Pada postingan kali ini akan dikisahkan hari – hari tak terlupakan yang dialami oleh Jaka Nangrub dan teman – temannya ketika menjalani "Ospek", perbuatan Bodoh apa yang mereka perbuat di tahun 2007 simaklah kisah berikut ini.
Jika mendengar kata Ospek tentu pikiran kita akan langsung mengarah pada siksa duniawi yang diberikan oleh senior kepada junior sebagai bentuk "pendewasaan" (katanya sih gitu), tapi sebenarnya kalau sudah menjalani ospek ada semacam Anomali didalamnya ospek, ospek itu "Senang tapi gak mau kalo di suruh ikut lagi", atau "Kesenangan yang tak ingin terulang"(Puitis banget cak?).
Ada beberapa hari sebelum Ospek dilaksanakan, hari – hari itu dimanfaatkan oleh senior untuk memberikan tugas – tugas pada Junior, yang nantinya harus dibawa oleh Junior dan diperikasa oleh senior pada ospek hari pertama.(mbulet ae'cangkemmu)
Untuk menyelesaikan tugas – tugas tersebut maka para mahasiswa baru (Maba) PWK ITS sepakat untuk berkumpul di basecamp alias rumah Jaka Nangrub.
Satu keuntungan rumah Jaka Nangrub jadi basecamp adalah : dia gak pernah disuruh - suruh untuk beli – beli barang ke luar, masak yang punya rumah gak ada di rumah. paling si Nangrub Cuma ditanya – tanyain "Nang punya Gunting gak?", "Nang punya spidol?", "Nang punya pensil", "Nang punya penggaris", lama – lama si Nangrub ngerasa kalau rumahnya lebih mirip sama Stationery alias toko penjual "Alat Tulis Kantor"
Padahal si Nangrub mengharap ada teman perempuannya yang manis bertanya "Nang kamu punya pacar ?, jadian yuk"(ngayal terus !!!...) atau teman kaya yang bertanya "Nang kamu punya Helikopter gak, aku beliin ya?"(wow !!!...)
mungkin malah mereka sebenarnya ingin bertanya "Nang punya harga diri nggak, kok kamu gak pernah kerja sich, gak malu ama temen yang lain apa?"
dan juga "Nang, kamu pernah ngemut sandal gak?, kerja dong!".
Dan entah kenapa Jaka Nangrub jarang sekali disuruh membantu mengerjakan tugas – tugas ospek dari senior yang seabreg. ada 2 alasan yang paling masuk akal untuk menjawab pertanyaan "mengapa mereka jarang menyuruh Jaka Nangrub mengerjakan tugas - tugas senior tersebut?".
1. Hanya dengan melihat tampang cabul Jaka Nangrub yang seolah berkata "Aku gak becus melakukan apapun, suruh orang lain aja", mereka yakin bahwasannya gak akan tambah beres tugas – tugas yang diberikan senior, tambah ancur pasti !
2. Mungkin mereka sungkan karena Jaka Nangrub telah memberikan mereka tempat bernaung untuk berkumpul, dengan mengorbankan rumahnya diacak – acak sedemikian rupa, masak masih harus ngerjain tugas yang lain – lain.
Tugas - tugas dari senior tentu anehnya bukan main kalau tidak dicerna dengan baik, tapi kalau dipikir – pikir lagi masuk akal kok, yang jelas tugas yang diberikan tidak lebih sulit daripada tugas yang diberikan pada "Tong Sam Cong" untuk mengambil kitab suci bersama "Sun Go Kong","Cu Pat Kai" dan "Wu Cing" (kebanyakan nonton kera sakti cak)
Tugas yang paling celaka yang diberikan oleh senior pada Jaka Nangrub dan teman – temannya adalah tugas untuk membuat Aksesori khas Mahasiswa Baru (Maba) PWK ITS 2007, jika sekarang disuruh mengingat hal itu niscaya mereka akan tertawa, terkenang dengan kebodohannya yang telah lalu.
Maksud senior memberikan tugas membuat "Aksesori Khas" ini jika dipikir – pikir dengan otak (yo mesti ae' mosok dengkul, awakmu la'an nang?) ada baiknya, para senior takut kalau adek - adek kelasnya ketuker ama adek kelas jurusan lain kalo gak punya aksesori yang dijadikan pembeda, ya walaupun sampai sekarang diyakini senior – senior jurusan PWK saat itu sangat mengharapkan adek –adek kelasnya tertukar dengan adek kelas dari jurusan Arsitektur atau Teknik Lingkungan yang jauh lebih beradab. Iya bersyukur kalo ketuker ama mahasiswa baru jurusan lain, lha kalo ketukernya ama Seksi Keamanan Kampus (SKK), repot jadinya.khkhkh.
Saat itu Jaka Nangrub dan teman – temannya memutuskan untuk menjadikan topi sebagai aksesori,topi dipilih sebagai aksesori khas karena saat itu kriteria yang diberikan oleh senior untuk aksesori adalah "harus terlihat dari jarak jauh", untung aja gak "harus tercium dari jarak jauh" Kalo kriterianya gini sih mungkin Maba PWK saat itu akan terlihat memakai "Pispot Portable" di kepala sebagai aksesori. Yekk...
Awalnya Jaka Nangrub dan teman - temannya memutuskan untuk menjadikan topi yang kayak anak sekolahan sebagai "aksesori khas maba PWK", agar khas Topi yang digunakan adalah topi berwarna Coklat, kenapa coklat? karena coklat adalah warna khas Jurusan PWK ITS, namun ide itu segera dimentahkan oleh seorang hamba Alloh yang muncul secara tiba – tiba dengan rambut keribo gak aturan yang menyerupai brokoli goreng tepung, sebut saja "Dewangga Putra Adiwena" (bukan nama sebenarnya).
Dewa: "ngapain kita membuat topi kayak gitu, mahal harganya"
Maba PWK 07: terus apa solusimu?
Dewa: gimana kalo kita buat Topi dari bola plastik aja !!!.
Dan Jaka Nangrub beserta teman – temannya tersihir untuk mengikuti sugesti yang diberikan Dewa (kehendak dewa tak terbantahkan !!!), topi bola yang diputuskan bersama sebagai aksesori PWK ITS 2007 itu nantinya menjadi sebuah keputusan yang akan mereka tertawakan seumur hidup mereka.
Berikut adalah penjelasan tentang cara membuat topi bola:
1)Beli bola plastik lima ribuan yang dijual di warung – warung (jangan coba – coba nyari bola plastik merek Adidas, atau Nike, gak percaya?, coba aja !)
2)Belah bola jadi dua sama besar, sehingga membentuk setengah bola.
3)Beri bolongan kecil pada bagian samping "topi" berbentuk setengah bola, sebagai tempat mengaitkan tali.
4)Beri tali sebagai pengait, tali bisa terbuat dari rafia jangan coba – coba pake tali kolor, sayang kolornya
5)Beri warna coklat pada topi dengan cat Pylox sebagai warna khas PWK ITS.
This is it !!!, topi bola ospek PWK 2007 ala Chef Parah Quit (topi bola atau makanan sih?)
Fakta menunjukkan topi yang tercipta lebih berbentuk seperti helm prajurit perang dunia dari pada topi, dan warna coklat yang digadang – gadang sebagai warna topi malah jadi warna kuning emas.(kok bisa ketuker gitu sih?)
Senior sempat tanya sehari sebelum ospek dimulai kepada "Komting" perihal aksesori yang dipakai
Senior : Halo, gimana aksesorinya?
Komting : udah mas, ini sedang dibikin!
Senior : Kalian makai apa untuk aksesori?
Komting : Topi mas, Topi PWK warna Coklat, pokoknya pasti kelihatan dari jauh kayak yang mas inginkan deh !
Saat itu para Maba PWK mengelu – elukan si Komting yang tidak mengatakan kebenaran dari "Topi PWK" yang terbuat dari Bola Plastik seharga lima ribuan, dengan indahnya ia yakinkan senior kalau Topi yang mereka buat akan memuaskan hati para senior, saat Jaka Nangrub dan teman – temannya merasa telah berhasil menipu para senior "Halah..., senior PWK ternyata gak pintar – pintar amat !" pikir mereka saat itu.
Malamnya Jaka Nangrub dan teman – temannya berjibaku membuat "Topi Bola", ada yang sibuk membelah Bola Jadi dua , ada yang mbolongin pinggir bola dengan paku, ada yang masang tali di Topi, ada juga yang ngecet topi pake pylox, yang lain ngerjain tugas – tugas yang lain, membuat buku, keplek tanda pengenal dan lain – lain, ada juga yang mulai TePe - TePe nyari pasangan hidup (bisa – bisanya dia situasi seperti ini !!!, yang jelas pelakunya bukan Jaka Nangrub).
Hari pertama Ospek dimulai, semua berjalan lancar – lancar saja, Jaka Nangrub dan teman – temannya luntang – lantung dijalanan berbaris dari "Graha ITS" menuju kampus dengan memakai baju kaos lengan panjang warna putih, celan jeans hitam, sepatu hitam polos tanpa merk, semua tampak biasa saja, Tapi "Topi Bola" membuatnya jadi luar biasa, benda setengah lingkaran dikepala itu menjadikan barisan Jaka Nangrub dan teman – temannya lebih mirip Barisan "Alat Kelamin" dari pada barisan mahasiswa, Ya salam.....
Mulai pagi hingga siang hari acara ospek berjalan lancar tanpa duka dan air mata, beranjak sore hari ketika matahari mulai akan terbenam Maba PWK di bariskan di lapangan pembantaian dengan "Topi Bola" di kepala pastinya, andaikata saat itu ada orang yang matanya katarak lewat mungkin udah pingsan, mengira kalau ada "Alat Kelamin" di jemur disalah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia, Mau jadi apa Indonesia pikirnya.
Suasana hening sejenak, seperti lautan ketika "Posseidon" akan kentut, tenang, damai..., lalu terdengar suara sirine TOA menyalak nyaring NGUING.....,andaikata Jaka Nangrub pernah jadi banci jalan Irba udah trauma kali dia, lari tunggang langgang ngira ada razia oleh satpol PP.(kalo pernah.....).
Gerombolan Senior masuk kebarisan "Maba PWK" dan mulailah mereka manyalak – nyalak dalam barisan,
Gerombolan Senior :SIAPA KALIAN !!!
Gerombolan MABA : Mahasiswa Baru PWK kak !!! (dengan nada takut dan gak tegas)
Gerombolan Senior : Gak Kompak Blass (baca:tidak kompak sama sekali)
Gerombolan Senior:APA YANG MEMBEDAKAN KALIAN DENGAN MABA YANG LAIN HAH, MANA AKSESORI KALIAN HAH !!!
Gerombolan MABA:ini mas (Sambil nunjuk "TOPI BOLA")
Gerombolan Senior:HAH, KALIAN BILANG ITU AKSESORI HAH ?, KALIAN BILANG ITU TOPI HAH ?, INI BUKAN PERPELONCOAN DEK!, KALIAN BUKAN BADUT, BLAH... BLAH... BLAH...
Sore itu Maba PWK yang mengira telah berhasil menipu senior dengan Aksesori ultrakonyol "Topi Bola" harus menanggung amarah dari senior – seniornya, tak hanya itu "Topi Bola" pun dengan sukses di lucuti dari kepala – kepala dengan gaya rambut seragam berpotongan cepak 0,5 mm. Dan mereka berkewajiban membuat aksesori baru. Ya salam
Setelah puas meluapkan segala amarahnya para senior meninggalkan barisan Maba sambil berteriak "Vivat", sebagian yang lain menghapus buih yang keluar dari mulutnya karena kebanyakan teriak – teriak gak jelas, mungkin diantaranya ada yang mengidap rabies atau ayan, siapa yang tahu?
Karena saat itu kendaraan tidak diizinkan untuk digunakan ke kampus maka sukseslah rombongan maba PWK sore itu berjalan dengan kedua kaki dari Kampus hingga ke Basecamp dengan jarak kurang lebih 8333 jengkal.
Dengan asumsi :
(1 jengkal = 24 cm , asumsi jarak kampus dan basecamp 2 km = 200.000 cm) jadi jarak kampus kerumah samadengan 200.000 / 24 : 8333,33 jengkal (gak ada kerjaan lain apa nang?)
Selama diperjalanan itu dimanfaatkan Jaka Nangrub dan temannya untuk menghujat – hujat senior ,
Jaka Nangrub : "itu senior ada yang kayak joker (musuhnya batman) lebar bener mulutnya ya?
Maba 2 : "iya bener nang ! kayaknya sepatu Fantofel ku cukup masuk kemulutnya tuh !",
Jaka Nangrub : ho'oh ada juga senior yang mirip banget ama Batistuta (Batistuta di gunakan untuk memperhalus penyebutan salah satu nama tuhan),
Maba 2 : "iya, ya paling dia tuh udah lama gak lulus – lulus, liat aja brewoknya udah nyambung sampai bulu kaki, gak tahu itu mahasiswa apa Babon ?".
Ada juga teman si Jaka Nangrub yang menghemat energi dengan tidak menghujat senior namun berusaha nyari tumpangan karena udah gak kuat jalan dengan mengacung – acungkan jempol di jalanan, kayak di film – film barat itu lo. Hasilnya? jelas aja nihil. bayangkan saja wajah jorok membungkus wajah setengah kriminal plus bau sangit matahari campur keringat diketiak menyelimuti tubuh, orang waras mana yang mau ngasih tumpangan coba?.
Sekian cerita ospek yang bisa diceritakan, untuk yang mahasiswa baru dimanapun kalian berada jalani aja semua rintangan yang diberikan senior kalian malah nyesel kalo gak ikut, pengalaman sekali seumur hidup tak akan terulang.
ini buku harian plano angkatan 2007??
BalasHapusseharusnya bisa di filmkan ya,pasti laku soalnya ceritanya menginspirasi...hahahaha
terima kasih apresiasinya Oc, beberapa dianataranya malah menganggap kisah ini aib. di filmkan ayo, masuk no radio play prambors ta?
BalasHapus