Senin, 15 November 2010

Senandung Masa SD part 2


Tampaknya Blog ini sudah seringkali menunjukkan kebodohan – kebodohan yang dilakukan oleh Jaka Nangrub, maka tulisan kali ini akan mengungkapkan sisa kecerdasan yang bisa dilakukan oleh Jaka Nangrub , apakah benar Jaka Nangrub memiliki sisa kecerdasan, apakah tulisan ini hanya kebohongan belaka, apakah para pembaca dibohongi langsung aja baca cerita berikut

Sejak TK Jaka Nangrub sudah harus berkutat dengan beratnya menuntut ilmu, sampai – sampai mama mengkursuskan anaknya itu kepada salah satu pendidik yang terkenal dikotanya (baca: Rantau Prapat, Sumatra Utara *masih bingung? Cari sendiri di Google Earth*), di tempat kursus Jaka nangrub tidak hanya bertemu dengan makhluk – makhluk yang senasib (baca: gak bisa ngikuti pelajaran di kelas) tapi juga manusia – manusia cerdas doyan belajar, anak TK hingga SD bercampur baur jadi satu belajar secara sporadis menanyakan kesulitan – kesulitan dalam pelajaran pada pengajar yang tersedia, kalau kalian bertanya gimana wujud pengajarnya maka akan aku deskripsikan bentuknya, tubuh besar, dengan wajah khas oriental rambut dikeriting warna kecokalatan di cat sendiri dan tentunya dengan wajah yang maha garang, terkadang Jaka nangrub berpikir "Ini tempat kursus atau kamp militer sih ?", ruangan seluas garasi isi dua mobil menampung lebih dari 20 anak, tentu saja seperti kelakuan anak – anak SD pada umumnya semua ramai, blingsatan, kesetanan, mengahafalkan catatan, mengerjakan soal – soal semua jadi satu dalam ruangan itu, semua larut dalam kegiatan belajar, terus dimana letak militernya? Ya itu gurunya yang tidak segan – segan untuk berteriak – teriak layaknya komandan, mengajarkan dengan sabar kemudian seketika akan murka jika yang diajarkan tak kunjung dapat terserap oleh "Prajurit". Kadang – kadang Jaka Nangrub sering minta bolos gak ikut kursus dengan berbagai alasan, namanya juga anak – anak.

Berkebalikan dengan Jaka Nangrub , mas Dana, kakak kandung Jaka Nangrub adalah orang yang sangat menguasai ilmu pengetahuan, bahkan tak jarang kecerdasannya dia adu dengan guru – guru, banyak guru yang takjub dengan kecerdasan dan kerajinannya dalam belajar. Ada seorang guru dari tanah jawa yang begitu membanggakan mas Dana atas segaka prestasi belajarnya, selain itu mungkin karena hubungan etnis juga kali ya (baca: sama – sama dari Jawa),namanya Ibu TITIN (ingat ya TITIN jangan di plesetin), nah begitu mengetahui bahwa Jaka Nangrub adalah adik kandung dari mas Dana, bu Titin girang bukan main, karena apa? Tentu saja karena dia berharap akan mengajar anak yang juga se excelent mas Dana. Dulu, waktu mas Dana di ajar bu Titin, guru ini kerap kali meminjam catatan pada mas Dana mungkin maksudnya jadi contoh buat anak – anak lain agar meniru kerajinan dari mas Dana, karena bu Titin menganggap Jaka Nangrub sama pintarnya dengan Mas Dana maka pernah satu kali Ibu Titin meminjam catatan pada Jaka Nangrub, tapi ya itu Cuma sekali habis itu kapok dia, buku catatan acak – acakan kaya kertas buat mbungkus sayur di pasar, bukannya berisi catatan malah berisi gambar – gambar robot, Dragon Ball, Power Ranger dan sebagainya. (maaf bu, kami tidak bisa disamakan !!!)

Jaka Nangrub mengikuti kursus dan melompat dari satu tempat kursus ke tempat kursus yang lain, walaupun sebetulnya tidak signifikan untuk mendongkrak kemampuan belajarnya, namun dari sekian banyak kursus yang diikuti oleh Jaka Nangrub, tempat kursus yang paling membuahkan hasil adalah kursus yang ia ikuti ketika menginjak kelas 6 SD, dimana anak – anak SD sudah berada pada tingkatan paling senior, masih terukir jelas nama guru yang berhasil mendidik Jaka Nangrub dengan sepenuh hati, paru – paru, jantung, limpa, dan ginjal, namanya adalah ibu MANURUNG, guru matematika dari suku batak, manurung sendir adalah nama marganya. Dengan tangan dinginnya Nilai – nilai Jaka Nangrub menanjak dengan signifikan, kursus kali ini memang berbeda konsep Bu Manurung kala itu hanya mengajar dua orang manusia saja yaitu Jaka Nangrub dan satu lagi Bona (sekarang jadi mahasiswa Teknik Elektro ITB),pelajaran di berikan secara Privat di rumah Bona, Bona ini anaknya lebih pintar dari Jaka Nangrub tapi tulisannya acakadut gak karu – karuan, bu Manurung paling Frustasi jika disuruh untuk menafsirkan setiap "sandi rumput", "Hirogliph", "aksara Batak" yang tertulis pada buku catatan milik Bona, kadang – kadang dibantingnya buku catatan si Bona untuk menunjukkan rasa frustasinya sambil berkata "TULISAN APANYA INI ???, MACAM CAKAR AYAM PUN KU LIHAT" dengan aksen Bataknya.

Karena sudah kelas 6 SD maka itu artinya setelah itu akan ada Ujian Kelulusan bertajuk EBTANAS, kata EBTANAS sendiri sering menjadi momok bagi pelajar, tak terkecuali pelajar Sekolah Dasar, nilai EBTANAS ini yang akan menentukan kelulusan dan di SMP mana kamu akan berlabuh. Kegiatan belajar mengajarpun meningkat percaya – gak percaya anak masih SD kelas 6 sudah padat jadwal dari Jam 7 pagi sampai jam 7 malam non stop terisi dengan Ilmu pengetahuan Anak SD, stopnya paling kalo BAB(buang Air besar) itupun biasanya BAB sambil baca buku, EDAN..., oh iya ada satu kebiasaan Jaka Nangrub yang aneh ketika SD yaitu membawa semua buku pelajaran dalam satu tas ransel, hal ini dilakukan karena seringkali Jaka Nagrub lupa jadwal dan meninggalkan salah satun buku, atau mungkin semuanya, daripada repot – repot bawa aja semua begitulah pikiran Jaka Nangrub, berat tas dengan isi seluruh pelajaran bisa mencapai 5 kg, tapi ya kadang – kadang masih ada juga buku yang tertinggal (hadeh...). Jadi gini agenda belajar Jaka Nangrub setiap hari Senin ampe Sabtu jam 7 sampai jam 12 belajar di sekolah, jam 1 sampai jam 4 kursus di sekolah, jam 4 sampai jam 7 malam bahkan lebih belajar dengan Ibu Manurung di rumah Bona, jadi setiap hari rute belajar Jaka Nangrub adalah RUMAH – SEKOLAH (naik Mobil) – Rumah Bona (Jalan Kaki 0,5 km sambil bawa tas 5 kg) – Pulang.

Belajar rajin setiap hari guna menghadapi Ebtanas itulah yang dilakukan Jaka Nangrub dan Bona, suka duka belajar dilalui bersama, dan pada suatu hari guru masuk dan mengumumkan bahwa untuk mengahadapi Ebtanas akan di adakan "try-out" dari depdiknas, Try out ini begruna untuk memberikan gambaran pada para siswa suasana ketika menghadapi ujian Ebtanas, semua dibuat semirip mungkin dengan suasana Ebtanas termasuk LJK (Lembar Jawaban Komputer), isi pada lembaran inilah yang paling menentukan nasib anak – anak SD kala itu, salah tulis sedikit hancurlah masa depan. Semua murid bersiap mengikuti try – out tak terkecuali Jaka Nangrub dan Bona, belajar semakin di tingkatkan untuk mendapatkan nilai terbaik di Try – Out, karena nilai baik di Try – Out akan meningkatkan kepercayaan diri ketika menghadapi Soal – soal Ebtanas yang sesungguhnya. Selain belajar untuk mengerjakan soal – soal Jaka Nangrub juga berlatih untuk menghitamkan lingaran – lingkaran yang ada pada LJK tersebut.

Akhirnya hari yang di janjikan itu tiba semua sibuk dengan dirnya masing – masing, hari ini semua anak SD akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama di Dunia (lho iki Try Out opo wis nang Akhirat heh?), semua gugup mengahadapai soal – soal pada lembar soal, dengan persiapan yang matang selama ini Jaka Nangrub berhasil menjawab semua soal yang ada bahkan Jaka Nangrub juga menjawab Soal – soal yang tidak ada, sangking siapnya. LJK diserahkan dan tinggal berdoa saja pada Alloh YME semoga semua berjalan dengan benar sesuai harapan.

Akhirnya setelah beberapa minggu menunggu hasil Try Out ditampilkan, kertas putih berisi nilai setiap mata pelajaran tepampang pada kertas putih berukuran A4 tersebut, semua melihat dengan antusias, sebagian girang, sebgaian puas dan sebagian kecewa, termasuk kegolongan manakah Jaka Nangrub apakah ia termasuk dalam golongan orang – orang kafir yang merugi? Dan betapa terkejutnya Jaka Nangrub ketika ia membaca bahwa setiap nilai pada setiap nilai mata pelajaran berisi angka 0 dan lainnya angka... gak ada Cuma ada ngka nol artinya nilai Jaka Nangrub untuk setiap mata pelajaran adalah "nol bin kosong bin zero", apakah bu Manurung telah gagal mendidik Jaka Nangrub, apakah memang otak Jaka Nangrub kedap pelajaran dan ilmu pengetahuan ?. Jaka Nangrub mencoba mencario – cari nama lian barangkali ada orang yang senasib dengannya biasa sikap setan, selalu mencari teman, ternyata cuma dia yang nilainya "NOL MUTLAK" Jaka Nangrub berusaha TEGAR. Dan surat panggilan ke orangtua pun dilayangkan, Mama dipanggil sekolah. Mungkin oleh pihak sekolah disuruh untuk segera memindahkan anaknya pada sekolah lain, daripada menurunkan BONAFIDITAS dari sekolah yang bersangkutan. Pulangnya mama menunggu didepan gerbang sambil memamerkan muka sebal yang ditahan, Jaka Nangrub menghampiri sambil mempersiapkan diri caci maki macam apa yang akan ia terima. Mama menghampiri Jaka Nangrub dan merangkul anaknya itu sambil berkata



"Rob, Bisa – bisanya kamu salah nulis nama !!!"

"Hah, ada apa ini ?masak? Perasaan aku sudah menuliskan nama dengan benar", pikir Jaka Nangrub

Mama : kamu tulis gimana nanamu di LJK ?

Jaka Nangrub : ya namaku lah

Mama : gimana tulisannya ?

Jaka Nangrub : ya biasa lah "ANANG ROBIANTO ASNAR"

Mama : MASYAALLAH, nak namamu itu ngejanya "ANANG RUBYANTO ASNAR"

Jaka Nangrub : ah masak? La terus mama kok kalo manggil aku ROBI bukan RUBY ?



Jadi setelah sekaian tahun dilahirkan dimuka bumi Jaka Nangrub baru mengetahui nama yang sebenarnya setelah kelas 6 SD, kelas 6 SD baru bisa menuliskan nama dengan benar , kebodohan macam apa ini ?, jangan - jangan Jaka Nangrub bukan hanya tidak bisa menuliskan namanya dengan benar, tapi juga tidak bisa menggambarkan jenis kelaminnya dengan benar.

Pantesan aja nilainya TRY OUT Jaka Nangrub gak keluar lha wong namanya salah tulis, ya gak tedaftarlah, Pukulan keras hasil TRY OUT ini yang kemudian membuat Orang – orang seperti bu Manurung dan Mama keranjingan untuk mengajari Jaka Nangrub lebih keras lagi, setiap hari berdoa pada Alloh YME agar EBTANAS nanti berakhir indah.

Akhirnya hari EBTANAS tiba, hari itu ilmu yang dikenyam selama duduk dibangku sekolah dasar dipertaruhkan, asal kalian tahu pembaca yang budiman, Jaka Nangrub tidak benar – benar bisa menjawab semua pertanyaan pada soal EBTANAS, beberapa soal ia kerjakan dengan asal – asalan dengan bantuan penghapus, penghapus membantu ujian gimana cerianya tuh ?, oke gini EBTANAS kan soalnya Pilihan Berganda antara A sampai D jadi penghapus putih yang tak berdosa merek Steadler itu oleh Jaka Nangrub di coret dengan huruf A – D di masing – masing sisi, lalu ia lemparkan ke udara kayak Dadu, jika menunjukkkan sisi "A" maka ia hitamkan Jawaban "A" pada lembar jawaban begitu seterusnya untuk soal – soal yang tidak bisa ia Jawab. Jadi tidak hanya ilmu SD yang ia gunakan, Ilmu Judi selama jadi bandar Togel juga ia terapkan dalam mengerjakan soal – soal EBTANAS, dan secara mengejutkan hasilnya luarbiasa Jaka Nangrub menjadi


MURID DENGAN NILAI EBTANAS TERTINGGI DI SEKOLAH DENGAN PEROLEHAN 46,65 dari 5 MATA PELAJARAN

Artinya nilai rata – rata 9 untuk setiap mata pelajaran, edan tho?, Bona berada di urutan ke dua dengan perolehan 46,60 , beda tipis tho ?. itu lah rasanya menjadi orang paling beruntung se dunia dengan modal penghapus mampu mendapatkan nilai terbaik se Sekolah, rasanya kalau ANDY F NOYA tahu, bakal di ikutkan dalam acara KICK ANDY paling si Jaka Nangrub, sebagai Orang - Orang paling beruntung di Indonesia hahahaha.

Teman – teman itulah sekelumit kisah dimana keberuntungan bisa mengubah hidup seseorang, semoga menghibur...



1 komentar: