenyam lagi, si Gembul sudah kadung nyebur akhirnya menyelam lagi (opo tho rek iki?).
di Unair si Gembul memilih untuk masuk ke dalam fakultas yang telah memberikan keudua orang tuanya gelar sarjana yaitu fakultas Ekonomi jurusannya Akuntansi, belum sampai ia kenyam pendidikan ilmu ekonomi di bangku kuliah otaknya yang memang sensitif terhadap uang sudah mulai berpikir kejadiannya ketika makan berbuka puasa begini kejadiannya.

si Gembul : grauk... grauk.... nyam.... nyam....slurp.... nyam.. grauk... grauk... burp....

Jaka Nangrub : .... (makan sama mbajak sawah mirip banget nih si gembul)


selesai ia makan ia berkata pada nangrub 


si Gembul : mas, kamu tahu nggak harga ikan bandeng ini?

Jaka Nangrub : nggak !, napa emang?

si Gembul : ini harganya tiga ribu perak mas !

Jaka Nangrub : terus...

si Gembul : nah gini mas, aku kalo naik Lyn (baca : Angkot) dari sekolah ke rumah kan bayarnya tiga ribu tuh.

Jaka Nangrub : ya, lalu?

si Gembul : nah mas kira - kira kamu milih mana naik angkot mbayar tiga ribu perak atau kamu milih

"Jalan Kaki sambil makan bandeng"?

pertanyaan paling sarap untuk menemani makan malam. andaikata si Gembul menanyakan pertanyaan macam ini di samping makam Sir Adam Smith si Bapak Ekonomi, bakal hidup lagi kali dia untuk memberikan hadiah Nobel ekonomi.

Gimana mikirnya coba, masak ongkos angkot di tuker ama ikan Bandeng, andaikan orang - orang pada milih ikan bandeng dari pada naik angkot maka Jakarta tidak akan lagi macet seperti sekarang, karena seluruh masyarakat Jakarta akan makan ikan bandeng sambil jalan kaki menuju kantor.

Dik semoga di Jurusan Ekonomi Akuntansi kamu sukses menjadi ekonom sekelas "Adnan Buyung Nasution" (ngawur, iku lak pengacara le)       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar