Postingan ini akan menceritakan tentang kebodohan yang terjadi ketika Jaka Nangrub mendaftarkan diri di ITS melalui Jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kesialan), saat itu ia masih belum menempuh ujian SPMB yang mengantarkannya ke Jurusan PWK, saat itu ia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Jurusan Biologi, sesuai dengan pilihannya, yaitu pilihan ke 4 alias pilihan terakhir. Berikut kisah lengkapnya.
Hari itu Jaka Nangrub hendak mendaftarkan diri sebagai tukang sapu eh... mahasiswa di ITS dengan Jurusan Biologi karena secara ajaib Jaka Nangrub telah diterima di Jurusan Biologi ITS melalui jalur PMDK (Penelusurna Minat dan Kecelakaan), Jaka Nangrub mendaftarkan diri di ITS dengan menyeret si Mama secara paksa untuk turut mengantarkannya mendaftarkan diri, Jaka Nangrub memang sangat gemar membagikan pahala terutama kepada orang tuanya salah satunya dengan cara memberikan banyak kesulitan dan cobaan di sisa hidup orang tuanya tersebut.
Karena saat itu Jaka Nangrub masih ingin berjuang masuk ITS di Jurusan Teknik Indutri ataupun Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, sehingga saat itu Jaka Nangrub masih mengikuti bimbingan belajar di salah satu LBB (Lembaga Bimbingan Belajar) yang mengusung nama QUIN singkatan dari "Quantum Institute", dan oleh sebab itu ia masih sering berkeliaran dengan membawa tas yang berisi buku – buku pelajaran, karena jika sewaktu – waktu ingin belajar ke LBB tinggal dateng aja, tasnya udah mengikuti di punggung. (sok rajin kon nang !!!)
Pendaftaran dilakukan di ITS tepatnya di Plaza Dr. Angka, agak aneh memang seorang dokter berkontribusi besar untuk terbangunnya sebuah institusi pendidikan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kedokteran, akan masuk akal jika ITS menyediakan Program Teknik Kedokteran, Teknik Keperawatan, atau Teknik Persalinan (mengkhayal terus sampai mati !!!).
Setelah mengikuti prosedur yang cukup panjang dan lebar, dan petugas administrasi tampak mulai bosan melihat tampang si Nangrub yang tak bosannya memberikan pertanyaan – pertanyaan seputar masalah administrasi, Akhirnya terdaftarlah Jaka nangrub di ITS melalui Jalur PMDK (penelusuran Minat dan Ketampanan), lho berubah lagi ???,dengan jurusan Biologi, biarpun perasaan Jaka Nangrub saat itu tidak terlalu bangga, tapi Jaka Nangrub tetap bersyukur karena akhirnya ada juga Institusi Pendidikan yang mau menerima dirinya untuk menuntut ilmu, di mana kita tahu dengan membiarkan seorang pembuat kekacauan seperti Jaka Nangrub masuk ke ITS, berarti ITS telah bersiap diri mempertaruhkan nama baik yang telah dibangunnya selama bertahun – tahun untuk di hancurkan oleh "Virus Bodoh" Jaka Nangrub, yang konon katanya bisa meluluh lantakkan kecerdasan seorang professor sekalipun hanya melalui saluran pernafasan (yang nggak ingin terjangkiti "Virus Bodoh" Jaka Nangrub harap menahan nafas jika bertemu dengannya, sanagt disarankan)
Masalah Administrasi selesai, dan pulanglah Jaka Nangrub bersama si Mama, ke rumah. Sampai di rumah Jaka Nangrub merebahkan tubuh gendutnya ke Sofa seenaknya, andaikata Sofa itu hidup dan bisa bicara menjeritlah ia ditimpa makhluk yang berat dan tak berguna macam Jaka Nangrub, lalu si Nangrub mulai menyalakan televisi.
Tiba – tiba telepon berbunyi, si Mama Mangangkang ...eh mengangkat gagang telepon, lalu menyuruh Jaka Nangrub mengecilkan Volume Televisi, si Mama menerima telepon sambil menatap ke arah anaknya, matanya tiba – tiba mendelik, perasaan ganjil mengelayoti perasaan Jaka Nangrub
Jangan - jangan itu telepon dari ITS, menyatakan bahwa setelah menimbang – nimbang dan juga imunisasi (emang bayi ?), ITS memutuskan untuk menangguhkan status Jaka Nangrub sebagai mahasiswa ITS karena menurut rektor dianggap terlalu bodoh dan tidak pantas mengenyam bangku perkuliahan di ITS.
Si Mama Menutup telepon sambil geleng – geleng kepala, ternyata dugaan Jaka Nangrub tepat !, tebakannya bahwa itu adalah telepon dari ITS adalah benar, tapi ITS menelepon bukan perihal penolakan atas pendaftaran Jaka Nangrub,
LALU APA?
Lalu si Mama melotot ke arah Jaka Nangrub sambil berucap keras
"kok iso seh rob? Tas mu ketinggalan di ITS ?" (trans: kok bisa tas mu ketinggalan di ITS?)
Ya salam..... ternyata benar setelah si Nangrub memeriksa di setiap sudut rumah dan mobil ia tak dapat menemukan tasnya, si Mama Cuma bisa geleng – geleng kepala sambil membaca istighfar. Tambah banyak lah pahala si Mama.
"Ayo ke ITS lagi" ajak si Mama pada Jaka Nangrub, selama perjalanan dari rumah ke ITS si Jaka Nangrub mendapatkan ceramah dan khotbah, Jaka Nangrub Cuma bisa angguk – angguk kepala gak berdaya, apalagi yang bisa diperbuatnya?
Si Mama: kok bisa sih tas sebesar itu kamu sampai lupa? (sambil tetap mengucap istighfar)
Jaka Nangrub : ya gimana lagi ma?,kehendak tuhan siapa yang bisa menyangkal !
Si Mama : coba kalo hidungmu itu gak nempel paling udah ilang digondol kucing !
Akhirnya mobil sampai di parkiran Plasa Dr. Angka, mobil diparkir
Si Mama menunggu dalam Mobil dan si Jaka Nangrub disuruhnya untuk mengambil tas yang tertinggal, mungkin malu kali si Mama Kalo harus menampakkan lagi wajahnya pada petugas Adminstrasi ITS, sebagai orang tau dengan anak "Superteledor".
Jaka Nangrub jalan luntang lantung kayak orang bingung kemudian menghampiri segerombolan pegawai ITS yang mirip Hyena habis menyantap jengkol di padang pasir Sahara.
Jaka Nangrub : pak saya datang kesini mau ngambil tas
Pegawai ITS : ha tas???, emang ada tas di sini ??
Jaka Nangrub : Lha tadi saya di telepon kalo tas saya tertinggal di sini
Mulai tercium aroma pembodohan umat manusia di sini, Jaka Nangrub mulai menerima guyonan – guyonan bodoh para pegawai ITS. Sampai akhirnya derai tawa mereda kemudian salah satu pegawai ITS bertanya
Pegawai ITS : tas mu warnanya apa?
Jaka nangrub: hitam pak!, (kayak pantat bapak)
Pegawai ITS : yang bener ?
Jaka Nangrub :Iya pak, tas item itu punya saya (sedikit harapan muncul)
Pegawai ITS :sekarang lebih sulit ! untuk memastikan kamu pemiliknya, apakah isi tas itu?
Sambil garuk – garuk kepala sendiri, yo mestilah mosok kepala pegawai ITS, Jaka nangrub menjawab
Jaka Nangrub : ada kotak pensil dan ada buku pak.
Pegawai ITS : buku apa???
Jaka Nangrub : ya buku pelajaran lah pak,(masak buku catatan Pahala bapak? Emang saya malaikat !!!!)
Pegawai ITS: ah masak buku pelajaran doang? ada lagi kok !
Jaka nangrub kembali menggaruk – garuk kepala dan seperti mendapatkan Ilham dari yang kuasa ia berkata
Jaka Nangrub : ada buku komik pak !!!.(dengan nada mirip Archimedes berteriak "Eureka")
pegawai ITS : yak tepat sekali. (kamu akhirnya juara dalam "Quiz Are you Sillier than 5th Grader")
si Pegawai ITS akhirnya mengeluarkan Tas si Jaka Nangrub dari balik meja dan langsung di sambarnya tas itu.
Bingung juga Jaka Nangrub, kenapa kok pegawai ITS bisa tahu nomer telepon rumahnya padahal kan yang ketinggalan itu tas?
Jaka Nangrub : pak, kok bapak bisa tahu nomer telepon saya sich?
Pegawai ITS: Ya tahu lah, la wong di bukumu itu ada jelas nama,alamat rumah, nomer telepon.
"Ya Alloh, ada untungnya juga nganggur nulis alamat dan Nomer telepon di buku" pikir Jaka Nangrub
Dalam hatinya mungkin pegawai ITS ingin berkata:
Pegawai ITS : mangkanya jangan baca komik aja, kapan kapan baca batu nisan di kuburan sana biar ingat, ingat sama mati.... hahaha.
kenapa buku komik itu bisa ada di tas Jaka Nangrub?, tentunya karena setelah mengikuti program Bimbingan Belajar QUIN Jaka Nangrub selalu menyempatkan diri untuk menyewa komik di persewaan komik deket rumah.
untungnya komik yang dibawa saat itu bukan komik yang "Aneh – aneh" , coba kalo yang aku bawa komik - komik yang berbau pornogratis dan pornoasik.mungkin ceritanya akan lain karena pegawai ITS gak akanb menyerahkan Tas nya dengan mudah.
Si mama juga gak pernah tahu kalau si Nangrub suka nyewa komik, dan semoga dia gak pernah tahu, walaupun diyakini ia pasti tahu. Intuisi orang tua
Sampai sekian dulu cerita yang bisa disampaikan, kepada teman – teman saya berpesan Jangan pernah meminjam apalagi membaca Komik porno, (kalo minjemin sih nggak apa – apa) hush...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar