Senin, 19 Juli 2010

Siksaan Satu Semester


Postingan kali ini akan menceritakan tentang kebodohan yang dilakukan Jaka Nangrub ketika melewati hari – hari pertama di bangku perkuliahan, berikut kisah lengkapnya.

Ospek yang dilaksanakan di ITS umumnya cuma diadakan selama 4 hari, tapi pada kenyataannya senior dengan senang hati telah meluangkan waktunya untuk melaksanakan ospek untuk mahasiswa baru selama 1 semester alias 6 bulan (Argh...), bahkan kalau diperlukan senior tidak segan – segan untuk memberi perpanjangan waktu hingga satu tahun tergantung situasi kondisi (terdengar teriakan hore dari kejauhan, tapi yang jelas itu bukan teriakan mahasiswa baru).

Kenapa bisa sampai terjadi ospek yang berlarut – larut ?, tentu saja karena memebentuk pola pikir siswa menjadi pola pikir mahasiswa butuh waktu lebih dari 4 hari.katanya sih gitu.

Apa saja yang dilakukan senior selama masa ospek 1 semester tersebut ?ada macam – macam umumnya senior mengajak para junior untuk mengikuti kegiatan – kegiatan kemahasiswaan

Macam – macam "kegiatan kemahasiswaan" adalah : merokok, pacaran, nggodain dosen cantik, demo di rektorat, menyerang "Sie Keamanan Kampus", ini kampus mahasiswa apa kampus maling hah?, tentu saja bukan kegiatan macam itu yang disarankan oleh para senior, kegiatan yang dilakukan oleh para Junior adalah kegiatan yang positif dan bermanfaat diantaranya kegiatan "pelatihan manajemen diri", buka puasa bersama, bakti sosial,akan sangat menyesal jika tidak mengikuti kegiatan kegiatan tersebut, karena mumpung masih jadi mahasiswa baru, tugas – tugas belum banyak, waktu luang banyak, saatnya mencari teman dan pengalaman berharga.

Contohnya mengikuti Pelatihan Manajemen Diri kegiatan ini dilakukan bersama dengan jurusan – jurusan lain se fakultas yang artinya kesempatan untuk berkenalan dengan dara – dara ayu dari berbagai jurusan (otakmu cewek tok, tapi gak pernah dapet nang!!!), ada beberapa teman yang memanfaatkan kesempatan ini, salah satunya adalah Zahar(bukan nama sebenarnya), teman Jaka Nangrub ini secara sadar menggebet teman cewek yang ia kenal dari kegiatan Pelatihan Manajemen Diri, sayangnya berakhir pahit karena si cewek udah punya pacar anak yang sekolah – sekolah militer gitu, karena gerakan yang dilakukan Zahar kerap kali dianggap mengganggu sampai – sampai pacar si cewek yang gahar dengan latar belakang "Militer" nelpon dan mendamprat si Zahar. Nasibmu apes le !!!

Pengalam bakti sosial juga cukup memberi kesan, waktu itu para Mahasiswa Baru PWK melakukan bakti sosial ke "LIPONSOS" udah lupa aku kepanjangannya, yang jelas "SOS" dibelakang adalah singakatan dari Sosial, mesti ae lah mosok Sosis !,

LIPONSOS ini semacam lembaga yang menampung orang – orang yang nggak jelas, ada yang asalnya gak jelas, ada yang otaknya udah gak jelas alias gila,wajahnya juga udah gak jelas,masa depan gak jelas, kesimpulannya adalh lembaga ini pas banget untuk tempat menampung Jaka Nangrub !!!, lho?

Bahkan ada beberapa teman meyakini kalau Jaka Nangrub adalah Alumni lembaga sosial ini (mau gimana lagi memang pas sih?) jadi LIPONSOS intinya berguna sebagai tempat menampung "orang – orang nggak jelas" agar tidak berkeliaran di Kota menciptakan keributan dan menyebar kerusakan, diisi dengan orang yang jelas saja kota surabaya udah ruwet, gimana kalo kota ini diisi orang – orang nggak jelas, bisa karam Surabaya !!!.

Bakti sosial yang dilakukan Jaka Nangrub dkk, saat itu adalah bagi – bagi Biskuat (sekumat macan !!!), dan juga sembako kepada ketua yayasan.tentu saja ketua "LIPONSOS" adalah orang yang paling waras dilingkungan itu, yo mesti lah mosok sing paling gendeng ?.

Saat itu Mahasiswa baru dibagi menjadi dua kelompok golongan Adam & Golongan Hawa untuk membagikan "Biskumat" kenapa harus dibagi menjadi dua golongan kelamin, masuk kelompok manakah Jaka Nangrub?.Lho?.

Ternyata pembagian tempat tinggal (baca: Kurungan) di Liponsos dibagi berdasarkan Jenis Kelamin.

Perasaan takut mulai menghinggapi Jaka Nangrub ketika berada didepan pagar kurungan, sudah tampak di balik gerbang putih itu orang – orang nggak jelas dan nggak waras melambai – lambai padanya, diduga kuat mereka kangen dengan Jaka Nangrub yang konon katanya pernah menjadi pimpinan mereka ! ckckck.....

Pintu gerbang kemudian dibuka oleh petugas laki – laki yang juga baru 75% waras, masih menyisakan 15 % nggak waras dan 10 % abstain (emang'e Pemilu ?). dan adegan selanjutnya dapat ditebak, Maba PWK bercampur dengan penghuni Liponsos, Biskumat mulai dibagikan, sebagian penghuni menerima lalu menyimpannya, sebagian penghuni lagi membuka bungkusnya lalu memakannya, dan sebagian yang lain tampak sangat bernafsu makan hingga memakan biskumat sekaligus dengan bungkusnya. Ya salam...

Sebagian Maba PWK mulai mengajak bicara beberapa penghuni yang waras, diantaranya ada anak dari Jakarta yang ke sasar ke Surabaya, luntang – lantung nggak jelas di jalanan, dijebloskan ke LIPONSOS, Jaka Nangrub hanya memandangi tingkah laku orang – orang beberapa diantaranya tidak mengenakan pakaian sama sekali alias Bugil, ya salam ..., ini to jawabannya kenapa kok para Maba harus dibagi dulu berdasarkan Jenis Kelamin.(nggak perlu di jelaskan lagi kan?).

Selain kagiatan – kegiatan di atas senior juga sangat sumringah jika melaksanakan SIDAK

SIDAK adalah "InspekSI MendaDAK", untuk melakukan kegiatan macam ini ada resep yang harus dilakukan sang senior, baginilah kurang lebih cara membuat sidak:

1)Siapkan ruang untuk menempatkan Maba, jika tidak ada kelas bisa di lakukan di ruang dosen, kamar mandi, bahkan rektorat (cari mati nih senior).

2)Siapkan bahan - bahan kesalahan yang akan di limpahkan pada Maba.

3)Siapkan 58 mahasiswa baru planologi 07 yang masih cengeng dan masih suka netek sama bapaknya

4)Siapkan senior sedikitnya setengah dari jumlah junior untuk masuk kelas dan memberi suasana teror, diutamakan Senior – senior yang depresi nggak lulus – lulus, yang PMS, dan yang habis putus, agar efek amarahnya lebih nyata

5)Campur jadi satu.

6)Sidak siap dilakukan selagi hangat, tambahkan chery diatasnya dan juga daun mint(ini mbuat kue ta cak?).



Macam - macam kesalahan - kesalahan yang dapat dilimpahkan senior pada Maba, mulai dari Maba yang jarang menyapa Senior, gak pernah mbayari SPP senior, gak pernah ngasih senior parsel (senior ato preman kampung nang?), pokoknya macam - macam lah, nah saat berhadapan senior pun Jaka Nangrub tak juga luput melakukan kebodohan.



begini kejadiannya:



Sore itu saat kuliah tengah berlangsung Si Komting mendapatkan SMS dari Senior, yang isinya mengatakan "Adk2 jgn plg dl y qt mo mrah2in klian smua, slm syg seniormu muach !"

Dan saat perkuliahan berakhir Si Komting memberi Pengumuman "teman - teman, setelah kuliah ini, kita jangan pulang dulu ada senior mau masuk" (*musik latar neraka dimainkan*).

Lalu muncullah di hadapan Jaka nangrub dkk senior - senior dengan wajah – wajah gaharnya, ada senior yang tinggi gemuk kayak "Beruang Sirkus" yang lain berbadan tinggi dan suaranya ngebass, yang lain seperti pemimpin kaum dhuafa, bermacam – macam rupa dan wajah, tentu saja tidak semua menampilkan wajah gaharnya, beberapa senior masih menampilkan wajah sopan santun yang sudah disetrika dulu dengan rapika sehingga membuat terkesan Maba – maba wanita.

Senior mulai bicara tentang aksesori yang harus dipakai selama masih menjadi mahasiswa baru di jurusan PWK (istilah Maba baru akan terlepas setelah dianggap lulus oleh senior dari ospek yang diprogramkan oleh mereka), setelah "Topi Bola" Jahanam dulu ditolak, Maba PWK menggunakan kain berwarna coklat yang di ikatkan pada lengan sebagai aksesori. senior merasa tidak senang dengan juniornya yang tidak konsisten menggunakan atribut tersebut, dan sialnya Jaka Nangrub termasuk di dalam mahasiswa yang tidak pakai atribut hari itu. (mampus kau nang !!!).

Para Maba dalam keadaan duduk di bangku masing - masing sambil melihat kebawah (padahal gak ada apa -apa), sedangkan senior memberikan suasana yang tidak nyaman dengan berteriak – teriak, menyeletuk - nyeletuk kayak burung gagak birahi.



Sepintar – pintarnya paus berenang akhirnya kelelep juga, mata senior yang awas melihat Jaka Nangrub tidak menggunakan atribut.



Battle on !!!



Senior :
"MANA ATRIBUTMU HEH !!!"



Jaka Nangrub kaget sesaat, kemudian otaknya mulai memikirkan alasan yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan dari senior tersebut.



Jaka Nangrub : ehm... di ... cuci mas ...



Padahal sebenarnya ia tinggalkan di rumah begitu saja



ternyata pertanyaan senior tidak berhenti disitu kemudian senior bertanya lagi



Senior : "NGAPAIN KAMU CUCI HAH!!!"



Sekali lagi Jaka Nangrub berusaha berpikir cepat dengan menggunakan otaknya yang hanya bermesin "Bajaj"



Jaka Nangrub: ehm... biar... tampak indah mas.



Goblok cak, dimana – mana yang namanya di cuci itu biar bersih atau biar wangi, jawaban macam apa itu.



Jawaban "Tampak Indah " itu membuat para Maba nyaris kehilangan kendali diri, terdengar suara "hmpf..." dari mulut mereka
tanda menahan tawa.

Senior yang tidak ingin kehilangan suasana mencekam melakukan manuver menyerang Jaka Nangrub secara bersama – sama, dengan perkataan.



JANGAN MAIN – MAIN KAMU HEH !!!

 
Dan sekali lagi Jaka Nangrub berkilah dengan menjawab "saya gak main – main mas"

Setelah ceramah dan khotbah yang di tutup dengan sholat 2 rakaat, LHO sholat Jumat ta?, SIDAK sore hari itu selesai.

Ajaibnya waktu Jaka Nangrub cek di rumah dan bertanya pada mama perihal keberadaan aksesori kain coklat busuk yang berbentuk segitiga itu, ternyata oleh mama benar - benar telah di cuci, dengan demikian berarti Jaka Nangrub tidak bohong.

Mungkinkah lidah Jaka Nangrub ajaib?, sehingga yang ia katakan hari itu jadi nyata adanya, andaikata benar sebaiknya ia menjawab ,"itu mas di Cuci ama Gita Gutawa, biar indah", dan ketika diperiksa di rumah ternyata gita Gutawa tengah ditemukan di kamar mandi sedang nyuci kain coklat kumal itu dengan papan cucian (ngayal terus sampai mati !!!).



Demikian kebodohan yang dapat dikisahkan semoga dapat memberikan manfaat bagi yang membaca, dan mendatangkan laknat bagi yang menulis, WOW !!!






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar