Sabtu, 17 Juli 2010

Selamat Kamu Masuk Jurusan Planogila


Postingan ini akan menceritakan hal – hal bodoh yang terjadi setelah Jaka Nangrub berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri yang diinginkannya, simaklah kisah bodoh berikut ini.

Jaka Nangrub tak akan pernah melupakan hari itu, yaitu hari dimana ia diterima di PTS (perguruan terTinggi Surabaya) yaitu "ITS"(Institut Teknologi Sepuluh Nopember),masuk di jurusan (Perencanaan Wilayah & Kota). gak pernah ia sangka dan juga ia duga dengan keterbatasan otak yang ada ditambah dengan segelas kopi susu tiap malam untuk ngerjain soal - soal SNMPTN dan tentu dengan panjatan Do'a dari mulut Mama dan Papa pada Allah SWT, telah berhasil menjebloskan Nangrub dalam jurusan yang turut membawa Fauzi Bowo kepada jabatan Gubernur DKI Jakarta, tapi kalo gak salah bang Fauzi Bowo dari Perencanaan Wilayah dan Kota ITB.

Pagi itu Nangrub disuruh oleh mama untuk segera memeriksa pengumuman SNMPTN lewat Internet, Nangrub nggak tertarik untuk segera mengetahui hasilnya, soalnya dia pikir "ngapain diliat cepet – cepet di liat, gak berubah juga hasilnya kalau dilihat sekarang", sebenarnya sih dia takut juga meneima kenyataan seandainya dia gak keterima, tapi si Mama berkata lain "Rob, cepat buka Internet lihat hasilnya sekarang!", akhirnya dengan ogah – ogahan dia ambil modem intenet dan ia colokin kabel – kabel yang ada ketempatnya. Srot...

Jaka Nangrub membuka situs dimana ia bisa memeriksa hasil SPMB dengan cara memasukkan nomer peserta SNMPTN ke dalamnya (gak tahu situsnya apa, yang jelas bukan Facebook atau Friendster), dia masukkan nomer – nomer yang tertera di kartu ujiannya (jangan sekali – kali memasukkan nomer telepon, nomer sepatu, apa lagi nomer bra!) dan muncullah namanya untuk pertama kalinya dalam layar laptop "Anang Rubyanto Asnar diterima (dengan terpaksa untuk menuh – menuhin kursi) pada pilihan ke dua "Perencanaan Wilayah dan Kota ITS", ia terkejut dan sontak berteriak "Gila, aku masuk PWK", orang tuanya yang sudah komat - kamit menunggu hasil juga ikut berteriak "Alhamdulillah", perasaan lega bercampur takjub menyelimuti perasaan Jaka Nangrub, perjuangan bermalam - malam berjibaku dengan soal – soal matematika yang mematikan, fisika yang menyiksa, akhirnya membuah kan hasil yang manis.

Sebenarnya sebelumnya Jaka Nangrub telah diterima di ITS tetapi melalui jalur PMDK – Mandiri (Penelusuran Minat dan Ketrampilan- Mandiri), kadang – kadang PMDK bisa juga diplesetin menjadi (Penelusuran Minat dan Kekayaan, Kecantikan, Ketampanan, Kebiadaban dll), saat itu Jaka Nangrub masuk di Jurusan Biologi konon ini adalah salah satu jurusan paling kurang diminati di ITS (tapi banyak prestasinya), karena Jurusan di ITS umumnya menggunakan istilah "Teknik" sebagai awalan misalnya Teknik Sipil, Teknik Kimia, Teknik Perkapalan, Teknik Kedokteran (ngayal....), Jurusan biologi juga merupakan Pilihan ke empat Jaka Nangrub dan artinya pilihan terakhir, ya dengan keterbatasan nilai rapor dan prestasi itu wajar (makanya pinter thitik, sinawu! ojok moco blog ae! = Makanya belajar, jangan membaca Blog terus).

Tapi masuk ke ITS jurusan Biologi bukan hal yang membuat Jaka Nangrub bangga, karena jurusan ini tidak dikenal banyak orang. Mungkin kalo pelajaran biologi sih siapapun pernah merasakan, tukang becak pinggir jalan juga minimal bisa mempraktekkan "Ilmu Biologi" sama isterinya, tapi kalo Biologi sebagai Jurusan di ITS? sedikit yang tahu keberadaannya, bahkan ada Tentor Bimbingan Belajarku yang alumnus ITS Kimia MIPA aja mempertanyakan keberadaan dari Jurusan ini "Biologi?, jurusan baru kayaknya?", nggak eksis banget kan ?

Rasa tidak bangga masuk Jurusan Biologi ITS semakin menjadi – jadi tatkala Jaka Nangrub yang nganggur di rumah membeli kerupuk putih, yang dijajakan oleh bapak bertopi hitam yang sampai saat ini namanya gak pernah disebutkan,namun sudah terkenal dikalangan asisten rumah tangga (baca: Babu) sebagai "Pak Kerupuk".

begini percakapannya


Jaka Nangrub: pak beli kerupuk dua ribu

Pak Kerupuk : akehe cak, ono acara ta??? (translate: banyak sekali mas, ada acara kah?)

Jaka Nangrub: dua ribu rupiah maksudnya pak!!!

Pak Kerupuk :
ooh... tak pikir 2000 biji (ooh saya pikir 2000 biji)

Pak Kerupuk : sampeyan sudah di terima kuliah di mana mas? (kamu sudah di terima kuliah di mana mas?)

Jaka Nangrub: aku di terima di ITS pak , Alhamdulillah

Pak kerupuk:  jurusan apa mas?

Jaka Nangrub: Biologi!

Tukang kerupuk: Emang'e ada jurusan Biologi di ITS?


 
"Asem tukang kerupuk gak berpendidikan iki, cuma lulusan kerupuklogi aja bangga, tak siram banyu Kerupukmu melempem kabeh cak!!!"(= Kurang ajar betul tukang kerupuk yang tidak berpendidikan ini, cuma Lulusan Ilmu Perkerupukan aja gayanya sudah selangit, kusiram air hingga melempem kerupukmu nanti pak!) teriak Jaka Nangrub dalam hati

Kata – kata tukang kerupuk yang mempertanyakan jurusan inilah yang melecut Nangrub untuk mencari jurusan yang lebih berkelas di ITS.

dan akhirnya Jaka Nangrub memutuskan untuk memilih dua jurusan di ITS yang akan ia pertaruhkan dalam Ujian SPMB 2007

jurusan – jurusan yang sial itu adalah:

1. Teknik Industri
2. Perencanaan Wilayah dan Kota a.k.a Planologi

dan dengan berat hati tuhan telah meridhoi Jaka Nangrub untuk masuk kedalam jurusan PWK, alhamdulillah...

tapi ternyata Nangrub salah sangka bila ia pikir ia bisa membungkam mulut Pak Kerupuk setelah masuk ke Jurusan PWK ITS, masuknya ia ke dalam PWK justru mebuatnya semakin dalam terjatuh oleh pertanyaan "pak kerupuk"



Pak Kerupuk : lo masih libur mas

Jaka Nangrub : iya pak, kemaren baru pengumuman SPMB (mancing tukang kerupuk biar tanya "jurusan apa?")

Pak Kerupuk :Keterima di mana sekarang mas?

Jaka Nangrub: Planologi

Pak Kerupuk : jurusan apalagi itu mas???

Jaka Nangrub: Perencanaan Wilayah dan Kota pak.(kikuk....)

Pak Kerupuk: oalah... tata kota to! (ya bagus lah mas daripada masuk jurusan "Tata Dado" jadi banci ntar)



Si Jaka Nangrub pun hanya bisa diam sambil berusaha menahan diri untuk menyiramkan air ke dagangan si Pak Kerupuk, sabar... sabar...


Ternyata kebodohan tidak berhenti sampai di situ, si Mama di telepon teman – teman arisan dan kerabat – kerabat, menanyakan "Gimana anakmu? Keterima dimana", mungkin mereka mencari bahan untuk ngerumpi misalnya "eh anaknya si X lo, pinter banget keterima disini" atau "Anaknya si X goblok banget masak jurusan kayak gitu aja gak masuk!"

beginilah percakapan teman - teman mama dan si mama ketika Jaka Nangrub baru keterima di Jurusan PWK ITS



Temennya Mama: halo bu!, anaknya keterima di mana nih?


Mama: ITS bu! Alhamdulillah.


Temennya Mama: Jurusan apa bu?


Mama: Planologi!


Temennya Mama: oh Planologi, Planologi yang belajar tanaman – tanaman itu ya? 


Mama: bukan bu, ituloh Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota




ada lagi temennya si Mama yang lebih idiot


Temennya Mama 2: bu anaknya diterima di mana?


Mama: Planologi ITS bu!.


Temennya mama: oh, Planologi , berarti anaknya ibu suka planet- planet ya!, selamat ya!


Mama: bukan bu, Planologi itu Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota.

mending juga dikira jurusan pengurus tanaman, lha ini malah dikira jurusan yang mempelajari planet – planet diawur ae' mentang - mentang ada "Plan - Plan" nya gitu , ya salam...!!!

dan oleh sebab itu salah satu hal yang menyebalkan bagi Jaka Nangrub di muka bumi ini adalah ketika ia harus menjelaskan pada manusia - manusia primitif yang gak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang bertanya "jurusannya apa mas?", maka Nangrub akan menjawab dengan panjang lebar "Perencanaan Wilayah dan Kota bin Planologi bin Tatakota", bahkan ada juga Mahasiwa ITS sendiri pernah bertanya pada Jaka Nangrub "Lho Kamu itu Jurusan Planologi atau PWK sich?"ada juga yang tanya "Sejak kapan PWK berubah nama jadi Planologi?" dan Jaka hanya bisa menjawab "sama saja" dan "Jurusan Planologi tidak pernah merubah nama, itu semua cuma istilah saja".



demikian kisah yang dapat saya sampaikan, semoga bagi para siswa yang membaca postingan ini menjadi lebih berhati - hati dalam memilih jurusan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar